Sunday, December 11, 2016

Berkunjung ke Green Corner Hidroponik Palembang

Bersilahturahmi ke kota Bumi Sriwijaya, dalam waktu 3 hari cukup memberikan pengalaman yang menarik dan menanbah pengetahuan. Disela sela melaksanakan tugas kantor untuk menghadiri workshop Penggunaan Aplikasi On-Line Simlemkerma untuk pengusulan program studi, pendirian perguruan tinggi dan perubahan bentuk perguruan tinggi di hotel Aston dan Studi terkait pendirian program studi baru di Fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada tanggal 7-8 Desember 2016. pada kesempatan ini saya menyempatkan waktu sekitar 2 jam untuk berkunjung ke kebun Hidroponik, tepatnya ke Green Corner Hidroponik Palembang.  

Kebun Hidroponik Green Corner beralamatkan di jalan Meriam Lorong Karya 4, Skip Ujung kota Palembang menghasilkan sayuran-sayuran organik dengan tehnik hidroponik. pada saat datang kesini rasa takjub akan kreativitas insan manusia dalam memanfaatkan lahan yang minim dengan sentuhan keuletan hingga dapat menghasilkan produk skala kelas atas. ya bagaimana tidak, dengan adanya pernyataan "Sehat tanpa pestisida" slogan yang diterapkan di komunitas Hidroponik Palembang, memberikan suatu produk yang aman dan bersih untuk dikonsumsi masyarakat serta dengan lahan yang seadanya menghasilkan sayuran yang dijual di mall-mall terkenal di Kota Palembang. 
pak Adie lagi santai
membersihkan hasil panen pagi ini 
Kebun hidroponik ini dibangun dan dipelopori oleh bapak Adie Alqodry.  beliau memulai kegiatan berkebun urban farming ini sejak tahun 2012 dengan awalnya ketertarikan bertani ala kota ini dari info majalah trubus dan brosing di internet sejak itu beliau merasa terpanggil untuk lebih tau "kok ada tanaman di pipa" keinginan makin kuat dengan study ke pulau jawa,  ternyata di jawa banyak dikembangkan dan lebih besar. sejak saat itu juga di kota Palembang sudah ada, tetapi cenderung untuk kalangan khusus saja atau sebatas hoby. beliau awal memulai dengan modal awal box strepom di pasar-pasar hingga jadi yang lebih maju sampai sekarang. Pada tahun 2013, pak Adie mulai menjual produknya ke pasar. hingga sekarang makin meningkat dan eksis di Mall- Mall bear di Kota Palembang.  di usahan ini pak Adie dengan lahan 10 x 12 m  3000 lobang dan dibantu dengan 2 pekerja dan istri tercintanya.   


Tanaman-tanaman yang dibudidayakan melalui tehnik hidroponik oleh pak Adie dkk sekitar 12 item sayur  yaitu: Seledri, Kangkung, tumbuhan min, caisin, Slada, bayam hijau, bayam merah, dan lainya. selain itu ada beberapa tanaman yang sulit untuk di tanam di hidroponik seperti : selada air yang rewel. dan juga sudah merambah ke tanaman herbal meliputi Basil dan min.   "sudah banyak media yang meliput atas keberhasilan usahanya ini, dari media massa lokal hingga nasional misalnya majalah agrikultur trubus. selain itu di sini menjadi tempat study para Mahasiswa praktek, kunjungan dari kelompok-kelompok tertentu dan sekolah-sekolah", ujar pak Adie.

contoh produk Hidroponik siap kirim
Produk pertanian hidroponik ini di pasarkan ke mall-mall : Amon PTC, hypermart, transmart, dengan sistem PO (price order) atau tergantung barang habis, biasanya rata-rata 3 hari sudah order lagi. sedangkan untuk restouran sistem putaran tiap hari.  jadi pak Adie dan kawan kawan harus selalu sia untuk menyediakan produk hasil hidroponiknya. 
untuk memenuhi banyaknya permintaan tersebut pak Adie menggandeng atau Jaringan dengan kelompok yang menggeluti dunia pertanian ini, saat ini sekitar 10-15 kelompok tani yang tergabung dalam group Green Corner Hidroponik Palembang. dimana kelompok-kelompok ini bukan skala besar akan tetapi  kelompokrumahan yang bertani sekitar 10-20 pipa, namun dengan konsistensinya dapat memberikan hasilnya luar biasa. selain itu niat baik dari pak Adie menerapkan ekonomi kerakyatan sangat terlihat disini, semoga semakin maju dan eksis, go green..

Tips Dalam Bertani Hidroponik 
Dalam sela-sela obrolan singkat dengan pak Adie beliau sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha ini berikut ini Tips beliau dalam mempertahankan agar tetap eksis di bisnis ini : Menjaga stok untuk pelanggan, dan menjaga kualitas. " Aku mau makan enak, jadi kasih barang yang enak jugo".

Untuk mencoba bertani hidroponik bisa sedini mungkin, jangan indentik dengan mahal, sisa bok bekas, botol aqua, dan bahan-bahan yang dapat digunakan disekitar kita.  lalu untuk hasil jangan muluk muluk dulu, dapat untuk konsumsi keluarga, jika lebih,  jangan berpikir ke mall dan yang lebih besar, bisa ke jadi tetangga, pasar di lingkungan terdekat. selanjutnya jika takut gagal tanam - tanaman yang mudah hidup, karena pengalaman dari beberapa teman beliau akibat gagal malah ngeper/ mundur. contoh tanaman yang relatif mudah tumbuh Kangkung dan sawi-sawian.



Load disqus comments

0 komentar