Sunday, February 21, 2016

Goa Yang Ada Di Kota Metro : Goa Wara dan Goa Macan Putih atau Goa Sireng

Foto di goa Macan /sireng
Goa yang ada di kota Metro belum banyak orang tau, saya mendapatkan informasi adanya goa di kota Metro dari teman Metro Fotografi. Beliau adalah teman di group / komunitas METRO PHOTOGRAPHY ( Komunitas Pecinta Fotografi Metro) yang bernama akun: Mujiono Yasin, saya belum perna bertemu langsung di dunia nyata dengan beliau, hanya kenal di dunia maya / akun FB. dari komen, beliau bercerita tentang adanya goa yang terletak di dekat stadion Tejosari 24 Kota Metro: isi komen beliau bercerita "bahwa goa tersebut tempat persembunyian pejuang, jalur ledeng / irigasi tempat pelarian gerilya yang menghindari londo / (Belanda,red.) dari arah tempuran bedeng 13", lanjut di komen berikutnya "versi cerita saksi sejarah dulu disitu tempat nyumput pejuang, dan memang pernah banyak ditemukan sisa-sisa selongsong bahkan peluru aktif cuma entah baru kata berantai dan saya cari si mbahnya pejuang atau keturunannya belum ketemu". 

Dari versi cerita teman blogger di akun web: kronikastain dot com / goa-wara-wisata-alam-yang-terpendam / : yang ditulis oleh Sugianto. Dari cerita artikel yang berkunjung ke goa, yang disebut adalah Goa Wara, Beda versi yang kami dapatkan pada hari ini nama goa tersebut adalah Goa Macan Putih dan Goa Sireng. lanjut ke artikel tersebut sebagai berikut: Sebagian isi dari artikel tersebut adalah beliau mendapatkan inforrmasi dari seorang yang bernama Nasib Nasrudin: seorang laki-laki yang usianya sudah terlihat tua sedang mencari rumput untuk binatang ternak, Nasrudin bercerita " bahwa gua yang berada di sebelah selatan adalah gua macan, dinamakan demikian karena dahulu merupakan tempat bersarang seekor macan. Namun ada juga masyarakat yang menamakan dengan nama goa sireng seperti yang diungkapkan oleh Ngadimin warga bedeng 26 (sedang sama-sama mencari makan ternak). Sedangkan goa yang berada disebelah utara adalah goa wara yang artinya adalah seekor badak karena dahulu goa ini merupakan tempat badak bersarang. (jadi kebayang jaman masih hutan belantara) masiha da macan dan badak..


Begitulah sedikit nama dari goa tersebut: lengkapnya mungkin harus tanya kepada pihak yang perna mengelola ataupun para sesepuh yang tau tentang goa tersebut. 


Lanjut ke cerita potensi wisata untuk goa tersebut kembali dari ulasan Sugiono di artikel tersebut bahwa dia mendapatkan informasi : "Dua goa tersebut di era  90-an adalah daerah wisata bagi masyarakat Lampung Tengah, Lampung Timur dan daerah lain.  Dua goa tersebut berada di daerah perbatasan, goa wara berada di Lampung Tengah (sekarang masuk kota Metro), dan goa macan atau goa sireng berada di kabupaten Lampung Timur.  pengelolaan pariwisata tersebut berhenti di tengah jalan serta pada tahun 2000 enggan dirawat karena pengunjung yang tidak menetap. dan sampai hari ini goa tersebut berada pada kondisi tidak terawat. Didalam goa dulu tidak tergenang air kini banyak air, tertutup semak belukar, dan juga tertutup pepohonan".

Ya begitulah sedikit cerita yang disampaikan oleh Sugiono dalam artikelnya.



Hari ini saya berhasil menunaikan rasa penasaran saya untuk berkunjung ke goa tersebut, rasa penasaran saya yang sebelumnya diperkuat oleh teman dari Backpacker yang ingin diantar ke goa yang ada di Metro< sentak saja saat itu saya merasa bingung karena saya belum perna berkunjung ke goa tersebut, lalu saya coba langsung hubungi teman, yang asli dan besar di Kota Metro, ternyata diapun tidak tau. akhirnya rasa penasaran saya menular ke teman saya tersebut. sejak itu niat teman Backpacker untuk ke goa tersebut ditunda karena tidak ada yang bisa anter.

Di lain hari, hasil diskusi dengan teman, kita sepakat mengisi hari peduli sampah nasional dengan mengunjungi dan berkontribusi untuk aksi lingkungan. aksi lingkungan yang kita diamanahkan dengan memunguti sampah yang ada di jalur menuju goa tersebut : simak Foto di artikel : Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional : Bersih Sampah Plastik di Goa Kota Metro kegiatan tersebut kita tunaikan dengan sukses pada hari minggu ini.
Di belakang pemancing tersebut sudah tambak dinding goa warna putih

Untuk Mencapai 2 goa tersebut tidak sulit karena letaknya juga relatif mudah dijangkau. tetapi untuk mencapai ke mulut goa tidak bisa dengan menggunakan kendaraan, melainkan harus ditempuh dengan jalan kaki. jalan untuk me sana harus melewati persawahan dan menyeberang kali (sungai kecil).


mulut goa wara yang kami kunjungi pertama di Kota Metro

Tulisan yang terdapat di depan goa 
Rute ke goa tersebut dari Pusat Kota Metro (Taman kota/Masjid Taqwa)  dengan kendaraan menuju ke arah 24 tepatnya stadion Tejosari Kota Metro. setelah di depan stadion, ambil jalan ke arah kanan tepat arah SUTET (pusat pengendali listrik tegangan tinggi) 50 meter sebelum sutet ada jalan yang baru diunderla/ batu-batu kasar, ke arah kiri, ikuti jalan tersebut hingga masuk hutan primer. di dalam hutan akan terlihat sawah dan kali. jika dalam keadaan bersih dinding batu samping goa sudah terlihat dengan berwarna putih. Di dalam hutan dan turunan ini kendaraan tidak dapat lagi masuk. terpaksa diparkir di sana,  saat diparkir harus ada anggota / teman trip yang jaga kendaraan karena dari informasi warga disana daerah tersebut rawan curamor. atau sebaiknya motor dititip di rumah warga di sekitar stadion. Lanjut rute ke goa, dari hutan dan ikuti jalan setapak dan menyebrang sungai hingga ke mulut goa, yang nampak dengan dinding seperti batu putih. 
Hasil jepretan dari dalam goa wara ke arah luar goa, tampak 2 orang teman menunggu di mulut goa
Kondisi goa, penampakan dari luar: mulut goanya tidak begitu besar, di mulut goa kita bisa bertuduh dengan berdiri, tetapi setelah masuk 2 meter kita harus setengah berjongkok karena tinggi goa hanya sekitar 3/4 - 1 meter. setelah di dalam kita bisa melakukan berdiri lagi akan tetapi kondisi berair dan berlumpur hingga sampai betis orang dewasa. Kemudian di dalam goa terdapat beberapa lobang-lobang kecil yang menurutku itu terbuat karena binatang-biantang yang ada di dalam goa tersebut. Kedalaman goa ini kemungkinan sekitar 8-10 meter. Dinding-dinding goa dari pengamatan saya (senaja saja pegang dan amati lebih dalam) merupakan jenis tanah yang mengeras tetapi mudah dipecah. bukan jenis batu-batu yang keras, sehingga rasa kawatir saat di dalam goa sangat tinggi sekali "takut ambruk". tapi disinilah para ahli giologi bisa berbicara lebih, ayoo silahkan yang mau meneliti.. Di dalam goa ini banyak kekelawar dan ada beberapa kodok serta ada tikus yang kami temui. Bau kotoran kelelawar sangat menyengat sekali di dalam goa tersebut. sekian lama di dalam goa, badanpun mulai panah dan butuh napas segar sehingga saya yang pertama kali masuk mejadi yang pertama kali juga keluar,... hahaha.. setelah saya keluar, lalu digantikan oleh teman-teman yang masih menunggu mulut goa. saya sendiri mengabadikan foto-foto di mulut goa.
Kelelawar yang ada di dalam goa wara

 Selang beberapa waktu 4 teman yang masuk, kemudian keluar, tinggal tersisa di dalam 2 orang lagi, dan suarapun terdengar memanggil namaku, sentak saya segera masuk, ternyata teman sangat kaget karena melihat tikus yang memangsa kelelawar yang ada di dalam goa tersebut, dan teman tersebut bertanya bagaimana bentuk dari kotoran kelelawar tersebut. Setelah cukup lama dan cukup gerah di dalam kamipun keluar goa. tapi sangat disayangkan saya tidak membawa peralatan yang memadai untuk mengabadikan dalam goa. baterai head lamp: low, dan lupa bawa flash. ya begini kalau sindrom mendadak..hehehe.. 

setelah dari goa pertama yang disebut goa macan putih kami bergeser ke air terjun mini yang ada di sebelah kanan goa dengan melewati sedikit semak belukar, kira 20 meter dari goa tersebut. stelah di air terjun mini Laju teman2 langsung bersih-bersih plastik di air terjun mini tersebut. setelah itu mereka mandi ceria di air terjun itu.. seru juga.. kayak ndak perna nemu air gitu..ckckckckc.. 

Saat di air terjun ini kami disamperi oleh bapak yang punya sawah, dia mengeluh bahwa sawah dia, pelangnya sering rusak karena diinjak oleh anak-anak sekolah dan anak pramuka. ya hal tersebut agak susah untuk diberi masukan karena kitapun tidak tau siapa anak-anak sekolah itu. Kamipun berusaha mengalihkan keluhan bapak tersebut dengan bertanya dimana goa yang kedua, ya beliau menyebutnya goa sireng, dan letaknya kira2 di ujung sawah bapak tersebut. kamipun bergegas kesana.



Setelah dari air terjun kami lanjutkan jalan lurus menyusuri sungai ke goa kedua yang ada sekitar 50 meter dari air terjun. di goa kedua ini ditutupi oleh semak belukar, kitapun harus menyeberang sungai lagi untuk mencapai mulut goa. mulut goa ini lebih luas. di depannya kita bisa berteduh dengan jumlah orang bisa 20 orangan. tetapi di dalam goa kedua ini, jauh beda dengan goa pertama. goa ini ukuran tinggi lebih kecil kira-kira hanya 1 meter dan digenangi air dan berlumpur hingga tumit. air genangan di dalam goa ini lebih jernih, tetapi karena kita masuki jadi keluh.. maaf ya.. sampai ke ujung goa tetap semakin sempit. kedalaman goa ini kira-hanya kurang lebih 5 meter.

goa macan yang kedua kami kunjungi 


mereka mengintip ke dalam goa macan, sebelum masuk. 

Videonya bisa disimak di sini



Read more

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional : Bersih Sampah Plastik di Goa Kota Metro

Bersama para pejabat inti himpunan mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UM Metro : Asosiasi Mahasiswa Pendidikan (AMPIBI), saya bersama dosen Bapak Suharno Zen, M.Sc. menggagas dan mengisi hari peduli sampah  nasional yang jatuh pada hari ini, hari minggu tanggal 21 Februari 2015,  dengan kegiatan berkunjung dan memunguti sampah yang ada di jalur ke goa Macan Putih dan goa Sireng yang ada di kota Metro. kegiatan dimulai di daerah Sutet PLN di sampai stadion Rejosari 24 Metro Timur, daerah persawahan, Hutan primer, Sungai hingga di sekitar goa macan putih dan, air terjun dan berakhir di goa Sireng.  Untuk artikel  tentang goa di kota Metro kunjungi : Goa  Macan dan Goa Sireng di Kota Metro 

Kegiatan tersebut tergolong terencana dengan cepat karena tidak sempat mengumpulkan masa lebih banyak, hanya saja ketua dan beberapa mahasiswa yang tergabung di Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lampung, bersedia untuk diajak mengisi hari peduli sampah nasional pada hari libur ini. Kami berjumlah 7 orang : saya sendiri, Bapak Suharno Zen, M.Sc. (dosen Prodi Biologi), Prio Eko Gunanto (ketua AMPIBI FKIP UM Metro), M. Andi Firman, Rudi Hartanto (mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UM Metro), Sigit (mahasiswa ekonomi UM Metro, dan Purwadi (mahasiswa pascasarjana Pendidikan Biologi UM Metro)   kegiatan yang dilakukan kurang lebih setengah hari tersebut cukup menyenangkan karena semangat masing-masing peserta begitu antusias. Semoga semangat anak muda yang lain tidak kalah dengan semangat kami. berikut ini saya dokumentasikan kegiatan tersebut : 
awal kegiatan dengan menumpang parkir dan membersihkan sampah yang ada di sekitar sutet PLN
awal kegiatan kita narsis dulu, mumpung masih bersih dan ganteng
menyusuri jalan dan memungut sampah yang ada di sepanjang jalan menuju goa di kota Metro 
memberishkan sampah di sekitar goa macan putih 
selesai memunguti sampah plastik, narsis dulu di mulut goa macan
ayoo jaya selalu AMPIBI
memunguti sampah di area persawahan 
Lanjutkan perjalanan ke air terjun
sampah plastik bekas kegiatan di air terjun mini dibersihkan bersama
terakhir di goa sireng. ayoo kita bisaaa
 ALLAHUAKBAR

Read more

Saturday, February 20, 2016

Kebun Karet Dekat Karang Anyar : Tempat Kekinian Paling hit Di Lampung Awal Tahun 2016

Sudah lama selintengian cerita dari teman - teman yang suka foto-foto, "menyatakan bahwa ada tempat bagus untuk foto-foto, baik itu foto model atau tempat prewedding". dan sayapun beberapa kali melihat foto-foto teman di group couchsurfing Lampung bernarsis di kebun karet tersebut. Bayangan saya saat itu ya memang bagus latar belakang atau background foto jika dilakukan di hutan karet selain teduh tetapi jejeran pohon karet yang rapi akan menambah daya tarik suatu foto.  Namun beberapa hari ini pikiran ku mulai terganggu saat beberapa teman mengirimkan foto melalui  akun media sosial foto yang berlatar belakang pohon karet yang seolah-olah membentuk terowongan di jalan raya. ditambah lagi dengan beberapa  posting teman-teman di facebook dengan bergaya khas masing-masing di lokasi tersebut. ya disinilah tempatnya KEBUN KARAT DI WILAYAH ANTARA SUKA DAMAI DAN KARANG ANYAR LAMPUNG SELATAN.


Kebun karet yang saat ini mulai menyedot para anak muda dan ataupun anak alay untuk berdatangan ke lokasi ini untuk menunaikan hasrat selfie dan atau ikut tren kekinian, berfoto ria di lokasi ini. sacara detail saya tidak begitu mengerti apa nama perkebunan karet tersebut, apakah perkebunan itu milik warga atau milik perusahaan atau lagi milik PTPN saya tidak tau. tetapi kebun karet ini terletak di jalan raya yang menghubungan Metro Kibang dengan Karang Anyer/ Way Kandis Bandar Lampung. Kebun karet tersebut pastinya terletak di wilayah Kabupaten Lampung Selatan karena plank yang saya temui lokasi tersebut terletak di kabupaten tsb.  

Setelah dari komen teman di facebook dan pembaca, ternyata letak nama kebun karet tersebut adalah kebun karet Trikora desa Rejomulyo kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, Perkebunan itu milik Perusahaan PTPN VII 

Siang ini saya menjalankan keinginan untuk pulang ke Bandar Lampung dengan melalui jalur itu, sejak kerja di Kota Metro, saya tidak perna melewati jalan ini karena terkenal dengan jalannya yang kurang bagus. tetapi hari ini saya ingin melihat langsung kebun karet yang menjadi tempat kekinian anak muda sekitar bandar Lampung dan Kota Metro saat ini, jadi kenyataan.  Sepanjang jalan memang saya masih  banyak menemui jalan yang berlobang dan kurang rata. sehingga untuk kendaraan yang masih bagus disayangkan jika lewat sini, takut lecet..xixixixix.. canda ding.. jangan serius serius gehh.. lanjut yukk 

Lokasi Kebun karet tersebut cukup luas, ada banyak titik untuk berfoto ria tetapi ada satu titik yang sangat menarik perhatian saya yaitu tepatnya di daerah pohon-pohon karet yang membentuk seperti terowongan.. sangat indah sekali.ada kesan-kesan eksotik giman gitu.. . tepat lokasinya di samping sungai Way kandis. ingat ada sungai Way kandis, jangan sampai Kebablasan ya..  
Di saat itu juga saya menemukan banyak sekali anak muda yang sedang asik nongkrong: banyak berpakaian sekolah, dan ada beberapa berpakaian rapi ala anak kuliahan dan bahkan banyak para bapak-bapak sedang menggembalakan sapinya, hehe..  di lokasi itu juga, ada beberapa pasangan yang mojok diantara pohon-pohon karet tersebut. wahh wahh .. pokoknya begitulah keadaannya.. 
Dalam keasikan mereka foto-foto terkadang terdengar suara klakson kendaraan yang begitu kuat, karena banyak para pengendara jalan merasa terganggu dengan tingkah laku mereka yang asik fotofoto di jalan raya tersebut. sepertinya para pengendara harus sabar jika melewati daerah ini karena tingkah dari anak anak muda tersebut.

Lengkapnya yuk kita simak foto-foto berikut ini : semoga terhibur, jangan lupa masukannya di komentar.. 





 

 


 

saksikan video berikut ini bagaimana kondisi kebun karet tersebut
Read more

Friday, February 19, 2016

Tempat tempat Kekinian dan Potensi Wisata Di Kota Metro Lampung

Beberapa hari lalu, hp saya berdering,kemudian saya angkat, ya salah satu teman backpacker menghubungi saya, menyatakan bahwa dia sedang ada kegiatan di Kota Metro Lampung, singkat cerita beliau menanyakan tempat-tempat wisata di Kota Metro: apa nama dan di bagaian mana kota Metro?  Yup, itulah sekian kalinya teman-teman dan keluarga yang sedang  atau ingin berkunjung ke Kota Metro selalu menanyakan tempat-tempat wisata yang indah di kota dengan seloga kota Pendidikan di Lampung ini. Dari dasar itu berikut ini saya coba berbagi tempat-tempat yang lagi hit atau bahasa anak gaul, yang lagi kekinian di Kota Metro.  Saya sebagai warga baru Kota Metro tergugah untuk memperkenalkan kota ini agar menambah referensi buat khalayak ramai ketika berkunjung di Kota Metro.

1. Mesjid Taqwa dan Taman Merdeka Kota Metro 
Lokasi ini sudah tidak asing lagi bagi warga kota Metro ataupun orang yang perna datang di kota Metro karena lokasinya terletak di jantung kota Metro, serta dilewati jalan utama yang membelah kota Metro. Di masjid Taqwa anda selain beribadah bisa untuk beristirahat menghilangkan penat atau lelah, sedangkan di taman merdeka / taman kota dengan adanya tugu di tengah-tengah taman, letak taman ini pas di depan mesjid Taqwa, disini anda bisa berteduh sambil menikmati makanan jajanan di sekitar taman tersebut. 
Kedua lokasi ini sering sekali digunakan para anak muda untuk selfie dan bergaya kekinian, terutama dalam update status di sosial media, facebook, path, intagram, twitter, dll. 


2. Dam raman Di Metro Utara 
Dam raman merupakan bendungan air irigasi yang ada di perbatasan kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah tepat nya kecamatan Sritejokencono, Dam ini cukup luas, akan tetapi dam ini sudah tertutup oleh tumbuhan eceng gondok sehingga airnya tidak terlihat luas. di sekitar dam ini anda bisa menikmati pemandangan pohon-pohon yang ditanam di sepanjang dam ini. 
Untuk mencapai dam ini: dari Pusat Kota Metro ke arah utara, atau ke arah 28.  sama seperti tempat wisata lain tempat ini selalu digunakan untuk ajang silfie dan foto-foto. 

3. Jembatan Gantung Pelita Di Bantul Metro Selatan 
Jembatan ini dikenal sebagai jembatan tertua yang ada di kota Metro, jembatan ini duluan adalah jembatan utama dalam menghubungkan kota Metro dengan daerah Metro Kibang, dengan berkembangan daerah, jalan ini tidak digunakan lagi untuk jalur jalan utama, tetapi masih sering digunkan untuk warga sekitar. Jembatan ini terletak di daerah Metro Selatan yang berbatasan langsungan dengan Metro Kibang Lampung Timur.  untuk mencapai ke jembatan ini dari Pusat Kota Metro ke arah utara, atau ke arah  Metro Selatan,  Lokasi jembatan ini bersebelahan dengaan ;lokasi bumi perkemahan Kota Metro. 


4. Jembatan Gantung 28 di Metro Utara 
Lokasi Jembatan ini adanya di daerah 28 Kecamatan Metro Utara, Jembatan ini sering digunakan warga untuk menyebrang ke daerah persawahan di sebelah seberang. namun jembatan ini sering menjadi tempat ajang foto-foto bagi kawula muda. Untuk mencapai jembatan ini rutenya sama dengan ke arah dam raman: dari Pusat Kota Metro ke arah utara, atau ke arah 28, setelah mecapai daerah pesantren cari pank jalan seriti 2, kemudian jalun terus ke jalan jembatan gantung. 


5. RusunNawa Iring Mulyo Metro Timur dan Taman Ki Hajar Dewantara
lokasi ini adalah bangunan baru dari Pemerintah Daerah Metro, Rumah susun warga dibuat dengan bertingkat dan terdapat lapangan olahraga di depan bangunan tersebut, selain itu diseberang jalan di Rusunawa terdpat taman kecil yaitu Taman Ki hajar Dewantara, sehingga menjadi magnet bagi anak mudah untuk berkunjung dan bermain di kawasan ini. pada sore hari dan weekend kawasan ini selalu ramai oleh anak muda baik itu nongkrong ataupun berolahraga. Lokasi tenoat ini di Metro Selatan, dikenal dengan daerah kampus, karena bersebalah langsung dengan kampus Universitas Muhammadiyah Metro dan STAIN Jurai Siwo.
 
  

6. Sawah Bertingkat di Bantul Metro Selatan 
Jika anda ke daerah Metro Selatan atau melewati daerah ini pasti anda akan disajikan pemandangan sawah yang luas, dan lebih asiknya lagi sawah-sawah yang bertingkat. walau tingkatannya tidak begitu tinggi seperti persawahan di pegunungan namun kawasan ini bisa menjadi alternatif untuk meneduhkan mata. 




7. Stadion tejosari 24 Kota Metro 
Stadion sudah tidak asing lagi sebagai tempat para penggemar bola bermain disini, namun  mmenjadi tempat anak-anak muda, baik itu olahraga, sekedar nongrong atau senaja untuk berfoto-foto karena di sekitar stadion adanya hutan primer dan persawahan yang teduh. sehingga menjadi pemicu untuk datang ke sini. 

8. Kampus Baru STAIN Jurai Sewo 38 dan Sawah Di Belakanganya
Sejak awal pembangun gedung baru kampus STAIN Jurai Siwo, sudah menjadi tempat kekinian para anak muda Kota Metro dan sekitarnya karena kawasan ini, selain eksotik bentuk bangunan yang belum jadi, di dukung dengan adanya hanparan sawah di belakang gedung tesebut. 

Ya begitulah sekelumit catatan tentang tempat kekinian dan yang bisa menjadi tempat berwisata gratis di kota Metro, 
semoga berkenan, jika ada masukan silahkan tinggalkan di komentar. 
Read more

Thursday, February 18, 2016

Model Hijab : Senior mengajari Yunior

Lokasi : Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung
Talen : Zenia, Armitalia, Diania dan Dinia 

sebagai yang sudah berpengalaman Zenia mengajari kepad adik adiknya bagaimana cara bermake up, cara memakai hijab, berpakaian dan yang penting ketika didepan kamera.

Armitalia, cepat sekali dia menangkap ilmu yang diberikan oleh seniornya. bagaimana wajah dan ekspresinya ndak kalah kan dengan model International.. hahahaha

sempat dikomentari oleh teman fotografer, wajahnya cantik seperti bidadari sedang makan permen.. bunga yang di tangannya dianggap permen lolipop.. ada ada saja..

New comer juga: Diania, dikomenterai teman juga wajahnya innocent gitu.. wahhh masih lugu sekali ya .. heheh

ya ini Zenia, model yang sduah hampir 2 tahun selalu hounting bareng dengan saya. selain model, dia juga ternyata sering beralih menjadi fotografer juga.. mantappp.. kayak saya dulu, pensiun dari narsis, eh malah jadi tukang foto orang narsis.. ckckckck

bagaimana, ada masukan buat penampilan ini? dari makeup, costume, dan ekpresinya??

Read more