Wednesday, September 21, 2016

Pelatihan Teknologi Pembuatan Pakan Alternatif dari Bahan Baku Onggok bagi Peternak Bebek

Kegiatan pelatihan yang telah diadakan pada hari rabu tanggal 21 September 2016 lalu  merupakan rangkaian pengabdian masyarakat dalam program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) yang ketuai oleh Yateno, S.E. M.M dan Widya Sartika  Sulistiani, M.Sc. dari Universitas MUhamamdiyah Metro.
 
Pada kegiatan ini dengan sasaran utama adalah masyarakat peternak dimana yang hadir dar Kota Metro, Lampung Tengah, lampung Timur dan bahkan Lampung Selatan, kegiatan pelatihan ini diadakan di kediaman Indarto di jalan Ambon No18 Banjar Sari Metro Utara.   
Pada pelatihan dengan serangkain acara  dengan materi yang diisi oleh beberapa pakar dibidang peternakan yaitu : pertama dari pak Benhard Purba S.Pt. dari dinas pertenakan Metro, dengan materi tentang budidaya ternak. selanjutnya materi dari bapak Indarto sebagai praktisi di bidang budidaya bebek yang sudah sukses di Lampung. dan terakhir dari bapak Yateno, S.E. M.M dan Widya Sartika  Sulistiani, M.Sc. dimana materinya tentang hasil analisis laboratorium tentang kandungan gizi bahan sebelum dan sesudah permentasi. 

Dari hasil pelatihan ini banyak sekali manfaat yang didapat dimana: Lampung adalah penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia. Sisa atau limbah padat hasil pembuatan tepung tapioka yang berasal dari umbi singkong adalah onggok.  Onggok merupakan material yang kaya akan karbohidrat dan rendah protein. Oleh karena itu onggok perlu diproses terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan gizinya. Teknologi fermentasi merupakan teknologi yang tepat digunakan untuk meningkatkan kandungan gizi dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai karbohidrat yang terkandung pada onggok. 

Penerapan pakan alternatif dari bahan baku onggok pada proses budidaya bebek dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
  • Dapat mengoptimalkan pemanfaatan onggok yang jumlahnya melimpah di sekitar lokasi budidaya, khususnya di Provinsi Lampung
  • Dapat mengganti pembelian dedak dengan pembelian onggok dengan harga beli yang lebih rendah, sehingga dapat menghemat biaya pembelian pakan
  • Dapat mempersingkat masa budidaya bebek, dengan masa budidaya 45 -47 hari bobot bebek bisa mencapai 1,2 – 1,3 kg dan siap panen
  • Melalui penghematan biaya pembelian pakan dan pengurangan masa budidaya sehingga dapat mengurangi biaya operasional peternak dari kondisi sebelum penerapan pakan alternatif
  • Penghematan (reduce cost) sebanyak 37,11% dari sebelum penggunakan pakan alternatif dan dapat mempersingkat masa budidaya bebek (itik) hingga ± 13 hari. 
Adapun berikut ini cara membuat pakan deari bahan baku onggok :
  1. Pencampuran bahan baku (Onggok dan Dedak) Perbandingan  7 : 3,  Onggok  7 bagian Dedak 3 bagian.
  2. Penyiapan ragi tape jerami dan bahan baku Perbandingan  0,5 gr ragi tape jerami dengan 1 Kg total bahan baku
  3. Ragi tape jerami dilarutkan dalam air secukupnya kemudian dicampur dengan bahan baku secara merata
  4. Penyimpanan hasil pencampuran bahan baku dengan Ragi tape jerami ke dalam karung plastik  selama 3 sd 4 hari tersebut
  5. Ciri-ciri proses fermentasi sudah berhasil, jika dipegang terasa hangat dan sedikit berbau haru dan berbau Catatan: harus terlindung dari cahaya matahari 
  6. Setelah proses fermentasi sudah selesai karung dibuka, siap untuk diberikan pada ternak bebek, jika untuk persediaan harus dijemur dibawah sinar matahari langsung agar tidak terjadi tumbuhnya jamur.

Berikut beberapa foto selama kegiatan pelatihan:

Sumber Referensi 

Widya Sartika Sulistiani dan Yateno. 2016. Upaya Penyediaan Pakan Alternatif Dari Fermentasi Onggok Bagi Bebek Pedaging Di Kota Metro
Harjono, Yulvianus, 2013, 4 Februari, Lampung Penghasil Ubi Kayu Terbesar di Tanah Air. Kompas Online.
http://regional.kompas.com/read/2013/02/04/20192019/Lampung.Penghasil.Ubi.Kayu.Terbesar.di.Tanah.Air
Load disqus comments

0 komentar