Tuesday, August 11, 2015

Bertamu ke Kampung Badui, di Lebak Banten

Perjalanan trip saya kali ini yaitu bertamu ke suku baduy dalam. trip yang di promotori oleh mbak Intan dan kawan-kawan yang tergabung di pendaki gunung petakilan, Pecelele (pendaki gunu cepet letih lesu) teman-teman Backpacer Indonesia (BPI 6) sungguh sangat menyenangkan. ini adalah kali pertama saya menginjakan kaki di bumi suku Badui.  Suku Baduy merupakan salah satu suku pedalaman yang ada di pulau jawa yang tepatnya di pedalaman kabupaten Lebak provinsi Banten. Suku baduy terdiri dari baduy dalam dan baduy luar, dari keterangan Sapri warga suku baduy bahwa suku baduy luar terdiri dari 94 dusun dan baduy dalam terdiri dari 3 dusun. Saat kami berkunjung ke baduy dalam hanya bisa masuk ke salah satu dusun baduy dalam.

Perjalanan saya ke kampung suku baduy tengah tahun 2015 lalu dengan start dari Kota Bandar Lampung, menuju pelabuhan bakauhuni mengunakan bis umum AC ekonomi dengan ongkos 30 ribu, selanjutnya dari pelabuhan bakauhuni menyebarang selat sunda menuju pelabuhan merak dengan mengunakan kapal ferry, Harga tiket penyeberangan sebesar 15 ribu, selanjutnya setelah di kapal bisa masuk ke ruangan ac dengan membayar 10 ribu. Setelah di pelabuhan merak dilanjutkan naik bis umum menuju terminal kampung rambutan dengan ongkos 25 ribu rupiah.

Setelah di Jakarta kita berkumpul di stasiun tanah untuk menuju ke stasiun rangkas bitung pada pukul 7.00 WIB. Harga tiket kereta dari stasiun tanah menuju rangkas bitung provinsi Banten  seharga 15 ribu. Setelah tiba di rangkas bitung dilanjutkan menggunakan minibus elf menuju ke parkiran mobil di dekat kawasan suku badui luar tepatnya di desa ciboleger.
rumah lumbung padi di badui luar

Perjalanan menuju tempat tinggal suku Baduy dimulai dari terminal mobil di ciboleger  dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak, melawati perkebunan, sungai, jalan-jalan yang berliku, menanjak dan menurun, melewati kampung-kampung badui luar dan hutan lindung.  Perjalanan ke suku Baduy Dalam menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam dengan berjalan kaki untuk untuk tiba disana. Sebelumnya mulai perjalanan harus mendaftar di Desa Ciboleger serta ada banyak jasa porter atau pengangkut barang dari suku baduy sendiri yang siap membantu.

Setelah tiba di kampung suku baduy, kelelahan yang dirasakan setelah berjalan selama kurang lebih 6 jam bisa terbayarkan dengan kondisi alam dan kearipan lokal yang luar biasa. Keramahan suku baduy serta nilai budaya timur yang sangat kental disana ditambah keselarasan dengan alam memberikan nilai kebanggaan sendiri sebagai anak bangsa. 

Pelajaran mengenai hidup menjadi point penting sebagai pengalaman di kehidupan alam ini, banyak makna yang dirasakan  saat berinteraksi disana yaitu orang-orang suku Baduy yang ramah atau sangat hospitality, bersahaja dan penuh dengan senyum serta menyatu dengan alam.  Dari ciri berpakaian mereka sudah memperlihatkan jati diri mereka yaitu dengan berpakaian khas disana yang terbuat dari tenunan dan tidak mengenal berbagai jenis desain baju, disana lebih banyak menggunakan pakaian warna putih yang melambangkan kesucian. Orang-orang suku Baduy Dalam  sangat menjaga alam salah satunya menjaga kebersihan, dimana saya tidak melihat sampah dibuang sembarangan baik di jalan atau di sungai sekitarnya. Selain menjaga alam, mereka juga tidak berternak binatang. Mereka percaya dengan cara tersebut akan menyakiti mahluk ciptaan Tuhan Segala Alam dan mereka lebih memilih bercocok tanam.

Ketika di kampung suku baduy dalam ada beberapa peraturan yang harus  ditaati  yaitu tidak boleh berfoto atau mendukumentasikan sejenisnya, tidak boleh mendengarkan musik dengan suara keras, tidak boleh bermain HP, dilarang membuang sampah sembarangan, dan jangan berkata-kata yang tidak sopan.

Di baduy dalam kita diizinkan untuk menginap semalam dan istriahat dengan menumpang di rumah warga baduy, selanjutnya saat pulang kita bisa melewati jembatan akar yang sudah berumur puluhan tahun.
Jembatan akar yang indah di tanah badui

Jembatan akar di Baduy

Begitu indah Negeri ini, sayang jika hanya mendengar dan melihat dari orang lain atau media, dengan melihat langsung pasti berbeda. Ayooo kita jelajah, Indonesia itu indah lohhh..

cuii baduy itu indah bangett.. suku yang khas dan eksotik, yukk kita bertamu dan jaga lingkungan. silahkan simak video berikut ini :


artikelny ini juga dipublis di detik trevel silahkan kunjungi KLIK SINI 
Load disqus comments

0 komentar