8/11/15

Bertamu ke Kampung Badui, di Lebak Banten

Perjalanan trip saya kali ini yaitu bertamu ke suku baduy dalam. Trip yang dipromotori oleh mbak Intan dan kawan-kawan yang tergabung di pendaki gunung petakilan, Pecelele (pendaki gunung cepet letih lesu) dan teman-teman Backpacker Indonesia (BPI 6), kegiatan perjalanan wisata yang sungguh sangat menyenangkan. Perjalanan saya kali ini adalah kali pertama saya menginjakan kaki di bumi suku Badui di Lebak Banten.  

Sudah lama sekali saya berkeinginan untuk dapat berkunjung atau bertamu ke salah satu suku pedalaman yang ada di Indonesia, tepatnya di Jawa bagian Barat. sudah bukan rahasia kalau pulau jawa adalah pulau terpadat di Indonesia, akan tetapi seakan ada mustahilnya jika masih ada suku pendalaman yang ada di Pulau ini. ya  Suku Baduy, suku ini sudah terkenal di nusantara sebagai salah satu suku pedalaman di Indonesia. Saya sudah sering mendapatkan cerita atau berita tentang kearifan lokal di suku baduy ini, akan tetapi itu hanya sebatas cerita dan berita, saya belum perna menikmati atau dengan mata telanjang menyaksikan ke khasan, satu-satunya suku pedalaman di Pulau Jawa ini. sehingga niat yang kuat untuk berkunjung ke sini sangat besar, alhamdullillah akhirnya kesampaian juga dan berhasil menginjakan kaki di tanah Banten pendalaman ini.

Suku Baduy merupakan salah satu suku pedalaman yang ada di pulau Jawa yang tepatnya di pedalaman kabupaten Lebak provinsi Banten. Saat berkunjung atau bertamu ke Tanah Baduy ini saya dapat mengenali bagaimana adat istiadat serta alam di wilayah ini. Suku baduy terdiri dari baduy dalam dan baduy luar, dari keterangan Sapri warga suku baduy bahwa suku baduy luar terdiri dari 94 dusun dan baduy dalam terdiri dari 3 dusun. Saat kami berkunjung ke baduy dalam hanya bisa masuk ke salah satu dusun baduy dalam.

Perjalanan saya bertamu ke kampung suku baduy tengah tahun 2015 lalu dengan start dari Kota Bandar Lampung, menuju pelabuhan bakauhuni mengunakan bis umum AC ekonomi dengan ongkos 30 ribu, selanjutnya dari pelabuhan bakauhuni menyebarang selat sunda menuju pelabuhan merak dengan mengunakan kapal ferry, Harga tiket penyeberangan sebesar 15 ribu, selanjutnya setelah di kapal bisa masuk ke ruangan ac dengan membayar 10 ribu. Setelah di pelabuhan merak dilanjutkan naik bis umum menuju terminal kampung rambutan dengan ongkos 25 ribu rupiah.

Bagaimana Rute Untuk Mencapai Kampung Suku Baduy sebagai berikut:
Setelah di Jakarta kita berkumpul di stasiun Tanah Abang untuk menuju ke stasiun Rangkas Bitung pada pukul 7.00 WIB. Harga tiket kereta dari stasiun Tanah Abang menuju Rangkas Bitung provinsi Banten yaitu seharga 15 ribu. Setelah tiba di Rangkas Bitung dilanjutkan menggunakan minibus elf menuju ke parkiran mobil di dekat kawasan suku badui luar tepatnya di desa Ciboleger.
rumah lumbung padi di badui luar
Sebelumnya mulai perjalanan harus mendaftar di Desa Ciboleger serta ada banyak jasa porter atau pengangkut barang dari suku baduy sendiri yang siap membantu. Perjalanan menuju tempat tinggal suku Baduy dimulai dari terminal mobil di Ciboleger  dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak, melawati perkebunan, sungai, jalan-jalan yang berliku, menanjak dan menurun, melewati kampung-kampung badui luar dan hutan lindung. Perjalanan bertamu ke suku Baduy Dalam menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam dengan berjalan kaki untuk untuk tiba disana. Disepanjang perjalanan kita akan disajikan pemandangan alam yang indah, bukit bukit, perkebunan dan hutan sekunder. yang pasti pada saat musim duren kita akan mendapatkan banyak tawaran untuk menikmati duren, tentunya kita harus beli, hehe, kan kebun orang.  Dalam perjalanan kita akan melewati banyak kampung suku baduy luar, secara keseharian dan bentuk rumah tidak begitu jauh dengan keadaan suku baduy dalam hanya saja suku baduy dalam masih memegang erat peraturan suku yang dianut.


Setelah tiba di kampung suku baduy, kelelahan yang dirasakan setelah berjalan selama kurang lebih 6 jam bisa terbayarkan dengan kondisi alam dan kearipan lokal yang luar biasa. Keramahan suku baduy serta nilai budaya timur yang sangat kental disana ditambah keselarasan dengan alam memberikan nilai kebanggaan sendiri sebagai anak bangsa. 

Ketika di kampung suku baduy dalam saya sorenya mandi di sungai, dengan mandi secara alami dan tidak menggunakan produk modern, disana saya mandi di sungai dimana sungainya yang besar yang air jernih dan sejuk. setelah mandi saya bercengkrama dengan penduduk asli yang dilanjutkan dengan makan malam bersama, hingga larut malam kamipun tertidur. setelah pagi hari kami menikmati keadaan desa dan bersera obrol dengan penduduk setempat. setelah sarapan kami siap-siap perjalanan pulang / keluar kampung baduy. 

SUKU BADUY SANGAT MENJAG ALAM
Pelajaran mengenai hidup menjadi point penting sebagai pengalaman di kehidupan alam ini, banyak makna yang dirasakan  saat berinteraksi disana yaitu orang-orang suku Baduy yang ramah atau sangat hospitality, bersahaja dan penuh dengan senyum serta menyatu dengan alam.  Dari ciri berpakaian mereka sudah memperlihatkan jati diri mereka yaitu dengan berpakaian khas disana yang terbuat dari tenunan dan tidak mengenal berbagai jenis desain baju, disana lebih banyak menggunakan pakaian warna putih yang melambangkan kesucian. Orang-orang suku Baduy Dalam  sangat menjaga alam salah satunya menjaga kebersihan, dimana saya tidak melihat sampah dibuang sembarangan baik di jalan atau di sungai sekitarnya. Selain menjaga alam, mereka juga tidak berternak binatang. Mereka percaya dengan cara tersebut akan menyakiti mahluk ciptaan Tuhan Segala Alam dan mereka lebih memilih bercocok tanam.

PERATURAN KETIKA BERKUNJUNG KE SUKU BADUY
Ketika di kampung suku baduy dalam ada beberapa peraturan yang harus  ditaati  yaitu tidak boleh berfoto atau mendukumentasikan sejenisnya, tidak boleh mendengarkan musik dengan suara keras, tidak boleh bermain HP, dilarang membuang sampah sembarangan, dan jangan berkata-kata yang tidak sopan.

Di baduy dalam kita diizinkan untuk menginap semalam dan istriahat dengan menumpang di rumah salah satu warga baduy, yang biasanya yang menjemput kita ketika di desa Cibologer, setelah kita bermalam dan membaur menjadi warga baduy kita daat menikmati suasana alam sekitarnya selanjutnya saat pulang kita bisa melewati jembatan akar yang sudah berumur puluhan tahun.
Jembatan akar yang indah di tanah badui

Jembatan akar di Baduy
Begitu indah Negeri ini, dalam artikel Bertamu ke Kampung Badui, di Lebak Banten semoga menjadi inspirasi dalam beradventure ke seluruh pelosok negeri. sayang sekali jika hanya mendengar dan melihat dari orang lain atau media, dengan melihat langsung pasti berbeda. Ayooo kita jelajah, Indonesia itu indah lohhh..

Cuii baduy itu indah bangett.. suku yang khas dan eksotik, yukk kita bertamu dan jaga lingkungan. silahkan simak video berikut ini : Bertamu ke Kampung Badui, di Lebak Banten


artikelnya ini juga dipublis di detik trevel silahkan kunjungi KLIK SINI 
Load disqus comments

0 komentar