Tuesday, December 27, 2016

Foto eksis di Tebing Runtuh Bukit Batu Kapal Tigeneneng

Di hari natal, teman teman dari agama nasrani katolik dan protestan sibuk merayakan hari raya mereka, i hari ini kita sibuk eksis di tempat yang sempat hit awal tahun ini, ya kita bersama-sama berfoto ria di bukit yang disebut bukit batu kapal, sebagian orang menyebutnya bukit branti, bukit ini yang nampak jelas di jalan raya lintas sumatera depan Bandara Radin Inten II.  disini kita bersama group Backpackers Indonesia  (BPI) chapter Lampung dan juga tergabung di Group TEMPAAL (team pecinta alam adventure lampung) bersama-sama berkunjung dan berfoto ria di kaki bukit ini. 

Di tempat ini terdapat 4 titik untuk dapat  berfoto karena disini ada keunikan dari bentuk dinding teping yang rontoh, selain itu terdapat 1 danau kecil yang memiliki warna hijau. 

Untuk mencapai lokasi ini tidak sulit, jalan masuknya tepatnya dari jalan raya Lintas Sumatera, dari Kota Bandar Lampung setelah bandara Radin Inten II, terdapat minimarket alfatmart, di samping toko tersebut terdapat jalan masuk, terus ikuti jalan ini hingga melewati rell kereta api, terus lurus hingga sampai di bukit tersebut, terus ambil jalan ke kanan, nikmati jalan tersebut hingga terdapat terakhir danaunya.  selamat menikmati.. 

catatan ketika berfoto ria disini jangan terlalu dekat dengan dinding takut longsor, sangat rawan sekali..

Berikut Foto kita selama di bukit ini. 
Read more

Sunday, December 18, 2016

Kenangan yang Manis di Labuhan Bajo

Pemandangan Di Labuhan Bajo Flores 
Setelah perjalanan jauh selama kurang lebih 6 jam dari kampung Waerebo akhirnya kita tiba di Labuhan Bajo tepatnya pukul sekitar 8 malam, di Kota ini lokasi yang kita tuju adalah penginapan yang sebelum sudah dibooking oleh tim leader, Bang Emaniel yaitu penginapan BajoView. Dalam kondisi remang malam itu kita turun dari mobil minibus yang sudah menghantarkan kita keliling sebagian Flores, kita langsung ke penginapan Bajo View, penginapan yang terletak dibagian atas di Kota Labuhan Bajo,  penginapan ini dengan khas karena tidak seperti penginapan biasanya yang mana para tamu tinggal di kamar, tetapi di penginapan ini tinggal atau tidur dalam tenda. Tenda-tenda buat sedemikian rupa, dimana dalam 1 tenda terdapat 2 tempat kasur serta dilengkapi colokan buat charger dan 1 kipas angin. Cukup unik penginapan ini, karena lelah kamipun tertidur pulas hingga pagi hari. 


Penginapan di Bajo View  
Pagi-pagi kita sudah bangun dan langsung check out dari penginapan yang khas ala tenda ini, beberapa kali saya mengambil foto lanscape ketika berada di penginapan ini, pemandangan pantai serta pelabuhan yang mempesona di pagi itu. 

Selanjutkan kami segera bergegas menuju pelabuhan untuk melanjutkan trip ke kawasan Taman Nasional Komodo. Perahu yang kami booking sudah menunggu di pelabuhan. silahkan simak artikel berikut : 
1. trip kami di Pulau Komodo
2. Indahnya pesona Gili Lawa 
3. Pulau Padar, Pesona pulau Terindah Di Dunia 
4. 14 hari jelajah Flores -Komodo 
di depan pintu masuk Pelabuhan Labuhan Bajo
Kota Labuhan Bajo merupakan kota paling barat di pulau Flores, kota pantai yang paling dekat dengan Kawasan Taman Nasional Komodo. Tempat transit dan akses utama para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo dan sekitarnya. Di kota ini sudah terdapat pelabuhan kapal feri, bandara, serta sudah mulai banyak di bangun hotel. Di kota Labuhan Bajo sudah banyak penginapan dari kelas backpacker hingga eksklusif, pelabuhannya dan pusat kuliner serta cafe -cafe sudah lengkap.  Di sini sudah banyak bule hilir mudik, nongkrong dan aktivitas yang lainnya. Kota ini masih terus berbenah menjadi kota wisata. Dari pernyataan teman trip saya Mbak Sri Purbahaya (traveler Indonesia asal Bali) dulu di tahun 2012 berkunjung ke kota ini belum semaju sekarang, beliau menyampaikan bangunan-bangunan megah serta pemukiman tidak serapat sekarang. Cepat sekali perkembangannya. Waw emejingg...

Menurutku kedepannya seperti legian kute di pulau Bali. Karena yang saya lihat banyaknya wisatawan asing dan cafe-cafe yang ada di Kota ini.
Untuk mencapai kota Labuhan Bajo dapat melalui via kapal laut atau via pesawat terbang. Jarak bandara ke kota tidak begitu jauh kurang dari 5 km, dari bandara ke kota Labuhan bajo dapat menggunakan angkutan umum atau dengan ojek yang banyak di depan pintu keluar bandara. 
Masjid megah di Tengah Kota Labuhan Bajo
Beberapa catatan indah dan seru selama di Kota ini dari kami para backpacker yang tergabung dalam Group Jala Mana Nusantara, yang berjumlah 12 orang. 

1. Kita tinggal di Kota ini sekitar  5 hari 5 malam, walaupun ada yang tinggal 6 hari. Dari tiap malamnya kami pindah-pindah penginapan, dimulai di penginapan Bajo View, terus Hotel pelangi, Hotel Bajo, dan hotel mutiara. 
Setelah trip sailing Komodo kami kembali ke Kota Labuhan Bajo, pada saat tiba di kota ini lagi, salah satu teman sudah mencari dan memboking penginapan yaitu hotel pelangi. Di hotel ini ada sewa kamar yang paling murah dengan permalam  perkamar 150 ribu, kita mengambil itu tetapi hanya satu malam saja dengan alasan kurang rekomended kita pindah ke hotel bajo dimana di hotel ini ada kamar paling murah 200 ribu yang dapat diisi 2 orang. Akan tetapi karena malam selanjutnya sudah di booking  tamu lain jadi kita malam selanjutnya pindah ke hotel mutiara dengan harga perkamar sama 200 ribu.  Kedua hotel terakhir sangat rekomendasi bagi para backpacker karena murah dan nyaman serta sudah AC, kamar mandi dalam. Pengalaman pindah-pindah penginapan di kota Labuhan Baju menjadi cerita untuk group trip kali ini dimana menginap 4 penginapan berbeda yaitu: bajo view, pelangi hotel, hotel bajo dan mutiara hotel. 

2. Makan di pelabuhan dan makna padang, beberapa kali kita pada saat akan. Sailing membeli nasi bungkus di depan pintu pelabuhan, selain harganya murah, 10 rb satu bungkus juga rasanya tidak mengecewakan, bahkan bekal kami di kapal, dengan membeli nasi bungkus tersebut. Selain nasi bungkus, nasi padang menjadi primadona kami, karena butuh energi lebih alternatif nasi padang adalah pilihan, beberapa kali nasi pada menjadi goyunan kami, karena ada tingkat dari teman trip yang pagi pagi subuh sudah keluyuran mencati nasi padang.. Hahaha..

3. Untuk pertama kali, saya dan beberapa teman muslim, sholat idul adha di Lapangan Sepak Bola di Kota ini, tepatnya di depan hotel pelangi,  keadaan lapangan penuh oleh para jemaah dan hikmat. 

4. Adanya kelucuan dimana ada penghargaan miss komodo jala mana nusantara, dimana selain penghargaan teesebut ada kelucuan fengan nominasi miss eaty (peserta trip yang makan dan makan) miss komplen, miss laty (telat mulu), miss kuli (bawaan barang banyak) miss sleepy (kerjanya tidur mulu) dan miss miss an yang lain.

5. Kelucuan yang lain dari candaan dan banyolan teman-teman yang tidak memandang perbedaan menjadi suasana lebih akrab. 

simak Video berikut ini keindahan alam flores dan Taman Nasional Komodo

Read more

Sunday, December 11, 2016

Berkunjung ke Green Corner Hidroponik Palembang

Bersilahturahmi ke kota Bumi Sriwijaya, dalam waktu 3 hari cukup memberikan pengalaman yang menarik dan menanbah pengetahuan. Disela sela melaksanakan tugas kantor untuk menghadiri workshop Penggunaan Aplikasi On-Line Simlemkerma untuk pengusulan program studi, pendirian perguruan tinggi dan perubahan bentuk perguruan tinggi di hotel Aston dan Studi terkait pendirian program studi baru di Fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada tanggal 7-8 Desember 2016. pada kesempatan ini saya menyempatkan waktu sekitar 2 jam untuk berkunjung ke kebun Hidroponik, tepatnya ke Green Corner Hidroponik Palembang.  

Kebun Hidroponik Green Corner beralamatkan di jalan Meriam Lorong Karya 4, Skip Ujung kota Palembang menghasilkan sayuran-sayuran organik dengan tehnik hidroponik. pada saat datang kesini rasa takjub akan kreativitas insan manusia dalam memanfaatkan lahan yang minim dengan sentuhan keuletan hingga dapat menghasilkan produk skala kelas atas. ya bagaimana tidak, dengan adanya pernyataan "Sehat tanpa pestisida" slogan yang diterapkan di komunitas Hidroponik Palembang, memberikan suatu produk yang aman dan bersih untuk dikonsumsi masyarakat serta dengan lahan yang seadanya menghasilkan sayuran yang dijual di mall-mall terkenal di Kota Palembang. 
pak Adie lagi santai
membersihkan hasil panen pagi ini 
Kebun hidroponik ini dibangun dan dipelopori oleh bapak Adie Alqodry.  beliau memulai kegiatan berkebun urban farming ini sejak tahun 2012 dengan awalnya ketertarikan bertani ala kota ini dari info majalah trubus dan brosing di internet sejak itu beliau merasa terpanggil untuk lebih tau "kok ada tanaman di pipa" keinginan makin kuat dengan study ke pulau jawa,  ternyata di jawa banyak dikembangkan dan lebih besar. sejak saat itu juga di kota Palembang sudah ada, tetapi cenderung untuk kalangan khusus saja atau sebatas hoby. beliau awal memulai dengan modal awal box strepom di pasar-pasar hingga jadi yang lebih maju sampai sekarang. Pada tahun 2013, pak Adie mulai menjual produknya ke pasar. hingga sekarang makin meningkat dan eksis di Mall- Mall bear di Kota Palembang.  di usahan ini pak Adie dengan lahan 10 x 12 m  3000 lobang dan dibantu dengan 2 pekerja dan istri tercintanya.   


Tanaman-tanaman yang dibudidayakan melalui tehnik hidroponik oleh pak Adie dkk sekitar 12 item sayur  yaitu: Seledri, Kangkung, tumbuhan min, caisin, Slada, bayam hijau, bayam merah, dan lainya. selain itu ada beberapa tanaman yang sulit untuk di tanam di hidroponik seperti : selada air yang rewel. dan juga sudah merambah ke tanaman herbal meliputi Basil dan min.   "sudah banyak media yang meliput atas keberhasilan usahanya ini, dari media massa lokal hingga nasional misalnya majalah agrikultur trubus. selain itu di sini menjadi tempat study para Mahasiswa praktek, kunjungan dari kelompok-kelompok tertentu dan sekolah-sekolah", ujar pak Adie.

contoh produk Hidroponik siap kirim
Produk pertanian hidroponik ini di pasarkan ke mall-mall : Amon PTC, hypermart, transmart, dengan sistem PO (price order) atau tergantung barang habis, biasanya rata-rata 3 hari sudah order lagi. sedangkan untuk restouran sistem putaran tiap hari.  jadi pak Adie dan kawan kawan harus selalu sia untuk menyediakan produk hasil hidroponiknya. 
untuk memenuhi banyaknya permintaan tersebut pak Adie menggandeng atau Jaringan dengan kelompok yang menggeluti dunia pertanian ini, saat ini sekitar 10-15 kelompok tani yang tergabung dalam group Green Corner Hidroponik Palembang. dimana kelompok-kelompok ini bukan skala besar akan tetapi  kelompokrumahan yang bertani sekitar 10-20 pipa, namun dengan konsistensinya dapat memberikan hasilnya luar biasa. selain itu niat baik dari pak Adie menerapkan ekonomi kerakyatan sangat terlihat disini, semoga semakin maju dan eksis, go green..

Tips Dalam Bertani Hidroponik 
Dalam sela-sela obrolan singkat dengan pak Adie beliau sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha ini berikut ini Tips beliau dalam mempertahankan agar tetap eksis di bisnis ini : Menjaga stok untuk pelanggan, dan menjaga kualitas. " Aku mau makan enak, jadi kasih barang yang enak jugo".

Untuk mencoba bertani hidroponik bisa sedini mungkin, jangan indentik dengan mahal, sisa bok bekas, botol aqua, dan bahan-bahan yang dapat digunakan disekitar kita.  lalu untuk hasil jangan muluk muluk dulu, dapat untuk konsumsi keluarga, jika lebih,  jangan berpikir ke mall dan yang lebih besar, bisa ke jadi tetangga, pasar di lingkungan terdekat. selanjutnya jika takut gagal tanam - tanaman yang mudah hidup, karena pengalaman dari beberapa teman beliau akibat gagal malah ngeper/ mundur. contoh tanaman yang relatif mudah tumbuh Kangkung dan sawi-sawian.



Read more

Tuesday, December 6, 2016

Pulau Gili Lawa : Bukit, Rumput Savana, Pantai dan Laut

Pulau dengan pemandangan khas bukit, rumput savana, pantai dan laut. Jika anda berkunjung ke Taman Nasional Komodo, tidak lengkap jika anda tidak mengunjungi atau menginjakan kaki ke tempat ini, sensasi surga dunia akan anda rasakan ketika berada di Pulau ini, rerumputan khas savana dengan angin yang menyentuh sejuk di balik terik sang mentari, dengan mata dimanjahkan pemandangan laut yang membiru dan pasir yang putih kemilau serta bukit yang mempesona, tidak jemu jemunya ketika berada di pulau ini.  ya begitu indahnya sensasi ini di pulau Gili Lawa, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara timur. 

Pengalaman pribadi ketika menginjakan kaki ke Gili Lawa, rasa haru dan takjub akan indahnya ciptaan yang maha kuasa, ketika kapal merapat ke pantai, sudah di sajikan indahnya pantai dengan pasir putih, kemudian, aku melihat perbukitan yang dipenuhi oleh rumput perdu yang sudah menguning karena masim kemarau, lalu dengan semangat 86 menyusuri jalan setapat menuju puncak bukit, walau tracking agak melelahkan di tengah terik mentari namun semua terbayar sudah dengan keindahan alam Komodo. 

Pemandangan di pulau Gili Lawa menjadi icon tersendiri untuk kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo, setelah pulau padar dan pulau kelor.

Sebelum berkunjung ke pulau ada kalah Simak video keindahan pulau ini berikut ini sebagai referensi untuk mengisi liburan anda  : 


Simak artikel yang lain tentang jelajah Flores bersama Jala Mana Nusantara 
Hari pertama di Maumare yang Membuatku Ingin Ber Gemu FamireTanjung Kajowulu : Emas Berkilau di Barat MaumereKojadoi : Pulau Tumpukan Batu yang Fantastik di FloresSyahdu Berteduh dan Arus Manja di Pulau Pangabatang FloresPantai Koka Flores : Eksotiknya Tidak tergantikanDesa Jopu Flores: Khasana Budaya, Mandi Air Panas dan Makan SirihBermain Kelelawar dan Menikmati Surga di Riung 17 Pulau, FloresWaerebo : Kampung Adat Di Pedalam FloresMenikmati Sensasi Kopi Flores di Kampung BenaKota Ende : Maboknya Petualang, Sedapnya Sambal Dabu dan Tragedi Tas Biru ZaqiKenangan yang Manis di Labuhan Bajo

Read more

Friday, December 2, 2016

Mengenal Lebih dekat dan Penanaman Mangrove di Pulau Pahawang

Pada kuliah lapangan  kali ini kita dari Pendidikan Biologi Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan Universitas Muhammadiyah Metro melakukan kuliah lapang di Pulau Pahawang Besar tepat di dusun Suak Buah.  Kegiatan ini merupakan bagaian dari  Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan yang diampu oleh dosen Dr. Achyani, M.Si. dan Rasuane Noor, M.Sc.  Tujuan kuliah lapangan ini adalah untuk lebih mendalami pengetahuan tentang vegetasi mangrove, diharapkan dengan belajar langsung dan melihat kondisi mangrove di lapangan akan menambah pengetahuan mahasiswa tentang mangrove sendiri. Kesempatan ini mahasiswa yang terdiri dari 2 kelas semester 7 dengan jumlah totoal sekitar 105 orang dan didamping oleh 3 dosen yang terdiri dari 2 dosen pengampu dan 1 dosen tambahasan bapak Suharno Zen, M.Sc  serta 2 asisten yaitu Purwadi, S.Pd. dan Ronal Wahyudi, S.Si. sedangkan untuk panitia diketui oleh Andi Firman Kelas B. 
berlayar Menuju pulau Pahawang

Pada kesempatan ini materi di lapangan banyak disampaikan oleh bapak Isnain yang merupakan warga asli pulau Pahawang dan merupakan pimpinan Badan Pengelola Daerah Perlindungan Mangrove (BPDPM) di pulau Pahawang.  Bapak Isnain sudah hampir 10 tahun bersama-sama warga di Pulau Pahawang mengkonservasi mangrove di sini. Awal merintis untuk konservasi daerah ini pada tahun 2005 membentuk kelompok kelestarian mangrove, selanjutnya tahun 2006 merintis lembaga DPDM yang awal SK kepala desa.

Pak Isnain begitu semangat memberikan materi kepada mahasiswa
Pendidikan Biologi FKIP universitas Muhamadiyah Metro
Pulau pahawang adalah dengan luas  1,084 hektar yang dihuni sekitar 400 Kepala Keluarga terletak di kecamatan Punduh Pidada dengan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terdapat satu desa dengan nama desa Pahawang, di pulau ini dikenang dengan sebabgai tempat tujuan wisata karena keindahan bawah lautnya dengan julukan Surga Tersembunyi (Hidden Paradise) karena memiliki keindahan trumbu karang dan biota lautnya yang sangat indah. Selain itu pulau ini memiliki hutan mangrove /bakau  luas serta memiliki pantai berpasir putih.  
Belajar di hutan bakau adem dan sejuk
Dari penyampaian pak Isnain, di pulau ini sudah terindentiikasi 30 jenis mangrove, yang terdiri bakau/ mangrove primer  dan mangrove asosiasi. Luas wilayah mangrove di pulau ini sekitar 141 Hektar dengan zona inti sekitar 30 hektar.  Di tempat ini selain tempat perlindungan mangrove juga tempat produksi /sumber benih mangrove yang sudah bersetrifikat dari BPH palembang dan BPH wilayah dua Medan serta SK bupati Pesawaran.

Di pulau pahawang Bakau/ mangrove primer yang paling banyak ditemukan adalah jenis Rhizopora macronata, Rhizopora apiculata dan Rhizophora cronata, pidada,  dan mangrove asosiasi asosiasi meliputi buta-buta, waru, ketapang, jeruju, dan lainnya.

Mangrove di pulau P ahawan fungsinya sebagai pelindung pantai dari barasi air laut tetapi juga memiliki manafaat yang lain yaitu sebagai tempat perlindungan biota laut (telur, anak ikan, kepitik dan lainya) pohonnya tempat burung serta hasilnya dapat dimanfaatkan seperti makanan dodol mangrove, empeyek, bahkan untuk obat, sabun dan lulur.      


Setelah belajar banyak dan terjun langsung mengamati mangrove, kita lanjutkan ke penanaman bakau bersama di sekitar pantai di dusun suak buah ini dengan masing-masing orang satu tanaman bakau, semoga bakaunya tumbuhn dan hidup besar. 

Abis tanam bakau kita foto bersama pak Isnain dan  Dosen 

nah, ini dia biologist cantik lag taman bakau, kalain kapan???
udah cantik cantik rela basah basah di lumpur tuk tanam bakau
, yukk melestarikan alam 
Read more