Sunday, October 30, 2016

Menjelajah Air Terjun Intan, Sidodadi, Punduh Pidada Pesawaran

Group trip yang sudah siap siap beberapa hari sebelum berangkat, dengan kumpul di rumah salah satu peserta trip, berdiskusi tentang rute dan apa saja yang perlu disiapkan. Tapi sayang sekali karena sikon tidak mendukung sayang, saya tidak dapat bergabung dengan mereka melainkan mendapatkan cerita dari team yang berangkat.

Dari basecamp atau rumah salah peserta di sekitaran teluk, dimulai perjalanan  hampir jam 9 pagi terus hingga sampe punduh pidada sekitaran 2,5 jam. Selanjut jalan kaki sekitar 2 jam. Sampai di lokasi air terjun ini diberikan pemandangan "bagus bang, tinggi banget, tapi air tidak deres2 banget sih" itu ujar Dery salah satu teman trip ke lokasi air terjun yang disebut curup intan. 

 Selanjutnya dari pernyataan Busmi:  "kami sangat terbantukan sekali oleh Pakde  Amin, beliau  yang menyempatkan waktunya dan sudah mengantarkan kami semua ke tempat ini" adapun teman-teman pembaca ingin kesana dapat menghubungi beliau dengan menghubungi ke No hp nya 0852376706720 Alamatnya di Marga Punduh, Pasar Maja.  Setidaknya tidak khawatir kesasar. Upss, perlu dicatat ya, perjalanannya cukup jauh, sekitar 2 jam jalan kaki, maka kita harus ada rasa terima kasih ke beliau, setidaknya istilah adat kita, uang rokok..  Lanjut cerita...

Trip kali ini cukup ramai sekitar 20 orang. Dari group Team Pecinta Alam Adventure Lampung (TEAMPAAL) dengan motoris seorang wanita penyenang aerobik ini, ya mb Yuli tentunya bersama mas Busmi dkk,  menjadi team leadernya. Setelah mencapai Arter intan, group asik foto, makan dan eksis hingga  2 jam-an di lokasi.  Sekitar jam 4 sore baru turun dimana sampai di  penitipan motor magrib, disana masih ngobrol dulu, hingga  lanjut pulang Jam setangah 9 malam, baru sampai Bandar Lampung.

'Tadinya udah janjian sama orang yang tau arternya tapi pas dihubungin gak nyambung, Jadi kami nanya sama orang sekitar, ternyata dia tau dan mau nganterin sampe arternya" itu diceritakan Dery, setelah pulang dari trip ini. ' Sehingga  lamanya dalam perjalanan menuju lokasi selain itu karena harus tanya ke penduduk sebab bnyk yang ga tau"  lanjut ungkap Dery.

Selanjutnya Dery bercerita bahwa untuk mencapai air terjun Intan ini dimulai : dari Bandar Lampung lanjut ke arah Padang Cermin, disana dari pertigaan padang cermin, belok kiri ke arah Kiluan, sampe daerah marga punduh, lurus lagi sampe ketemu pertigaan, yang lurus ke kiluan, ke kanan ada plank punduh pidada, kita ikuti jalan yg ada plank punduh pidada itu, lanjut sampe ketemu pasar maja, lurus lagi sampe ketemu desa sidodadi, sampe ketemu masjid sebelah kiri, maju dikit ada bidan, kita titip motor dipertigaan, rumah pertama, orang jawa yg punya rumah, dari situ kita jalan kaki lewatin jembatan gantung, terus aja ikutin jalan setapak, dari situ warga tau semua kok, udah dipasang tulisan yg kita buat tanda panah menuju air terjun  di beberapa titik.

Selamat menjelajah ..jangan lupa jangan tinggalkan sampah di lokasi, jangan merusak dan jaga alam kita ya.. 
Kalau bukan dari diri kita, ya siapa lagi.. Ho green.. Salam lestari.. 
Sumber foto : Derysco
Read more

Desa Jopu Flores: Khasana Budaya, Mandi Air Panas dan Makan Sirih

Hari ketiga malam ke 4 dalam trip ekplore Flores bersama Jala Mana Nusantara,  kita tiba di desa Jopu Wolowaru, Ola Ngari. Desa yang merupakan desa tercinta sang team leader trip kita yaitu bang Emanuel. 

Menjelang sore kita sudah berada di desa ini, saat masuk kawasan desa, kita sudah disabut dengan keramahan penduduk dengan khas budaya timur. Senyum ramah dan keakraban selalu terpancar di wajah wajah warga desa Jopu. Selanjutnya kami menurunkan barang masing-masing dari  mobil pick up dan menuju ke rumah orang tua bang Noel (sapaan akrab bang Emanuel), kamipun langsung disambut dan berkenal dengan orang tua serta keluarga besar bang Noel. Kami beristirahat di rumah dan sebagian ada yang langsung bercengkrama dengan warga tetangga bang Noel. 


Kopi dan teh hangat menyambut kedatangan kita, budaya yang sangat ramah dan kental budaya timur dari keluarga bang Noel membuat kami diterima bak kalangan pejabat, terima kasih tak terhingga buat bang Noel dan keluarga atas sambutan dan pelayanannya  serta permohonan maaf kami karena mungkin kedatangan kami membuat keramaian dan hiruk pikuk yang sangat gaduh di desa bang Noel. 

 Setelah meningmati makan sore, kami sudah direncanakan oleh bang Noel untuk berkunjung ke rumah adat yang ada di desa ini,  yang disebut Sa'o ria tenda bewa (Rumah besar).  Setelah banyak bertanya dengan saudaranya bang Noel, ternyata di desa ini merupakan sebagian besar suku Leo Selatan dengan memiliki rumah besar sebagai rumah adat, rumah adat ini digunakan untuk acara-acara adat misalnya ada warga yang meninggal.  Di rumah adat ini tinggal tetua adar atau kepala suku (musalaki) yang merupakan seorang anak  laki anak pertama dari keturunan suku ini. 

Selanjutnya kami di rumah adat ini menyempatkan masuk ke dalam rumah, sebelum masuk ke rumah adat kami diberitau tata cara atau tata adat untuk masuk ke rumah, pertama kita tidak diperbolehkan menyentuh batu yang berdiri di depan rumah, batu ini adalah makam dari sesepuh adat sebelumnya. Selanjutnya saat masuk harus hati2 jangan sampai kepala menyentuh dinding bagian atas karena pintunya yang ukurannya tidak begitu tinggi sehingga harus sangat hati-hati. Setelah di dalam rumah, kita dilarang untuk melihat ke atas, karena ini adalah pantangan tersendiri dari peraturan adat disini. Selanjutnya dari pengamatan saya di dalam rumah ini terdapat  dapur dengan perlengkapan masaknya, selanjutnya ada tempat tidur, ada gong yang digunakan untuk panggilan dalam rehab rumah, dan terdapat tempat tersendiri yang terdapat bakul2 tempat makan dll. Masih keadaan rumah adat ini, terdapat pintu utama dan Pintu samping. Setelah cukup lama di dalam rumah dan bertanya-tanya kami lanjutkan keliling desa. 

Setelah berkeliling Di desa Jopu, ada beberapa point yang membuat saya mendapatkan hal yang baru, yang meliputi dari pengamatan saya sudah banyak bangunan modern, dengan kata lain rumah-rumah yang terbuat dari bata beton, hanya beberapa rumah saja yang masih asli dengan atap dan bentuk khas  adat Jupo. Semoga  tidak terkikis oleh perubahan jaman. Selanjutnya secara pribadi saya baru kali ini dan baru tau juga ternyata di depan rumah rumah warga terdapat bangunan yang saya lihat seperti  teras  yang khas diberi keramik, ternyata itu adalah kuburan keluarga rumah setempat yang ada di depan rumah masing -masing, walaupun ada beberapa rumah, yang kuburannya nampak jelas seperti nisa umumnya di Indonesia. 

Setelah berkeliling desa Jopu kami lanjutkan mandi dengan berendam air panas yang ternyata terletak di belakang desa ini. Suasana kelelahan dan cape petualangan 3 hari ini seakan tersegarkan dengan adanya sumber mata air panas. Hampir sejam lebih kami menghabiskan waktu sore itu di sumber air panas tersebut. Uniknya sumber air ini terdapat 1 cekungan besar sehingga dapat menampung 3 orang dan terdapat 1 cekungan kecil untuk 1 orang, selanjutnya ada 2 sumber mata air panas yang  keluar  batu batuan dalam tanah itu. Tapi keadaan sumber mata ini belum terkelola karena air bagian bawah bercampur langsung dengan air sisa selokan desa, seemoga kedepannya menjadi lebih terkelola dan dapat menjadi magnet wisata ke desa ini.

  Selesai mandi air panas di sumber mata air hangat tersebut kami kembali ke rumah bang Noel, saya senaja terlebih dahulu pulang dengan harapan ingin membilas tubuh setelah berendam di air hangat tersebut. Di dalam kamar mandi terdengar teriakan dan gelak tawa dari teman-teman trip dan warga, setelah saya selesai mandi ternyata pesta gelak tawa tersebut sudah selesai. Dari rekaman video dan cerita teman-teman, ternyata ada adegan histeris sendiri saat teman-teman selesai berendam dari sumber air panas tadi. Ceritanya tentang makan sirih.
 Saat selesai mandi di sumber air panas, teman teman pada antri untuk ke kamar mandi, Bang Erwin, personil kita yang memiliki wajah ganteng putih, kecil pendek dan rambut gondrong (note : dibalik), ternyata sambil menunggu antri, ikut emak-emak yang sedang asik makan sirih di depan rumah, saat itu dia mungkin karena merasakan ada yang beda dengan rasa sirih tersebut, dia berprilaku bak kesurupan, sepontan juga, nenek-nenek yang umurnya sudah hampir 100 tahun, kaget dan melompat melihat tingkah bang Erwin tersebut, kondisi tersebut menjadi keseruan dan kelucuan tersendiri di desa tersebut. Baik bagi warga sekitar, anak- anak dan teman teman trip. Tapi sayang saya tidak menyaksikan langsung. Hiks menikmati cerita dan videonya saja. 

Selanjutnya malampun menjelang kami sibuk dengan obrolan dan cekrama malam itu. Setelah makan malam keseruan ditambah lagi, dari bahasan tentang senam terlebih dahulu sebelum trip,  secara spontan mb Sri dan Bang Erwin goyang salsa bak pasangan serasi sehingga menjadi tontongan malam itu di ruang tengah rumah bang Noel, kondisi tersebut, dinikmati oleh kami dan  sekalian ibu-ibu tetangga bang Noel, melihat kondisi tersebut bang Erwin mengajak ibu-ibu tersebut untuk goyang dengannya, lantas ternyata ibu ibu tersebut berlarian ketakutan, mungkin karena melihat gantengnya bang erwin.. Hehehe

Masuk anginku sembuh setelah  dikerokin bang zaki serta diberi minuman anti sakit perut oleh ibu siuli. Terima kasih semua.. I love you..

Setelah malam kita tidur dan jam 3 berangkat ke kelimutu 

simak perjalanan kami selam di flores di video berikut ini:
Read more

Bermain Kelelawar dan Menikmati Surga di Riung 17 Pulau, Flores

Trip hari ke 5 dan ke 6 dalam ekplore Flores kami berkunjung ke Riung 17 pulau. Perjalanan menuju Riung setelah dari kota Ende, siang start di situs bersejarah yaitu di rumah pengasingan Bung Karno langsung dengan mobil minibus elf hingga sampai di tepi pantai selagus dermaga di Riung, kita langsung menghubungi bapak pemilik penginapan yang ternyata penginapannya di tepi pantai dan depannya dermaga. Bentuk penginapannya meyerupai kapal yang sedang bersandar di tepi pantai. Sore itu kita langsung ke penginapan dan istirahat. Penginapan disini biaya semalam 100 ribu. 

Subuh harinya kami sudah bangun dan siap untuk berangkat mengeksplore pulau pulau yang ada di Riung. Daerah ini dikenal dengan taman wisata laut Riung 17 pulau. Dari informasi pemilik penginapan sebenarnya disini terdapat totalnya 23 pulau, tetapi untuk wisatanya terdapat 17 pulau. 

Dalam trip ini kita sempat berdiskusi dengan pemilik perahu yang kami sewa, untuk mengeksplore semua pulau butuh waktu yang banyak, dalam sehari tidak akan dapat terjangkau semua. Akhirnya kami berdiskusi dan sepakat untuk berkunjung ke pulau yang paling bagus, yang disitu disebutkan oleh adalah pulau Rutong, pulau tiga dan jika ada waktu kita lanjut ke pulang kelelawar. Kamipun menyewa peralatan snorkling dengan pihak pemilik kapa, sehingga tidak perlu repot membawa peralatan pribadi jika dari luar daerah.

Pagi itu setelah sarapan kita berangkat dati dermaga riung ke pulau rutong, kurang lebih setengah jam kami sudah sampai di pulau Rutong, suasana pantai yang indah dengan pesona pantai pasir putih diiringin  ombak yang tenang kami di sambut di pulai ini. Selanjutnya kami melakukan tracking ke puncak pulau tersebut hingga pemandanganbyang spektakiler membuat saya terhanyut dengan surga dunia ini. Selfi, foto dan video kami mainkan. Waw luar biasa indahnya  kali saya bertakbir akan indah pemandangan di waktu mentari mulai menaik tersebut. 

Setelah puas kami dipuncak pulau Rutong, kami turun ke mantai memulai melakukan snorkling, pesona dan surha bawahh laut di pulau itu sungguh indahnya. Saking belum puasnya saya bermain dengan biota laut di pulau tersebut, saya ditinggalkan oleh teman teman yang sudah mendarat terlebih dahulu. Sempat beberapa ingatan dari teman untuk jangan snorklingan sendiri. Hiks padahal pengen lama lagi disana tapi temen temen yang ninggalin kok.. Hehe ngeles Nihh.. 

Selanjutnya setelah dari pulau Rutong kami menuju ke Pulau Kelelawar. Kurang lebih setengah jam kami sampai di pulau ini, dari kejauhan sudah tampak kelelawar besar / kalong bergelantungan di pohon pohon bakau di pulau tersebut. Saat kapal mulai menepi, kalongpung mulai berterbangan, ditambah banyak lagi dengan adanya suara siulan pemilik kapal, kelelawar berterbangan makin banyak. Hingga teman kamipun berteriak teriak membuat lebih dahsyat lagi kelelawar terbang bak hamburan kertas hitam di udara.

Setelah puas di pulau kelelawar kamipun segera menepi menuju penginapan karena kita akan melanjutkan trip eksplore Flores menuju ke Bajawa. Simak trip selanjutnya. 
berikut ini video kami selama di lokasi ini  

Read more

Saturday, October 29, 2016

Pengalaman Disesatkan di Bandara Bali

Perjalanan jauh dari Lampung, ujung Timur Pulau Sumatera dengan tujuan ke Flores Nusa Tenggara Timur. Dengan menumpak pesawat dari bandara Radin Intan II Lampung menuju  bandara Soekarno Hatta, Tanggerang Banten atau Jakarta, berlanjut bandara Ngurah Rai  Denpasar Bali. Karena keberangkatan ke Flores siang harinya, jadi transit 12 Jam di Bali.  Tepat pukul 01,00 WITA dini hari waktu setempat, saya berusaha menghubungi teman teman yang sudah terlebih dahulu tiba di Bali. Beberapa saat, sudah dibalas, ternyata teman beristirahat di hotel yang terletak dekat bandara.

"Pokoknya mas jalan aja dari bandara menuju pintu keluar terus ke hotel Haris, letak penginapan kita dekat Hotel tersebut, tepatnya depan minimarket" itu salah satu isi sms bang Zaki (salah satu teman trip yang sudah aku kenal). 

Saat keluar bandara, saya sudah ditawari oleh para sopir taksi dan ojek. Saya menjawab "'saya jalan kaki saja karena dekat di dekat hotel Haris" salah satu bang ojek terus  membuntuti sambil bertanya "hotel Harisnya dimana? Banyak loh hotel Haris" saya jawab "dekat bandara kok, ini teman sms cuma jalan kaki saja" bang ojek tersebut masih berusaha menawari "lumayan jauh mas, naik ojek saja cuma 20ribu" saya berusaha tidak menerima dan semaksimal mungkin untuk menjawab dengan ramah walau dalam hati sudah mulai kesal dimana abang ojeknya selalu menawari seakan jaraknya jauh. Dengan berjalan terus akhirnya abang ojek tersebut membiarkan saya berlalu. 

Berselang perjalanan 5 menit, akhirnya saya sampai di pintu gerbang pintu masuk bandara, ternyata didekat pintu gerbang tersebut ada jalan pintas yang membuka sebagian pagar, disana sudah berdiri beberapa abang ojek, dalam hati "alamak ini pertanda tidak enak karena abang ojek pasti menawari lagi" kondisi dini hari itu ternyata benar apa yang ada dalam benakku. abang ojek menawari kembali "kemana bang, naik ojek saja" saya jawab mau ke Hotel Haris" kembali saya dengar lagi "Hotel Haris banyak bang, Hotel Haris yang mana? Di Nuban atau dimana?" Ujar bang ojek, saya jawab lagi Saya tidak tau di Nubang atau bukan tetapi yang paling dekat dengan Bandara", bang ojek kembali berujar " lumayan jauh bang, naik ojek saja. 15 ribu" saya menjawab " ndak mas, teman saya bilang cuma jalan kaki saja",  "ya lumayan jauh kok " pungkas bang ojek lagi, dia berusaha menawarkan ojek kembali, saya kembali dongkol, saya jawab seramah mungkin " saya jalan kaki saja "  abang ojek memberi tau, " jalan ke hotel Haris lurus terus bang, nanti ada belokan ambil belokan tersebut" saya ucapakan terima kasih dan berjalan menjauhi bang ojek, dalam ragu apa iya jalannya lurus terus, sedangkan Jps google map memberi tau bukan jalan lurus, tapi belok.

Akhirnya saya berusaha mengikuti petunjuk bang ojek untuk lurus. Alhasil hampir 20 menit saya berjalan lurus belum juga menemukan petanda Hotel Haris, lebih naas lagi tiba tiba hujan turun, dan saya agak kesulitan tuk mencari tempat berteduh karena, di sepanjang jalan pohon pohon dan rumah rumah berpagar, saya pun berusaha berteduh bawah pohon, lumayan kondisi membuat cukup basah, beberapa menit berlalu hujanpun reda, dalam kondisi agar gerimis saya kembali berjalan, saya lihat tulisan besar golden hilton hotel, saya memberanikan diri masuk dan bertanya kepada sekuriti hotel tersebut, dan ternyata saya salah jalur, atau salah ambil jalan. Benar apa yang diberitahu google map, seharus saya langsung belok kiri, malah mengikuti apa yang diberitau abang ojek. Dalam hati sambil mendongkol sendiri, "saya disasarkan oleh abang ojek tadi" saya kembali balik arah. Namun dalam perjalanan balik ada tambah naas lagi ketika melewati rumah salah satu rumah di jalan, ada anjing yang menyalak, "huh kok ada anjing lagi, bukannya tadi tdak ada" saya perna trauma dari kecil terhadap anjing, saya tidak suka sekali dengan anjing.  saya berusaha tenang dan berlalu dari suara anjing tersebut, kembali mendekati pintu gerbang bandara Ngurah rai kembali. 

Di dalam perjalanan ternyata ada ojek menyamperi, ehh brengseknya lagi, ternyata itu abang ojek yang tadi memberi tau jalan arah lurus, ujar dia "lah bang belum ketemu, salah jalur, bukan ke arah ini, ayo saya antar saja, gratis" dalam kesal dan menahan emosi, saya jawab "terima kasih mas, saya bisa jalan sendiri" abang ojeknya tidak mau berlama lanjut berlalu. Akhirnya sayapun sampai juga ke tempat tujuan. Di depan hotel, bang Zaqi dan Bang Nuel, sudah menunggu. "Lama sekali jalannya" dekat aja" ujar bang Zaqi, dan sambil masuk kamar hotel, saya cerita kejadiannya yang baru saja menimpa saya. 

Mungkin bukan saya saja yang perna merasakan ini, mungkin banyak para traveller atau backpacker lain. Semoga kita bisa menjadi lebih baik.

Hikma yang dapat diambil. 
  • Mengais rezeki tidak harus berbohong dan memberi jalan yang salah, jikapun dapat itu adalah rezeki yang haram, tidak berkah.
  • Hati hati para traveler dan backpacker carilah informasi yang benar benar dipercaya sebelum kita tersesat.
  • Teknologi sangat membantu di kala sulit. 
  • Para ojek dan sopir dan masyarakat di tempat wisata, alangkah baiknya sadar wisata untuk kenyamanan para wisatawan. Ada istilah sapta pesona. Yukk pahami.


Read more

Tuesday, October 25, 2016

Perjalanan yang Melelahkan ke Air Terjun Lubuk Law Way Sabu Padang Cermin

Sudah beberapa kali saya diajak teman-teman dari komunitas backpakers Indonesia ( BPI) untuk berkunjung ke air terjun yang disebut sebut berada di daerah kawasan marinir angkatan laut. Cerita sebelumnya teman BPI sudah perna mencoba untuk menjelajah dan mencari air terjun ini tapi sangat di sayangkan tidak sampai bertemu dengan air terjun dan pulang dengan kondisi lelah.

Kali ini teman teman BPI yang di motori oleh seorang mb Yuli, akhirnya tercapai juga ke air terjun ini. Perjalanan yang melelahkan ternyata berbuah hasil ya air terjun atau Curup Lubuk Lauw ditaklukan juga,  air terjun terjun ini sebagian orang menyebutnya air terjun Way sabu, yang terletak di daerah Padang Cermin, kabupaten Pesawaran, Lampung.

Rute untuk mencapai air terjun lubuk Law dimulai erjalanan dari Kota Bandar Lampung dengan sepeda motor menuju daerah Piabung. Selanjutnya setelah tiba di  Markas Komando Infanteri Piabung ambil jalan atau belok kanan hingga mentok jalan aspal.  Kendaraan atau motor di parkir disana, terdapat tempat yang telah disediakan. Biaya parkir rer motor dikenakan Rp 10 ribu. Setelah parkir motor perjalanan masih dilanjutkan   sekitar 2 jam berjalan kaki, dengan medan perjalanan dengan jalan setapak dengan kondisi menanjak, turun, berkelok, melewati perkebunan cokelat hingga bertemu warung selanjutnya jembatan gantung, setelah itu kearah kanan dengan mengikuti jalan dari belakang warung dengan terus mengikuti jalan setapak hingga  ketemu sungai. Selanjutnya menyusuri sungai hingga sampai lokasi waktu menyusuri sekitar kurang lebih setengah jam. 

Perjalanan yang melelahkan terbanyar dengan keadaan air sungai, curup dengan airnya yang segar..
Selamat menjelajah bagi para petualang..
Ingat ya jangan ngaku petulang jika anda belum sadar dan menjaga lingkunga.. Jangan buang sampah sembarang, tidak vandalisme dan tidak merusak lingkungan.

foto air terjun lubuk law way sabu pesawaran
Narsis bersama teman Backpackers Indonesia 
eh ada  Khiritik Rosan, aktor India 
Sumber foto dari : Derisco 
Read more

Sunday, October 23, 2016

Trip Kelimutu : Bau Itu, Sedih Itu, dan Bahagia Kita

Trip hari ke 4, kita dari group JALA MANA NUSANTARA ekplore Flores - Komodo, mengunjungi danau yang sempat menjadi salah satu gambar di mata uang rupiah kita, yaitu danau tiga warna, danau Kelimutu. 
Foto Danau Kelimutu
Sumber Foto : Rasuane Noor
Bau Kotoran di Mobil Pick up
Melanjutkan cerita sebelumnya Keasikan kita di kampung adat Jopu, Ola Ngari, berlanjut ke Kelimutu dimana perjalanan kita dimulai dini hari. Berangkat dari desa  / kampung halaman bang Imanuel (tim leader dalam trip ini)  pukul 3 kurang 15 WITA kita sudah siap dan berangkat menuju ke Taman Nasional Kelimutu, Tujuan untuk menyaksikan matahari terbit di puncak Kelimutu, hingga kita berangkat lebih pagi. Dengan menggunakan mobil pickup yang kita sewa kemaren sejak dari Maumere, kita kembali dengan mobil yang sama. Dalam kondisi mengantuk di dalam mobil pickup menjadi obrolan yang sedap dalam aroma bau yang sangat tidak sedap.  Yuhuu ini cerita yang akan menjadi kesan tidak asik bagi peserta trip terutama bang zaqi (salah satu teman trip asal Banten). 
mobil pickup yang kita sewa menuju Ende dan Kelimutu
Sumber Foto : Zhengwenlung
Sejak awal menaiki mobil pick up, ada aroma bau yang sangat menyengat, sejak saya memasukan tas ke dalam mobil, saya sudah mencium bau ini, sejak itu saya pikir "apa saya menginjak kotoran kok bau sekali" saya langsung periksa sepatu dengan menggunakan headlamp, lalu saya arahkan lampung tersebut kesekitarku, mungkin sumbernya dari bawah atau sekitar mobil. Saya tidak menemukan sumber bau tersebut, bersela barang-barang kita masuk mobil, saya bergegas naik dan duduk di posisi dekat tas. Akan tetapi bau itu masih sangat menyengat, hingga saya pun terucap, "lah ini bau asalnya dari mana ya? Ternyata ucapan saya didengar oleh pak sopir, dia menjawab " oh ini bau kotoran babi disekitar, disini banyak ternak babi" ya sudah berpikir mungkin dengan berjalannya mobil, bau akan menghilang,  berselang mobil berjalan tetapi bau itu tetap saja terciup hingga buat kepala berduyut pusing, akhirnya sayapun harus mengeluarkan buff untuk menutup hidung hingga baunya tidak begitu tercium. Selanjutnya sambil tidur ayam  jam sudah kami di dalam mobil tersebut tepat jam 4 kita tiba di pintu gerbang Taman Nasional Kelimutu. 

Hawa sejuk dan segar napas terasa setelah turun dari mobil pickup setidaknya bau itu benar-benar tidak tercium lagi.  Dari obrolan ke obrolan sesama peserta bahwa berkeyakinan ini mobil habis membawa binatang babi terus kotorannya tertinggal di dalam mobil, serta sudah tertimpa oleh tas-tas kita.  Tapi Saya tidak mendengar cerita dari pak sopir, apakah benar atau tidak dari alibi kita saat itu. 

Sambil menunggu petugas membuka pintu gerbang sebagian kami memesan kopi, teh anget dan mie instan, sedangkan saya sambil menunggu datangnya pesanan, saya mengambil foto milkyway. Saat itu cuaca sangat cerah dan langit bertaburan bintang. Sangat cocok sekali untuk berburu foto bintang. Bersama Kurnia, ibnu dan Akbar kami sesekali berdiskusi tentang hasil jepretan subuh itu. 
foto milky way pada langin di sekitar Danau Kelimutu
Sumber foto : Rasuane Noor 
Jam 5 kurang mobil-mobil travel sudah berdatangan dan mengantri masuk di belakang mobil pickup kami, setelah membayar tiket, mobil kamipun berangkat kembali memasuki pintu gerbang. Sekitar 20 menit sampai juga di parkiran. Kami langsung turun dan siap jalan menuju puncak di danau Kelimutu. Setelah masuk kita tracking sekitar 30 menit sampai dipucak tengah ketiga danau tersebut. 

Perjalanan tracking sekitar 30 menit dalam kondisi gelap berjalan menuju puncuk danau Kelimutu,saya Mb Sri dan Koh Alung tertinggal di Belakang, sedangkan teman teman yang lain sudah terlebih dahulu. Dalam hati cepat sekali mereka ya? Sedangkan  itu kondisi yang saya rasakan ngos ngosan. Jalan santai akhirnya, saya lebih dulu sedikit dari kedua temanku tadi, hingga saya bertemu dengan Ibu Suili. 

Meniti tangga ke puncak dengan diiringi aroma sulfur, semakin menambah sesak lapas dan ngos ngosan, tetapi tetapi semangat ke puncak. Bersama-sama bu Siuli, akhirnya saya sampai di puncak, setelah di puncak,rasa syukur dan bahagia bercampur aduk. Tapi saya belum dapat melihat bentuk dari danaunya karena kondisi masih remang remang. 

Cerita Inspiratif dari Bunda Siuli dari Jakarta 
Disela - sela warna emas jingga kemerahan mulai terlihat bukti bahwa matahari akan terbit seketika itu saya melihat ibu Siuli, menepi ke pagar sambil terisak isak, saya langsung kaget dan saat itu juga mas Zaqi melihat juga keadaan Ibu tersebut, Dalam benakku saat itu "apakah ibu Siuli sesak napas kelelahan" saya mendekati beliau sambil bertanya "ada apa dengan Ibu?" sambil isak isak dia menjawab "inilah cita citanya sejak kecil baru kecapai setelah umur 40an" Saat itu juga rasa iba dan haru bercampur di otakku, saya terbawa arus, membuatku juga meneteskan air mata, saya berusaha menjauh dari ibu suili dn mas zaqi, sambil memandang warna indah di ufuk timur dan danau yang mulai nampak, Aku teringat almarhum Ayahanda tercinta kalaku masih kecil beliau bercerita "ada danau indah 3 warna di Indonesia timur tapi itu sangat jauh sekali, entah beberapa hari untuk sampai kesana"  Dulu keadaan masih di desa, untuk ke kota saja harus sehari, bagaimana harus menyeberangi lautan dan pulau. Makanya menjadi memori tersendiri di otak hingga dewasa. Tapi Alhamdullillah anakmu berhasil menginjakan kaki di danau indah ini. Alfatehah langsung terucap untuk almarhum Ayahanda Sehadi. Semoga Arwahmu tenang di Alam Kubur.. Doa buat ibuku serta keluarga besar selalu terucap saat itu semoga kita selalu diberikan kebahagian dan kesehatan.. Aamiin.. 

Dari cerita bu Siuli menjadi inspirasi bagi kita semua dimana yang sampaikan beliau "Memang impian saya waktu kecil adalah Tembok China (salah satu benda yang terlihat langsung dari bulan) dan KELIMUTU". lanjut ungkapan bu Siuli "Puji Tuhan keduanya saya dapati di tahun ini di usia lebih dari 1/2 abad, seperti yang ditulis anak saya pada saya untuk mencapai impian.  MA. TUHAN TIDAK MELIHAT HARTA MAMA TIDAK MELIHAT KEKUATAN MAMA ... TAPI DIA MELIHAT TEKAD MAMA UNTUK MEWUJUDKANNYA". selanjutnya, "Ternyata Tuhan mempermudah dan  melimpahkan bonus bonus dalam perjalanannya.  Keindahan alam dari tempat yang lain, teman dan persaudaraan dalam perjalan serta keharmonisan hubungan ibu dan anaknya".
"Aku sangat bersyukur pada Tuhan .. Dia menjawab doa doaku, sehingga aku boleh membuat impian impian baru lagi". aamiin semoga tercapai cita-cita mulya untuk Ibu Siuli. 

Beriring berputarnya bumi pagi itu, suasana mulai terang, beberapa saat tertegun dalam suasana haru biru itu, hingga disamperi teman2 mengajak "ayo foto keluarga", hingga keceriaan dan kebahagian narsis dan foto ria, melunturkan gundahan saat itu. Saya lihat ibu suili sudah ceria merona kembali.

Mengabadikan lokasi dengan foto dan videopun berlanjut hingga matahari muncul, video versi muter muter, sudah beraksi, hingga drone punya Kurnia mengudara,  

Danau kelimutu banyak cerita tentang danau ini, Danau Kelimutu merupakan danau tiga warna dengan ketinggian sekitar 1639 meter, danau kawah Kelimutu terletak sekitar 66 km dari kota Ende dan 83 km dari Kota Maumere. Danau tersebut yang masing - masing pada waktu tertentu beberapa kali mengalami perubahan warna. keunikan ini menjadi daya tarik dan keindahan sendiri untuk berkunjung ke danau ini. adapun nama ketiga danaunya :   1. Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai (Danau Pemuda dan Gadis) kedalaman danau ini sekitar 127 meter dengan luas 5,5 hektar.   2. Danau     Tiwu Ata Polo dengan sedalam 64 meter seluas 4 hektar. 3. danau Tiwu Ata Mbupu (Danau Orang Tua) Luasnya 4,5 hektare dengan kedalaman 67 meter.

Rute untuk menuju danau Kelimutu dapat di tempuh: 
Via Ende 
Jika teman teman berasal dari luar Flores rute menuju ke danau Kelimutu adalah via pesawat terbang dari Kota Kupang ke Kota Ende, Tiba di Bandara Bandara Hasan Aroeboesman, dilanjutkan Naik  mobil Travel langsung ke danau kelimutu, atau dengan rute  dari bandara kota Ende lanjut ke terminal bus Ende dengan menggunakan angkutan, gunakan travel atau bus jurusan Ende – Maumere / Wolowaru, selanjutnya turun di Desa Moni dari desa moni dengan menggunakan ojek ke danau Kelimutu. 

Via Maumere: 
Rute dari bandara Fran Seda kota Maumere lanjut ke terminal bus dengan menggunakan ojek atau travel selanjutnya dengan  bus jurusan   Maumere / Wolowaru -Ende, selanjutnya turun di Desa Moni dari desa Moni dengan menggunakan ojek ke danau Kelimutu. 

Matahari terus menaik, kamipun beranjak menurun kembali ke parkiran menuju ke trip Kota Ende dan Bau, Bongkar, cuci dan kesel mas Zaqi. 
Danau Kelimutu dari sisi awal masuk terdekatan dari parkiran
Sumber Foto : Rasuane Noor
Berikut in i video danau kelimutu selamat menyaksikan 
Read more

Saturday, October 22, 2016

Kota Ende : Maboknya Petualang, Sedapnya Sambal Dabu dan Tragedi Tas Biru Zaqi

Setelah dari danau 3 warna Kelimutu, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Ende, sebelumnya sudah disampaikan oleh sopir dan ketua tim kita bang Noel "agar siang sebelum jam 10 kita sudah harus berada di tempat pengantrian jalan yang sedang diperbaiki" (saya lupa nama tempatnya)  Karena di tempat ini, sedang ada perbaikan jalan dan bukit yang sering longsor, sehingga sudah lama daerah ini dalam tahap perbaikan. Setiap 2 jam sekali jalan itu dibuka. Jika lebih cepat kita akan menghemat waktu.


Dalam perjalanan menuju Ende, kami menikmati pemandangan yang indah disela sela aroma kotoran babi. Disisi itu ternyata Akbar, teman trip dari kota Makasar memperlihatkan wajah yang pucat dengan keringan dingin, sehingga tercetuslah ucapan dari Ririn (teman dari Jakarta) "akbar kamu mabok?" dia menjawab "kepalaku pusing"  dia berusaha tetap memejamkan mata di kondisi duduk pinggir, hingga sayapun penyarankan kepada teman yang duduk dekat dia "dipijet pijet punggung dia" hingga muncul ide "posisi duduk dia diganti dengan mas Zaqi sehingga dia bisa rebahan di atas tas kita menumpuk". Sehingga dia bisa lebih relax,  Posisipun berganti. 

Dibalik maboknya teman kita yang satu satu masih mahasiswa tersebut, terucap buly-an dari kita "petualang bisa mabok mobil juga" candaan itupun tidak dia pedulikan, nampaknya dia konsentrasi bagaimana mengembalikan kondisi dia agar tetap kuat.

Sebelum jam 10 kami sudah berada di tempat perbaikan jalan tersebut, sudah 5 kendaraan mengatri di depan kami, motorpun sudah cukup banyak. Di depan memang sedang ada mesin eksavator dan sejenisnya sedang merontohkan bebantuan dan bekerja memperbaiki jalan tersebut. Saat itu Kamipun sepakat untuk mencari makan di sekitar tempat itu, waktu masih ada, perut  sudah merontah karena kita sejak dari puncak Kelimutu perut belum berisi. Setelah makan Saya kembali ke mobil, saya masih melihat si Akbar masih tertidur ayam diatas tas-tas tersebut, saya kembali menawarkan dia agar makan, tapi dia menolak, saya pun memberi beberapa makanan nampaknya dia tidak tertarik, masih fokus dengan mabok perjalananya. Hingga akhirnya ada tawaran buah jeruk dari bu Siuli kepada dia, diapun mengkonsumsinya.  Disela-sela kemabukanya, Akbar bercerita kalau dia kurang istirahat sejak sampai di Maumere, ini adalah hari 4 trip kita, dia juga sudah terlalu banyak mengkonsumsi moke (minumal beralkohol asli Flores). Sehingga kondisinya jadi down. Saya menyarankan agar dia beristirahat saja.

Setelah sekitar kurang 1 jam kami menunggu, jalanpun sudah dibuka, motor terlebih dulu melewati jalan tersebut. Selanjutnya perjalan yang indah dengan pemandangan bukit yang curam dengan  jurang yang asri menjadi menyejuk mata dalam kondisi duduk di mobil pickup yang berhimpit dan aroma tidak sedap.  Saya melihat bukit- bukit indah itu, terdapat bekas memutih di dinding2nya, cukup tinggi yang ternyata sisa air terjun pada saat musim hujan, mengalir. Sempat saya berpikir, jika musim hujan akan indah sekali bukit itu dengan banyak air yang jatuh di dinding bukit. Kapan bisa datang kembali?

Kurang lebih perjalanan 2 jam , kami sampai di kota Ende, kami tiba di rumah Saudaranya bang Nuel, kami turun serta menurunkan barang masing masing, hingga mobil pickup pun berlalu balik selesai menghantarkan kita.  Saya berduduk santai teras rumah tersebut sedangkan teman yang lain mandi dan beres -beres, berbeda dengan mas zaqi di sibuk membongkar semua isi tas dan mencuci tasnya karena Sumber bau di mobil pick up adalah kotoran babi, yang paling banyak mengenai bagian tas mas Zaqii. Akibat itu tasnya bau super serta kekesalannya meradang. Walau saat itu tas punya mas Ibnu terkena juga tetapi tidak separah punya mas Zaqi.

Saat itu kami berobrol asik dengan pihak rumah, hingga datang minibus elf muncul, dan mobil tersebut yang akan menghantarkan kita untuk trip selanjut ke Riung, Waerebo, Cancar, dan Labuhan Bajo. Sambil menikmati teh anget dari pihak rumah saya lihat mas Zagi masih sibuk dengan tas yang dia cuci dan jemur, pakaian isi tas terhambur di atas plastik karpet, wajahnya sangat serius sekali, beberapa kali tawaran teman untuk menikmati teh anget tanpa dia perdulikan.

Selang beberapa saat hidangan makan siang sudah disiapkan, kamipun menikmati makan siang dengan sajian khas dari keluarga bang Nuel, dengan makan khas ikan bakar dan sambal dabu dabu, wah nikmat sekali, kamipun dengan lahap dan semangat makan hingga perutpun full. Terimankasih sekali kepada bang Emanuel dan keluarga yang telah menyajikan makanan gratis kepada kami.
Kamipun sudah selesai makan, mas Zaqi Baru kelar membersihkan tas birunya, makan tertunda karena kesibukannya dengan tas terkena kotoran babi. Hehe.  Sambil makan diwajahnya masih tersimpan kekesalan atas kejadian dengan tas birunya. Beberapa ucapan muncul "jijik najis  gw mah, itu kotoran babi, najis tralala'". Ya itulah pengalaman trip yang untuk kita kenang.. Hehehe..

Selanjutnya setelah foto bersama dan pamit kepada Kakak dan keluarga Bang Niel di Kota Ende, kita akan melanjutkan trip menggunakan minibus elf menuju Riung 17 Pulau, namun kita memampir di situs sejarah, rumah pengasingan soekarno presiden RI pertama di kota Ende.
rumah pengasingan bung karno di kota Ende, Flores Nusa Tenggara Timur
Read more

Wednesday, October 19, 2016

Menikmati Sensasi Kopi Flores di Kampung Bena

Sekitar pukul 7 malam kami tiba di kota Bajawa, kota kabupaten  Ngada Provinsi Nusa Tengarara Timur. Setelah perjalanan kurang lebih 5 jam dari Riung. Sensasi hawa sejuk kami rasakan di kota ini, menikmati sedapnya masakan khas asli Sumatera Barat menambah sensasi berbeda ketika di kota yang Terkenal dengan istilah "Piring Kedamaian" Masakan padang ternyata ada dimana-mana, yang khas lagi penjualnya ternyata asli orang Padang juga. waw mantap menikmati makanan khas Padang di Kota Piring Kedamaian.  
Kampung yang berada di kaki gunung yang masih aktif 
Foto Kampung Bena tampak dari puncak paling atas di kampung

Bermalam di penginapan yang sebelumnya sudah kami booking sebelumnya, penginapan yang ada di jantung kota Bajawa ternyata penginapan tersebut masih tahap renovasi, sehingga kami dipindahkan oleh pihak penginapan ke homestay penginapan tidak jauh dari penginapan tersebut. Di penginapan kamipun melepas lelah dan mempersiapkan untuk trip ke kampung Bena esok harinya. catatan serunya di penginapan kami tidur bertiga yang seharusnya diisi oleh 2 orang, alhasil kaki serasa menggantung karena ukuran tempat tidurnya yang tidak pas, tapi bisa nyenyak juga. 

Pagi-pagi saya sudah terbangun terlebih dahulu, sayapun sudah mempersiapkan diri untuk berpetualang hari itu. Teman-teman lain yang belum bangun saya bangunkan. Menjelang jam 7 kamipun sarapan bersama dan sudah siap untuk menjelajah kampung Bena. 

Perjalanan kami dari Bajawa ke kampung Bena tidaklah begitu jauh, sekitar setengah jam kami sudah sampai di parkiran yang khusus di kampung tersebut. Sepanjang perjalanan menuju desa Bena, kami disajikan dengan pemandangan gunung Inerie yang tampak tinggi menjulang di sisi jalan. 

Tiba di kampung Bena, kami berjalan sekitar 50 meter menuju ke rumah penerima tamu, kami melakukan regestrasi dan mengisi buku tamu, seingat saya 1 orang pengunjung dikenakan biaya Rp.15.000 rupiah, disana juga kami harus mengenakan kain tenun yg kecil sebagai tanda tamu yang masuk ke kampung ini. kain tenunnya sangat cantik dan indah, sehingga kamipun berebut ingin mendapatkan yang paling bagus, padahal semua bagus, sesuai selera masing-masing. 
situs megalitikum di kampung bena
Kampung Bena merupakan desa wisata sekaligus situs megalitikum peninggalan mas zaman batu hingga eksis sampai sekarang, disini banyak terdapat susunan batu yang dibentuk dengan khas, selanjutnya di kelilingi rumah rumah warga yang bentuknya khas bena. yang lebih luar biasa sekali, perkampungan ini teretak di kaki gunung masih aktif yaitu gunung Ineire. 

Ibu sedang menenun di depan rumah Kampung Bena
Selama di kampung kami langsung bernarsis dan foto-foto ria, bercengkrama dengan ibu -ibu yang sedang menenun di depan rumah masing-masing, sayapun saat itupun langsung keliling kampung hingga ke ujung, di ujung kami kembali berfoto foto lagi. Saking asiknya foto foto, sayapun tertinggal rombongan. Ternyata rombongan sudah singgah di rumah yang paling ujung yang menghadap utara. Sayapun segera menyusul mereka, ternyata sedang asik menikmati kopi, sayapun segera melepas sepatu dan duduk dekat dengan Ibu pemilik rumah dan langsung ditawari minum kopi atau teh. Saya langsung menjawab ingin kopi saja. 

Tidak lama dalam keasikan obrolan kami, kopipun sudah tersaji, saya langsung mengambil jatah. slurup kopi hangat saya minum, terasa bercampur di lidah, waw rasanya nikmati dan sensasi baru, saya yang nota bene bukan pecandu kopi tapi merasakan nikmatnya kopi Bejawa. memang saya keterunan keluarga petani kopi, dan setidaknya sering mengkonsumsi kopi, rasa kopi yang ada di Kampungku Way Tenong Lampung Barat, ada unsur berbeda rasa kopi Lampung dan kopi Bajawa. namun rasanya mantap. Bagi pecinta kopi harus menikmati sensasi rasa kopi Bajawa. 

Setelah cukup lama di rumah warga Kampung Bena, kamipun berpamitan untuk melanjutkan trip.

Rute untuk mencapai Kampung / Desa Bena adalah : Dengan menggunakan via pesawat terbang dari kota kupang ke kota bejawa di Bandara Soa, selanjutnya dari bandara ke kota Bajawa menggunakan travel  dengan harga kurang lebih 50 ribu. dari kota Bejawa bisa mencari penginapan disini atau melanjutkan ke desa Bena dengan menggunakan jasa ojek dengan waktu sekitar 30 menit.

Jika dari kota Ende, menggunakan travel atau bis jurusan Ende-Bajawa kemudian turun di Mataloko. Selanjutnya dengan jasa ojek untuk ke  kampung Bena.

Video selama di Kampung Bena simak dibawah ini 

Read more

Monday, October 17, 2016

Air Terjun Kelapa 2, Kelumbayan Barat, Jauh Tapi Tetap Air Terjun

Arter yang terletak desa kelapa 2, kecamatan kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, menjadi salah satu tempat kunjungan bagi anak anak muda. Banyak di sosial media yang mengepost foto foto selama di air terjun ini. Ya mungkin saja tempat ini menjadi kunjungan tambahan setelah berkunjung ke pantai klayar batu gigi hiu yang menjadi magnet untuk berkunjung daerah ini.

Air terjun ini disebut dengan Kelapa dua, sama dengan nama desa letak air terjun ini. 
Rute untuk mencapai air terjun ini tidaklah sulit dari Kota Bandar Lampung, Ambil jalur ke Kecamatan Padang Cermin kabupaten Pesawaran, selanjutnya dipertigaan padang Cermin Ambil kanan ke arah Kedondong,selanjutnya lewat pasar kluwih terus belok kiri, lurus aja sampe ketemu pertigaan pasar Jatiringin, tapi tatep lurus sampai ketemu jembatan Way Merbau.b Nah disitu sebelum jembatan Way Merbau ada sawah kiri kanan jalan, dipinggir sawah itu ada rumah, kita titip motor atau kendaraan di rumah itu, Kemudian  jalan kaki lewatin sawah , tidak begitu jauh sekitar 15 menit.

Pada trip kali teman teman yang Tergabung di Backapackers Indonesia Chapter Lampung berjumlah 13 orang, motoran kompoi ke lokasi ini. Dengan leader seorang cewek, yaitu Mba Yuli yang terkenal energik dan sangat friendly ini, menikmati perjalanan bersama sama walaupun kondisi air saat itu sedang keruh.
sumber foto : Derisco 
Read more

Puisi untukmu Bulang (Bujang Petualang)

Puisi Buatmu Bulang (Bujang Petualang)

Karya : Silvi Marselina Viranda

Hei bulang!!
Hidup mu bebas  bagai angin menerpa ilalang
Kesana, kemari  tak tentu arah, tak tentu jarak, terus melanglang
Lalu kapan kah kau berubah, berlabuh atau berhenti terbang    
   

bulang lagi foto air terjun talang tabun 
Kadang indah pelangi tak menggodamu, 
Kadang jutaan bintang pun tak menghentikanmu.
Mungkin di ujung sana  ada badai bergemuruh menghantammu, 
namun kau tetap berjalan, seirama dengan sinar terangmu

Redupnya sang surya, kau telah siap berencana 
Gelapnya dunia kau masih berusaha
Remangnya wajah tak mampu menunda
Sungguh kau bolang jelajah semesta


Semangat bolang mu tak surut, 
meski usia kian melarut
Tiada lelah mampu merengut,
 karena jiwa bak seorang pelaut.


Kau pecinta karunia Tuhan yang abadi,
Tergambar pada jengkal tapak kaki,
Cerita dan rekam alam ini,
Kau bak menabur debu biuh iri. 

Read more

Jomblo dan Galau Terlupakan di Pulau Kelor

Pulau yang terletak di kawasan Taman Nasional Komodo  memiliki keindahan dan pemandangan yang menakjubkan. Rumput savana, pasir putih merona, bawah laut yang mempesona dan pemandangan bukit bukit yang memanjahkan. bagi seorang traveler atau hoby berpetualang belum lengkap perjalanan anda jika belum berkunjung ke pulau ini. 

Dengan pemandangan yang cantik ini kita diberikan penyegaran yang besar, karena dari bermain di pasir putih, bermandi manja di pantai yang airnya jernih, serta pemandangan terumbu karang yang super indah serta pemandangan savana yang anggun, otomatis dengan sepenuhnya menikmati keagungan ciptaan Allah ini, kita akan terlupakan kalau kita perna sakit hati, perna galau ataupun lagi gundah gulana karena belum dapatkan seorang kekasih alias jomblo. 

Jangan kawatir dengan trip ke pulau ini semuanya blas jadi segar dan melupakan galau ataupun jomblo.

Saya pribadi memberi sanjungan pada pulau ini adalah pulau anti galau dan tidak perna merasa jomblo, tidak percaya silahkan buktikan sendiri. 

untuk melihat video keindahan dan ke eksotikan pulau kelor silahkan tonton dibawah ini, dijamin anti galau. 
Read more

Pulau Padar: Pulau Terindah Di Dunia

Setelah bermalam di Labuhan Bajo, kami lanjutkan untuk trip sailing Komodo. Trip jelajah Komodo kami awali berkunjung ke pulau yang sering sekali muncul di foto-foto sosial media, bahkan menjadi icon, Taman Nasional Komodo, yaitu Pulau Padar. Pulau yang memiliki kontur dan bentuk yang indah menjadi sensasi yang luar biasa bagi saya.

 Kami ke pulau ini dengan menyewa kapal kecil yang bemuatan sekitar 20 orang, dengan menyewa seharga Rp 5.500.000 selama 2 hari satu malam, bermalam di rumah warga plus makan. itu harga setelah nego dengan pihak kapal. Dengan menggunakan perahu yang ukuran kecil ini, sempat ada rasa khawatir karena ukuran kecil dan kecepatannya lambat, beberapa kali saya memperhatikan ada pusaran air yang bentuknya melingkar dilewati perahu kami, namun alhamdulilah sekitar 3 jam di kapal kami sampai juga di pulau yang sangat indah ini. 

Topografi dari pulau padar sangat khas dan menarik, pertama memiliki tanjung dan teluk yang banyak ,yang seakan membentuk seakan  jari jari tangan. Pulau ini  memiliki pantai dengan pasir putih yang merona dengan warna air laut yang berlapis, bening, hijau, hingga biru. Bukit bukit pada pulau ini juga memiliki tektur puncak bertonjolan yang unik dengan warna rerumputan menambah kontras warna sangat indah.

Pulau ini juga tidak banyak ditumbuhi oleh pepohonan melainkan padang rumput savana. Saya merasakan rasa spektakuler ketika berada di salah satu puncuk pulau ini. Akhirnya terbesit dibenakku inilah pulau terindah yang perna aku injak dan lihat dengan mata kepalaku. Karena pemandangannya yang menakjubkan.

Subhanallah indahnya, sayapun berkali kali mengabadikan foto di pulau ini, bahkan karena kurang puasnya sayapun merekam menjadi video. Videonya dapat ditonton pada bagian bawa artikel ini.

Untuk mencapai puncak dan dapat melihat pemandangan sekitar butuh menanjak sekitar 15 menit, saat menanjak harus hati hati karena bnyak batu berbagai ukuran. Namun kelelahan yang dirasakan akan terbayar dengan pemandangan yang super ini.

Berdasarkan info yang saya dapatkan dari pemilik kapal bahwa di pulau ini terdapat beberapa ekor Komodo, sehingga ketika di puncak saya disarankan jangan berteduh dibawa batu batu di, karena ditakutkan ada komodo sedang sembunyi. Tentukan kawatir diserang oleh binatang yang memiliki racun bateri yang sangat berbahaya di air liurnya.

Setelah cukup puas  di puncak pada pulau ini kamipun bersegera untuk turun karena tidak tahan akan teriknya matahari menyengat kulit. Sehingga sangat disarankan ke pulau ini pada pagi sekali atau menjelang sore. 
Kami berkunjung saat itu pada siang hari dan musim kemarau, bayangkan betapa panasnya. 

Setelah dari palau ini kami melanjutkan ke pulau komodo dan menginap di rumah penduduk, lengkapnya silahkan kunjungi .....
Saksikan Video serunya selama di pulau ini
Read more

Monday, October 10, 2016

The Power of Kepepet (Cerita Buru buru Minggu ini)

Minggu lalu sepertinya minggu yang serba buru-buru, Bagaimana tidak hampir semua acara atau agenda dengan mepet waktu dan pas-pasan. Keunikan tersendiri yang saya rasakan disela-sela serba terbatas tersebut ada saja pemikiran cemarlang atau ide brilian yang mampu mengatasi masalah mendadak tersebut. Mungkin disinilah membuktikan yang banyak dirasakan oleh orang orang lain, sebutan istilah THE POWER OF KEPEPET (kekuatan dalam kondisi mendesak).
  
Pengalaman ini senaja saya tulisan untuk mengenang hal ini karena bagi saya tidak akan terulang kedua kali,semoga.. Jikapun terulang itupun pasti dalam waktu yang berbeda. Tak mungkin yang sudah lewat kembali ke depan. berdoa jangan sampai lagi, cape pikiran dan cape hati.. hehe

Pengalaman dimulai hari senin, agenda yang sudah disepakati dengan ketua mahsiswa PPLT di salah satu Sekolah di Kota Metro, bahwa penarikan mahasiswa PPLT oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada hari senin. Kesepakatan itu pada 2 minggu sebelumnya, 2 wakil mahasiswa menemui saya untuk diskusi kegiatan tersebut. Pada hari senin ini saya ke sekolahan,  Sampai di sekolahan langsung bersilahturahmi dengan kepala sekolah, dalam sela sela obrolah dengan kepala sekolah, saya agak kaget karena beliau menyampaikan bahwa diapun belum dikonfirmasi langsung jam berapa mulai untuk acara penarikan tersebut. sempat terpikir dibenak saya ada apa dengan mahasiswa PPLT ini, seharusnya acaranya sudah fix dan sudah siap, yang penting lagi sudah dikomunikasikan langsung dengan orang nomor satu di sekolah ini. Setelah dari obrolan tersebut kitapun segera ke ruangan yang akan digunakan untuk acara tersebut,  dan ternyata terbukti mahasiswanya belum siap, alhasil menunggu sampai semuanya siap baru acara ceremonial penarikan dilakukan bersama kepala sekolah dan guru-guru sekolah. Keadaan tersebut membuat saya selaku DPL merasa kurang mendidik mahasiswa yang seharusnya semuanya sudah dipersiapkan sebelumnya dengan matang sehingga acaranya berjalan dengan lancar. setelah itu siang menjelang juhur, sudah mendekati kampus tapi telat, gerbang kampus sudah tutup, sudah terbiasa saat jam sholat juhur pintu gerbang akan ditutup hingga sholat selesai. selanjutnya sayapun balik ke kost, setelah juhur sudah mendapatkan sms oleh koordinator mata kuliah yang satu tim mengajar dengan saya untuk segera meeting membahas materi perkuliah, lansung tancap ke kampus 3. Sampai sorepun kelar.

masih di hari yang sama, stelah rutinitas harian abis magrib, makan malam, lanjut  rencana akan menyelesaikan tulisan yg sudah tertunda dan persiapan materi untuk kuliah besoknya, sebelum isya mendapat chat Whatups dari teman dosen untuk segera kirimkan no KTP, dalam "ada apa ini?" Ternyata ada sms tertunda, bahwa segera menyiapakan untuk berangkat besok siang ke Yogya -Malang, tiket dan lain2 sudah disiapkan oleh ka prodi. sempat bergumam Oh Tuhan mengapa mendadak sekali. Ya sudah seorang petualang harus siap. hahahaha.. 

Selasa pagi jam 1 dan ke 2 sudah masuk kelas materi evolusi, di kelas terhibur dengan intermezo cerita lucu mahasiswa selama PPLT. ternyata perkuliahan hari ini adalah kuliah perdana mahasiswa semester atas setelah melakukan kegiatan PPLT,  Pada kesempatan itu saya bertanya kepada beberapa mahasiswa bagaimana kesan selama belajar di sekolahan. dari cerita tersebut ada mahasiswa yang sring dipanggil anak karena tubuhnya yang kecil dan imut, sehingga sering dianggap anak sekolah, selain itu ada yang di panggil buyut, karena namanya Yuyun  dan cerita cerita yang lainnya. 

Di jeda waktu pergantian perkuliah sudah saya didatangi oleh asisten praktikum untuk meminta dibriefing tentang materi-materi praktikum, sayapun harus menyanggupi karena sulitnya menentukan jadwal yang cocok. Sebelum juhur hingga jam 1 briefing dengan asisten, alhamdulillah ternyata tidak perlu waktu yang banyak untuk menyakinkan asisten tentang materi, mereka sudah cukup pintar dan mupuni.

Abis juhur langsung tancap gas ke kost ambil barang untuk berangkat ke Yogya, janji jam 1 di fakultas fkip, ternyata molor, 1,5 jam menunggu kepastian dari ketua rombongan.. Duh jadi cerita panjang. hehe ayo lanjutkan cerita...

Jam 14.30 WIB kami bersepuluh berangkat menuju bandara Raden Intan II, sebelumnya saya sudah diberitau oleh ketua rombongan kita terbang pukul 16.00, sempat rasa kwatir, karena saat akan chek in jam sudah menunjukan jam 15.45, dalam hati duhh kok antrinya panjang aja, berjalan waktu dan menunggu antri jam pun sudah menunjukan pukul 14.00, sempat lama juga saya menunggu layanan pihak maskapai, lantara adanya komplen warga negara asing yang ternyata sudah tertinggal pesawat, akhirnya saya minta untuk layani saya dulu karena ini jadwalnya sudah telat, tapi saya sempat tenang setelah dalaam hati bergejolak lantaran akan tertinggal pesawat, pelayannya menyapaikan bahwa terbangnya diundur jam 15.45 WIB, setelah itu kami bergegas masuk ke dalam. untuk menyakinkan kita benar-benat didelay saya tanya kembali dengan penjaga di dalam, ternyata benar penerbangannya tunda. Namun kembali kegelisahan muncul lantaran, penerbangan ditunda, kita akan tertinggal lagi pesawat kedua, karena kita menuju Yogyakarta menaik pesawat transit ke Bandara Sukarno Hatta jakarta, lalu lanjut ke Adi Sucipto Yogyakarta pada jam 19.00 WIB dengan beda maskapai. Setelah saya hitung-hitung waktu, ini bisa ketinggalan pesawat, beda maskapai dan tanpa konekting tiket serta beda terminal di bandara Sueta, sedangkan waktu hanya sekitar 1 jam. semua harus buru buru dan cepat, sayapun berinisiatif harus web chek-in, untuk menghindari anterian waktu chek-in manual. setelah beberapa kali coba web chek in di Hp saya dan Hp teman yang lain, hasilnya gagal. sayapun kembali berinisiatif harus minta bantu ke teman yang sudah ahli, langsung terbesit ke teman yang ada di Jakarta yang selalu terbang setiap bulan. alhamdulillah dalam hitungan menit, web chek in sudah kelar berkat bantuan beliau. selanjutnya panggilan naik pesawatpun sudah terdengar, kamipun naik pesawat menuju Jakarta.

Di bandara Sukarno Hatta kami harus pindah terminal, dari terminal 1 pindah ke terminal 3 karena beda maskapai, tidak tau jam berapa itu yang pasti setelah turun dari bus suttle langsung bergegas masuk. Pada saat akan masuk ke pemeriksaan metal detektor ke 2 ternyata petugasnya meminta chek-in harus print, saat itu juga sudah terdengar panggilan terakhir untuk penerbangan ke Yogyakarta dengan nomor penerbangan yang kami naiki, sayapun bergegas lari ke tempat untuk chek-in dan turun naik tangga, hingga akhirnya kamipun harus lari2 naik pesawat karena tangga pesawat sudah mau ditarik. Dengan kondisi ngos ngosan akhirnya sudah di dalam pesawat, mata-mata menatap di dalam pesawat tersebut sayapun sudah tidak pedulikan lagi, saya mencoba mengusap keringat yang bercucuran.. luar biasa... cerita untuk dekan dan dosen yang lari mengejar pesawat..

Sampai di bandara Adi Sucipto dalam kondisi hujan deras, sembari menunggu mobil jemputan yang sudah di pesan oleh teman yang sedang menumpuh S3 di kota gudeg ini, kami duduk santai di pintu kedatangan. setelah itu kami tancap ke penginapan, makan malam dan selanjutnya tetap menyempatkan main ke Tugu dan titik 0 kilometer Yogyakarta walaupun kondisi larut malam.

Hari rabu, alhamduliliah tidka begitu terdesak oleh buru-buru kami pagi pagi sudah sarapan, lanjut ke UNY, disana kami disambut oleh dekan fakultas ekonomi, dan akhirnya terpisah ke Fakultas lainnya. menjelang siang acara di UNY selesai, jam 1 kami harus segera chek-out dari penginapan, setelah itu menuju UAD, acara ke UAD terpaksa terlambat lantara mobil yang kami sewa, bocor ban. namun acaranyapun kelar dengan mendapatkan banyak pengalaman. menjelang magrib kami ke stasiun untuk chek in kreta menuju malang yang bernagkat jam 20.45 WIB.

Subuh jam 4.00 Hari kamis sampai di stasiun Malang Baru, di jemput teman ke penginapan, acara di Unmuh lancar hingga siang dan  jam 15.00 terbang lagi ke jakarta, lanjut konekting ke Lampung. Kamis malam sampai Bandar Lampung, harus bukan labtop tuk persiapan ngajar jumatnya, alhasil suara ampir habis.

Sabtu yang full buru2. Dr pagi sudah antri mahasiswa bimbingan hingga juhur, siang seminar ,sore ujian pendadaran mahasiswa PPLT.  Alhmadulillah  Seminar hasil penelitian dosen pemula di kampus Universitas Muhammadiyah Metro dapat laksanakan dengan lancar. Tinggal revisi, perbaikan buku, cetak buku, perbaikan hasil penelitian, publikasi ilmiah.

catatan : Setiap perjalanan dan acara memang harus diperhitungkan sematang matangnya, persiapan, waktu, materi dan tenaga.

Bravoooooo.. Allahu Akbar.. 
Read more

Monday, October 3, 2016

Menjaring Alexa dari titik Terendah

Ranking alexa adalah suatu penilai posisi website dan blog dalam takaran yang memiliki trafic terbaik di internet. Bagi para blogger ranking ini menjadi ukuran bahwa website memiliki lalu lintas atau trafic baik di dunia. Bahkan website yang memiliki ranking alexa paling kecil adalah website paling bagus untuk dijadikan tempat promosi atau mendapatkan backlink.

Saya sendiri, sejak bergabung dan menulis di blog, secara pribadi belum begitu merasakan efek dari manfaat ranking alexa. Dulu beberapa kali teman-teman blogger menanyakan blog kamu ranking alexanya berapa? Bahkan ada yang memuji, wihh ranking alexanya 400ribuan dunia, keren dll..
Namun dari beberapa artikel yang saya baca, ranking alexa penting untuk website atau blog kita, terutama untuk melihat peringkat trafik dari website kita dunia.

Kali ini saya baru hitungan hari membuat blog saya menjadi TLD, atau memiliki domain sendiri, tidak ada lagi belakangnya blogspot, sehingga langsung dengan razonewane dot com.  2 hari lalu saya mengecek peringkat blog saya ini dengan nama razonewane.blogspot dot com dengan posisi alexa tertinggi adalah 1.200.000 di dunia. Dengan bergantinya domain otomatis rank alexa dengan nama blog tersebut akan meningkat dan bahkan hilang tidak masuk dalam daftar lagi.


Dengan bergantinya domain tersebut saya mendaftarkan ulang blog saya dengan domain yang baru ini: razonewane.com  di rank alexa pun masih no data. Namun hari saya cek ternyata sudah memiliki rank yang sudah cukup membanggakan baru sehari aktif sudah memiliki ranking 8 jutaan.
Read more