Sunday, March 27, 2016

Air terjun Sinar Tiga Padang Cermin Pesawaran Lampung

Air terjun Sinar Tiga  yang terletak di dusun Sinar Tiga Desa Harapan Jaya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, indah dan tinggi. Debit air terjun ini tidak begitu besar tetapi karena jatuh dari ketinggian sekitar 20an meter ini (perkiraan saya) sehingga menampilkan suasana cukup indah dan sejuk. Tempat ini belum banyak orang yang tau, terutama anak-anak alay, tetapi mungkin ke depannya bisa menjadi tempat kekinian bagi anak muda, khususnya anak-anak alay di wilayah Pesawaran dan Kota Bandar Lampung.  Di tempat ini belum dikelola oleh pihak yang berkompeten di daerah ini, saat kita masuk kesanapun belum ada biaya / tiket masuk dan parkirpun masih menumpang di rumah warga. Semoga aja tetap gratis jadi makin banyak yang datang.  Hehe..  


Saya mendapatkan informasi air terjun ini kira-kira 3 tahun yang lalu oleh Rico Royco, saat itu dia memposting foto air terjun tersebut di media sosial facebook, saat itu saya tertarik untuk berpergian ke air terjun ini, tetapi berjalannya waktu akhirnya terlupakan juga, hingga 2 minggu lalu teman di group coucsurfing Lampung : Mamik Mimiko dan Reni Muliana, berbagi foto saat mereka di air terjun ini. dari foto tersebut cukup membuat saya terpacu untuk segera pergi kesana, serasa ada ego sendiri, masak ketinggalan dengan anak-anak alay Lampung, hehehe.. Lalu saya coba searching di internet dan mencari informasi tentang air terjun tersebut termasuk ke blog miliknya om Yopie Pangkey yaitu : Keliling Lampung.   daripada itu Alhamdulillah tercapai juga keinginan untuk merasakan sensasi di air terjun Sinar Tiga ini. Subhanallah.. Bagus dan sensasi baru..

Rute ke air terjun Sinar Tiga Padang Cermin tersebut yaitu:  jika dari Kota Bandar Lampung mengambil jalur ke arah Kecamatan Padang Cermin atau jalur jalan utama ke arah tempat wisata pantai mutun / pahawang/pantai Klara hingga tiba di Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Menuju air terjun atau curup ini terus mengikuti jalan utama hingga sampai di pertigaan Padang Cermin, di pertigaan tersebut akan menunjukan arah, jika ke kiri akan menuju Punduh Pidada / Kiluan, sedangkan ke arah kanan menuju ke Kedondong. Jika tiba di pertigaan ini maka ambil jalur ke arah Kedondong, dari pertigaan tersebut akan melewati desa Khepong, setelah itu masuk ke desa Way Urang, dari perbatasan Desa Khepong dan desa Way Urang sekitar 500 meter ada jalan masuk ke arah kanan, ikuti jalan tersebut lurus  hingga melewati dusun sinar satu, sinar dua hingga sampai di dusun sinar tiga, kondisi jalannya  masih banyak underla dan menanjak tetapi bisa dijangkau oleh kendaraan beroda 4. Untuk mencapai air terjun yang terletak di dusun sinar tiga ini, kendaraan hanya bisa mencapai ujung dusun ini, di ujung dusun ini terletak rumah terakhir dengan nama pemilik adalah Ibu Fatimah (kalau tidak salah) dan suaminya ada pak RT dusun tersebut. Kendaraan biasa menumpang parkir di rumah tersebut. Selanjutnya dari rumah itu untuk menuju air terjun harus jalan kaki yang ditempun sekitar 20 menit (jika para petualangan bisa dengan waktu tempuh sekitar 10 menit). Kondisi jalannya setapak dan menanjak, dalam jalan kaki ini bagi yang hoby selfie tidak terasa sudah mencapai air terjunnya karena di sepanjang jalan yang menyusuri tepi sungai  ini,  disajikan perkebunan kakao/coklat, perkebunan kopi dan hutan. Kondisi tersebut begitu dekat dengan alam diiringi banyak suara serangga dan burung. 
Untuk mencapai ke dusun Sinar Tiga ternyata bisa juga di jangkau dari pasar kluwih. Jika dari pasar kluwih masuk kanan tepat jalan samping kantor kecamatan di pasar kluwih tersebut. Sama kondisi jalan yang menanjak dan beberapa masih underla.

Setelah tiba di air terjun tentukan anda akan disajikan pemandangan yang begitu indah, air yang jatuh dengan hembusan embun yang sejuk, selain mendapatkan pemandangan air terjun anda juga bisa merasakan sejuk dan jernihnya air tersebut, sehingga hasrat ingin mandipun begitu menggebu.

Pengalaman saya pada saat mandi di air terjun tersebut saking asiknya menikmati air yang sejuk dan hembusan embun dari air terjun tersebut serta bermain dibatuan, seketika kaget karena di tubuhku banyak ditempeli semacam binatang kecil hitam mirip lintah / pacet, seukuran lidi dengan panjang sekitar 1 cm, ada yang lebih kecil lagi, sentak diri langsung kaget, pikiran langsung langsung apakah ini lintah, tapi ukurannya kecil, saat itu langsung saya bilas badan dengan air sehingga binatang kecil tersebut banyak hayut, yang tersisa di badan langsung saya buang dengan tangan. Pada saat itu juga saya langsung berhenti mandi dan segera mengganti pakaian.  Dalam benak selalu terpikir binatang apakah itu? Hingga ketika turun dari air terjun dan berdiskusi dengan ibu Fatimah, beliau menyampaikan bahwa nama binatang tersebut warga sekitar menyebutnya LINGSEP dari penjelasan ibu tersebut “binatang itu juga sama dengan Lintah suka menghisap darah manusia akan tetapi binatang tersebut jika menghisap darah, jika kenyang maka tidak akan lepas dari tubuh tapi memuntahkan darah yang dihisap, lalu akan menghisap lagi. Berbeda dengan lintah atau pacet, jika menghisap darah dan kenyang akan melepaskan diri dari inangnya” lanjut tutur ibu tersebut “ binatang itu ditakutkan jika masuk kebagian lobang tubuh manusia, seperti hidung, telingah, bahkan lubang kemaluan, binatang itu tidak mau keluar”. Waw serem..  Saya saat itu langsung merasa takut, karena yang menempel di tubuh saya tadi cukup banyak mungkin puluhan. saya itupun saya langsung menumpang  ke kamar mandi untuk memeriksa lagi seluruh tubuhku, khawatir ada yang tersisa di tubuh. Alhamdulilah setelah saya periksa tidak ada, dan saya juga merasa tenang karena saya saat mandi di air terjun tersebut menggunakan pakaian dengan dalaman celana renang sehingga sempit dan aman.

Selanjutnya dari obrolan dengan Ibu RT tersebut berlanjut kegiatan atau aktivitas warga sekitar dan status lokasi tersebut. Ternyata letak dusun sinar tiga ini berbatasan langsung dengan hutan kawasan/ hutan lindung dan terletak di lereng gunung Pesawaran. Letak air terjun itupun masih dalam kawasan hutan lindung.


Saat di air terjun tersebut ada rasa kecewanya karena banyak ditemukan sisa-sisa sampah non organik seperti sampah plastik, sisa botol minuman dan lainnya. Alhamdulillah beberapa peserta trip kali ini, tanpa perintah dengan inisiatif sendiri mengumpulkan dan mengambil sampah tersebut serta dibawa turun. Semoga tempat ini tetap lestari dan bisa menambah ekonomi masyarakat sekitar. 
Berikut foto-foto selama di air terjun tersebut: semoga bermanfaat..
sepanjang jalan menuju air terjun kita bisa menyusuri sungainya
airnya yang sejuk dan jernih 
bagian atas air terjun 
foto lengkap badan air terjun sinar tiga padang cermin
embun dari air terjun yang sejuk 
maju terus
kerja sama harus selalu dijaga
Berikut ini video bagaimana keadaan asli air terjun sinar tiga Pesawaran Lampung, selamat menikmati:
Read more

Monday, March 7, 2016

Sawah Bertingkat Di Bantul Metro Selatan : Tempat Nongkrong Anak Kekinian

Sore ini cuaca terang dan sedikit berawan, ku ambil tas kameraku dan langsung tancap gas menuju Bantul Metro Selatan. Setelah sampai di lokasi apa daya cuaca berubah menjadi mendung sehingga harapan semula ingin mengabadikan sunset/ matahari terbenam di balik tumpukan teras-sering di persawahan di daerah selatan kota Metro ini tidak jadi kenyataan. Namun untuk mengisi waktu yang sudah kepalang tanggung sudah di lokasi, saya tetap abadi dengan menggunakan kamera pocket pemandangan yang saja lihat. Di sela-sela saya menjepret pendangan sawah tersebut, saya menyaksikan banyak anak muda yang sedang asik berfoto ria, ada diantara mereka menggunakan kamera DSLR, walaupun sebagian besar mereka menggunakan kamera hp dan tongsis. Saya amati mereka selain ada beberapa group berfoto selfie ada juga sekedar duduk nongrong di pinggir sawah dan  duduk di sepeda motor mereka. ternyata daerah ini sudah menjadi bagian tempat nongrongnya anak-anak muda di Kota Metro baik itu untuk tampil kekinian di media sosial ada juga sekedar duduk-duduk dengan candaan khas masing-masing. 

Mungkin ketika berkunjung ke sini ada diantara mereka merasa kurang berkenan dengan adanya tower-tower listrik yang melewati persawahan ini sehingga menjadi terkesan tidak alami lagi, tapi ibarat nasi sudah jadi bubur, tinggal menikmati saja yang ada, jikapun adanya tower-tower tsb menjadi nilai tambah tersendiri.. hehehe.. 


Dari pengamatan saya, lokasi ini sebenarnya sangat menyejukan mata dengan hamparan hijau padi yang masih segar-segarnya tumbuh, teras sering yang cukup, selain itu indah dan damai. sehingga sangat potensi untuk di jadikan tujuan wisata lokal, dengan cara dibentuk tempat duduk yang khas, pepohonan yang rindang dan tempat parkir yang pas. sehingga tidak akan sedikit yang berkunjung ke sini tetapi bisa menjadi tempat lepas penat dan lelah dibalik kesibukan sehari-hari. Dari kaca hemat saya sebaiknya jika pihak yang berwenang terhadap wisata dan tata kota Metro, sebaiknya dibuat konsep alam dan minim bangunan beton jadi dibuat semaksimal mungkin dibuat alam persawahan dan pedesaan.  ya semoga bisa teralisasi dan bisa menambah pendapatan penduduk tanpa harus mengubah keasliannya.

ya demikian sedikit cerita saya sore ini tentang sawah di Bantul Kota Metro Lampung,semoga berkenan dan bermanfaat. 

Read more

Tuesday, March 1, 2016

Air Terjun Curup Mabar Jaya Di Desa Sukaraja Kec. Way Tenong Lampung Barat

Air Terjun atau Curup Mabar Jaya yang terletak Di Desa Sukaraja Kec. Way Tenong kabupaten  Lampung Barat belum banyak diketahui orang, mungkin hanya sebagian kecil warga Way Tenong yang tau jika di atas bukit mabar terdapat sebuah air terjun yang tinggi dan tersebunyi. Potensi air terjun ini kedepannya bisa menjadi tempat kekinian atau tujuan wisata lokal di wilayah Way Tenong dan Lampung Barat umumnya. Jika jalannya dibersihkan untuk mencapai air terjun ini tidak begitu sulit. Kedepannya diharapkan tempat ini bisa menambah pendapatan bagi warga sekitar.   Keasikan di air terjun ini adalah airnya yang segar dan bentuknya yang memancur menjadi sensasi sendiri saat mandi dihempasan air tersebutbisa jadi pijit alternatif.. hehe, serta sumber air terjun ini adalah merupakan sumber air yang kecil sehingga pada saat musim hujan tidak khawatir terjadinya air bah, karena salah satu yang menjadi sumber waspada saat berkunjung ke air terjunnya yaitu terjadinya air bah. Air bah biasanya muncul ketika terjadi hujan d hulu. tetapi di air terjun ini sepertinya jauh dari itu. 

Sumber mata air di air terjun ini tidak begitu besar akan tetapi karena jatuh dari ketinggian memberikan percikan yang begitu indah. dari kejauhan air terjun ini sudah tampak, sewaktu saya kecil air terjun ini adalah salah satu tempat bermain saya dengan teman-teman sekolah, pada saat itu air terjun ini 7 tingkat akan tetapi saat saya kunjungi tinggal 2 tingkat, sedangkan tingkat yang dibawahnya sudah dibuat oleh warga setempat untuk pembangkit listrik tenaga air.

Untuk mencapai air terjun ini. jika anda dari dari Kota Bandar Lampung ditempuh kurang lebih 4 jam, terus ke arah kota Liwa dengan melewati Kota Bumi  terus Bukit Kemuning lalu Ke arah Liwa ketika sampai di kecamatan Way Tenong, anda sebaiknya tanya dimana desa Suka Raja (di daerah ini pada umumnya rumahnya bentuknya sama yaitu rumah panggung) setelah di desa Suka Raja anda cari simpang Mabar, setelah di persimpangan ini (simpangnya samping Indomart) anda masuk jalan ini dengan rute pertama turunan ke sungai, setelah lewat sungai kondisi jalan menanjak hingga puncak, setelah di puncak anda akan disajikan pemandangan alam yang begitu indah, di bagian bawah akan terlihat perumahan warga di Kecamatan Way Tenong. setelah anda di puncak anda akan melewati sekolah SD dan beberapa rumah warga, anda terus jalan hingga bertemu turunan kecil, di turunan ini akan ada jalan setapak ke arah kiri, anda ikuti jalan setapak tersebut, untuk kendaraan roda dua bisa sampai hingga di atas air terjun, anda bisa menitipkan motor ke rumah warga yang ada di atas air terjun tersebut. untuk mencapai air terjun anda harus turun ke bawah hingga nanti tampak air terjunnya.  
Selamat berpetualang... 

    












Video lengkapnya silahkan simak 


Read more

Puncak Rest Area Lampung Barat : Tempat Nongkrong Anak Muda


    Puncak Rest Area  yang terletak di daerah bodong Kecamatan Sumber Jaya  merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Lampung Barat, Tempat ini merupakan puncak dengan pemandangan pegunungan Bukit Barisan Selatan sebagai sumber daya tariknya. selain pemandangan pengunungan di sini kita bisa menikmati matahari terbit dan matahari tenggelam jika kondisi cuaca mendukung. selain itu pemandangan kabut di pagi hari atau disebut misty morning begitu mempesona   dan eksotik. 
di atas puncak pada waktu kabut serasa di atas awan.. ini kondisi mendung, bagai menjuluk awan

     Rute untuk mencapai lokasi ini dari Kota Bandar Lampung kurang lebih 4 jam terus ke arah kota liwa dengan melewati Kota Bumi  terus Bukit Kemuning lalu Ke arah Liwa ketika sampai di Sumber jaya. dari sumberjaya terus dengan disajikan jalan yang berliku dan menanjak, hingga sampailah di Rest Area Puncak  Bodong, disini anda akan melihat Tulisan Besar BUMI SKALA BHRAK, di rest area ini terdapat masjid puncak yang cantik. di puncak ini sudah dibangun patung Muli yang di dampingi oleh para penggawanya.   
patung Bumi Sekala Bghak

Sambil menikmati indahnya pemandangan jangan lupa untuk sembah sujud di Mesjid ini. Mesjid yang cantik dan mewah

Ciri khas jalan pegunungan adalah berliku-liku dan menanjak

Lalu lalang kendaraan di jalan yang berliku bagaikan menyaksikan sebuah sirkuit

Terbang diawan.. ayoo yang hoby lepitasi disinilah tempatmu


Menjalang sore dan cuaca terang, daerah ini selalu dihampiri oleh para anak muda dan selfie kekinian

Video Rest Area Puncak Bodong Sumber Jaya Lampung Barat 

Read more