Tuesday, February 28, 2017

Air Terjun Bakoman Tangamus Asik Buat Foto

Air terjun satu ini mungkin belum setenar air terjun Lembah Pelangi, tetapi kemenarikan air terjun ini tidak bisa dianggap biasa saja.

Air terjun Bakoman yang terletak Kabupaten Tanggamus provinsi  Lampung memiliki debit air yang cukup deras, apalagi di musim hujan. Untuk menuju ke air terjun ini harus perlu perjuangan karena harus di tempuh dengan jalan kaki setelah menggunakan kendaraan motor.  Motor dititipkan dirumah warga yg terakhir. Dengan rute  dari pertigaan batutegi lurus kearah ulu belu, tidak jauh dari pertigaan batutegi itu lurus sekitar 300 meter sebelah kanan ada jalan menuju ke situs batu bedil, ikutin jalan itu sampe ketemu jalan cabang tanah merah, yang 1 nanjak keatas,  yg 1 turun kebawah,  ambil jalan yang turun ikutin jalan itu sampe mentok rumah terakhir. Dari sana bisa titipkan motor dan tanya arah ke air terjun.
Oke semoga membantu, selamat berpetualang
Foto dan model : Derry





Read more

Monday, February 27, 2017

Sharecost Trip Pahawang Bersama Backpackers Indonesia Chapter Banten

Melalui sosmed whatapps dapat chat dari teman yang sudah tidak asing lagi bagi saya karena sudah cukup banyak distinasi kita kunjungi bersama salah satunya overland flores - komodo, yang dari chat tersebut mengajak tuk gabung trip sharecost bersama teman teman backpackers Indonesia chapter Banten. Setelah cukup lama obrolan dan saya lihat jadwal weekend ini tidak ada kegiatan lain. Akhirnya saya putuskan untuk bergabung. Berkunjung ke pahawang ini bukan hal yang pertama dimana bulan desember beberapa bulan lalu baru saja pulang dari sana, kebersamaan dan kembali bersilahturahmi dengan teman2 BPI banten, penting untuk memperat kebersamaan  dan berbagi informasi.
Trip yang dilakukan selama 2 hari satu malam ini cukup begitu menyenangkan. Meeting point teman-teman BPI banten di pelabuhan merak, mereka juga ternyata terdiri teman teman  dari bandung, jakarta dan banten sendiri. Setelah melewati selat sunda dan menumpak angkot dari bakau ke pelabuhan ketapang pesawaran, baru bertempu dengan saya yang senaja akan menunggu di pelabuhan ketapang.
Setelah sampai di pelabuhan ketapang, ternyata teman-teman sudah tiba terlebih dahulu dari saya yang menggunakan sepeda motor menuju ketapang. Saat bertemu mereka sedang sibuk sarapan dan siap2 dengan kostum pantai masing masing.

setelah semua siap kita berangkat dari dermaga ketapang tepatnya di dermaga 4. setelah berlayar sekitar 30 menit kita berhenti di pulau Klagian Lunik, disana kita sibuk foto dan saya dokumentasikan dengan video, selanjutnya dari pulau kelagian lunik, lanjut ke spot snorkling di depan kampung pahawang besar, disana tidak begitu lama karena kondisi angin yang kencangd dan arus lautnya lumayan kencang, serta kondisi bawah lautnya keruh / tidak cerah membuat kondisi tidak memungkinkan untuk pengamatan bawah lautnya kita naik ke kapal lanjut ke homestay di Pahawang besar, siang itu kita makan siang lanjut sebagian tidur siang, saya leyeh eyeh di pinggir pantai dengan hummockan. menjelang ashar kami menuju ke spot cukuh bedil dan ke pasir timbul pulau pahawang kecil hingga menjelang mangrib. setelah itu istirahat dan bermalam di homestay di Pahawang Besar. selanjutnya malamnya kita seru seruan dengan berala ala night beach party, (simak videonya). hingga kita menjalang dini hari.

pagi-pagi kita sudah sarapan dan lanjut trip ke taman nemo hingga sambil pulang kembali ke dermaga ketapang.
Simak tripnya di video beriku ini 


Ini bawah air pahawang 


Berikut video night beach party pahawang
Read more

Kenangan Sendal Kuningku dan Wanita Seksi

seksi di way brak 
Sendal yang berwarna kuning, disebut sendal jepit, sendal ini sekilas ataupun dari namanya tidaklah begitu spesial, namun yang spesialnya adalah dibalik dalam memakai sendal ini, terbesit suatu kenangan kebersamaan ketika menggunakan sendal ini, selama perjalananku tentunya sangat terlindung sekali dari duri, benda tajam ataupun lainnya, sehingga ketika melangkah telapak kaki tetap aman dan terus melangkah lebih enjoy. 

Awal cerita Saya membeli sendal ini saat saya dalam perjalanan menuju ke Situ Gunung pada acara Kopdarnas BPI (Backpackers Indonesia). Saat itu sekitaran Kota Bogor, kami berhenti membeli snack, namun saya baru ingat kalau saya lupa membawa sendal jepit, karena dalam keadaan santai dan pergi ke tempat mandi akan lebih praktis menggunakan sendal jepit, pada saat itu saya hanya menggunakan sepatu, dan akhirnya saya membeli di warung tempat kami singgah membeli cemilan itu, harga sendal itu adalah Rp 10.000. Di sendal tersebut tertulis brand sendal/sepatu terkenal di indonesia ya itu Bata, pada saat itu beberapa pilihan, namun pilihan tertuju pada warna kuning. 
Selama kegiatan kopi darat nasional /Kopdarnas BPI (Backpackers Indonesia) di Situ Gunung, sendal kuning ini sangat membantu contohnya ketika mandi atau berjalan jalan sekitar lokasi perkemahan.  alhasil kegiatan selama 2 hari 2 malam tersebut selesai dengan sukses. Setelah selesai acara di Sukabumi tersebut sendal kembali saya bawa ke pulang ke Lampung.
Selanjutnya sendal tersebut saya simpan di rumah karena sendal jepit yang lain banyak. selanjutnya sendal kuning ini turut menemani ketika trip ke air terjun Gunung Batu di kabupaten Tanggamus. Pada saat trip ini saya baru mengenal 2 sahabat trip yang luar biasa, ya seorang ganteng yang dipanggil Derry, dan mbak yang cantik dengan sapaan Yuli.

Sebelumnya awal perkenalan dengan mereka diakun instagram, Derry menanyakan tentang rute trip tempat lokasi wisata yang perna saya kunjungi. Dari sana akhirnya kita berteman di Ig dan selanjutnya merencanakan untuk trip bersama. Hingga pada akhirnya sepakat ke tujuan Air Terjun Gunung Batu di Tanggamus. 

Kita bertemu di depan alfamart di depan pintu perumahan Kemiling Permai, saat itu janjian jam 7 pagi ontime di depan toko tersebut, akan tetapi ada miss komunikasi, saya yang saat itu sendiri malah menunggu di alfamart dekat terminal Kemiling, sedangkan Derry dan Mb Yuli menunggu di depan alfamart di depan pintu perumahan Kemiling Permai. Mungkin sekitaran setengah jam kita saling menunggu di tempat yang berbeda, dan akhirnya kita saling telepon, yang ternyata kita menunggu tempat yang berbeda. Namun akhirnya perjalananpun tetap terlaksana menuju Tanggamus. 

Sekitar 3 jam tiba di daerah, tepatnya setelah persimpangan Batu tegi, karena kita satupun  belum perna ke air terjun ini, akhirnya kita banyak bertanya ke warga rute lokasi ke air terjun tersebut. Selanjutnya kita setelah di daerah Gunung Batu malah dibantu oleh bapak-bapak untuk diantarkan ke air terjun tersebut. dengan latar belakang sama-sama satu suku Semende, komunikasi jadi cair dengan bapak tersebut hingga kita diantarkan ke jalan menuju air terjun tersebut. Kita sangat berterima kasih sekali kepada bapak yang telah mengantarkan kita ke rute menuju air Terjun Gunung Batu Talang Ogan . Mb yuli saat itu berusaha memberikan uang tanda terima kasih kepada bapak tersebut tetap bapaknya menolak, bapak tersebut akan berangkat ke kebunnya yang berada di Ulu Belu. 

Saat itu kita menitipkan sepeda motor kita ke rumah warga yang paling ujung di daerah tersebut, lalu kemudian kita berjalan kaki menuju air terjun. saat itu saya menggunakan sepatu, saya lepas dan saya ganti dengan sendal jepit warna kuning itu, saat itu mb Yuli dan Derry, belum ada komentar saat saya menggunakan sandal jepit kuning tersebut, dan lebih uniknya ternyata mb Yuli memakai sendal cantik yang biasa banyak dipakai ke mall dengan ada bunga-bunganya, tapi ini malah dipakai ke hutan, saya pun tidak berani juga berkomentar, karena kita baru berteman dan baru bertemu saat itu sedangkan Derry ternyata memilih dengan tidak memakai apa-apa alias nyeker.. hehe lucu juga, tiga orang ngetrip dengan penampilan kaki yang berbeda. LIHAT FOTO.. hehe
inilah bentuk kaki dan sendal kita

Selanjutnya ketika diperjalanan hingga pulang kesereuan dan candaan mewarnaan trip kita bertiga saat itu, mb Yuli dengan tingkah dan banyolannya membuat suasana cair dan akrab. lengkapnya simak videonya diakhir artikel ini. 
air terjun Gunung Batu Talang ogan Tanggamus

sisi lain air terjun gunung Batu Talang ogan  Kabupaten Tanggamus


Sejak trip itu ternyata kearaban dan persahabatan kita makin menjadi-jadi sehingga beberapa kali trip kita jalani bersama, sekarang kita lanjutkan trip-trip berikutnya.. 

selanjutnya cerita sendal kuningku sering sekali saat trip atau bersama menjadi candaan sendiri dari mb Yuli dan Derry, dimana saat pertama trip mereka tidak perna mengomentari sendal kuningku itu..

Kemudian nasib sendal kuningku berakhir di Pulau Komodo. saat trip oversea Flores-Komodo, sendal kuning dibawa ke Flores, selama di Flores sendanya baik baik saja dan selalu menemati kakiku, dari Maumere - Kojadoi - Tanjung Kajuwulu - Pantai Koka - Ola Ngari - Kelimutu - Riung - cancar - waerebo - kampung Bena - hingga Labuhan Bajo dengan setia menemani,  tapi sayang saat trip sailing Komodo sendalnya putus, jadi sendalnya  ditinggal di kapal yang kamu tumpaki saat sailing Komodo. itulah kisah sendal kuningku itu .... 

simak video selama kita trip di air terjun gunung batu 

Read more

Saturday, February 25, 2017

Wednesday, February 1, 2017

T3ampall Menjelajah Air Terjun Tanah Longsor Pesawaran Lampung


Hari minggu di akhir bulan januari 2017 yang masih segar terasa tahun baru ini, kami dari Team Pecinta Alam dan adventure Lampung (t3ampaal) mengisi dengan menjelajah air terjun yang masih di kawasan kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Kami yang pada kesempatan ini terdiri dari  6 orang melakukan perjalanan trip yaitu: saya sendiri / Khairul Anam (Ariel), Edwin, Busmi, Dahri, Novri, dan  Rizky. Walau jumlah personil berangkat hanya sedikit, beda dengan biasanya yang bisa mencapai 20an orang tapi kami tetap semangat dan senang, kondisi minim personil hari ini karena bersamaan dengan acara dari anggota yang lainnya, Jika trip banyak personil ada plus dan minusnya, saking banyaknya sampai sulit untuk memantau satu sama lainnya, kondisi sedikit ini lebih terkendali dan praktis.
Aril sedang eksis di bawah sejuknya air terjun 
Tujuan trip kali ini kami ke Air Terjun Tanah Longsor yang berada di Padang Cermin Kab. Pesawaran, dari info yang kami dapati mengapa air terjun ini disebut air terjun Tanah longsor? karena   kondisi dan sekeliling air terjun seperti tanah yang longsor, oleh sebab itulah cikal bakal nama air terjun ini. 

Dengan segala ala kadarnya akhirnya kami sampai juga ke lokasi Arter Tanah Longsor, kami  dengan perbekalan yang ala kadarnya tetap tancap gas karena dengan adanya dorongan dan  niat yang kuat  yang menjadikan penyemangat kami. Perjalanan trip kami kali ini, dimulai atau start jam 13.00 WIB yang sebelumnya berkumpul di Basecamp t3ampaal di Teluk Betung, selepas menghadiri atau kondangan ke anggota keluarga t3ampaal kami berpacu dengan kuda besi menuju air terjun Tanah Longsor. Saat perjalanan dibarengi hujan gerimis manjahhh... hehehehe... 

Rute untuk menuju air terjun Tanah Longsor: 
Dari Kota Bandar Lampung Kami menuju Kecamatan Padang Cermin dengan melewati jalan utama dan satu-satunya yang langsung dari Teluk Betung - Lempasing - Hanura - Ketapang - dan melewati pantai Klara serta post Komando TNI angkatan Laut, hingga tiba di Padang Cermin. Di Padang Cermin, setelah POLSEK Padang Cermin, kira 50 m setelah itu pada kanan jalan terdapat plang Yayasan pendidikan Nurul Islam, masuk jalan kakan tersebut dari ikuti jalan lurus aja terus Sampe ketemu jembatan hingga ada jalan nanjak. saat menanjak kami yang menggunakan kendaraan motor terpaksa teman yang dibonceng untuk turun, karna jalan licin. selanjutnya jalan terus hingga tiba rumah terakhir dengan pemilik rumah namanya Pak Wasiswo, di rumah beliau kami menitipkan motor. Karna kondisi jalan licin kami teruskan dengan jalan kaki namun untuk motor besar atau adventure bisa terus sampai lokasi lebih dekat dengan air terjun tersebut. Pada kesempatan ini kami jalan kaki kurang lebih 5 kiloan ditempuh dengan 2 jaman. 
Simpang setelah Polsek Padang Cermin akan menemukan Plank yayasan ini
Rumah pak Wasiswo tempat menitipkan motor
Air terjun Tanah Longsor ini baru dibuka dengan kondisi ke lokasi  jalan cukup terjal perlu hati hati ekstra dan membawa perlengkapan secukupnya terutama konsumsi. Setelah perjalanan cukup berjam -jam dari kota Bandar Lampung kami sampai di lokasi tempat penitipan motor atau rumah bapak Wasiswo sekitar jpukul 14.30 WIB, kemudian kami lanjutkan dengan jalan kaki hingga kurang lebi jam 16.30 WIB kami tiba di bawah air terjun yang indah ini, di lokasi kami tidak begitu lama karena perhitungan waktu dan menjelang gelap, disana kami hanya  foto eksis dan kemudian siap-siap kembali ke lokasi ke penitipn motor. Disana kami ono cekrak-cekrik dengan hasil jepretan yg kurang maksimal karena sudah diburu waktu, target kami sampai kembali di penitipan motor jangan sampai gelap. Pukul 16.50 WIB kami berangkat balik ke rumah Pak Wasiswo, syukurlah Kumandang azan maghrib kami tiba di rumah pak Wasiswo. 

Kemudian setelah sampai di lokasi penitipan motor, Kami bersera obrol singkat dengan Pak Wasiswo dari obrolan tersebut lokasi tepat air terjun Tanah Longsor di derada di dusun penyarian desa Sonokeling, Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran tentunya provinsi Lampung tercinta.  Setelah itu kami lanjutkan perjalanan pulang ke Bandar  Lampung sekitar pukul 20.25WIB. 

Demikianlah cerita singkat perjalanan trip kami ke air terjun Tanah Longsor di Padang Cermin Pesawaran Lampung, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk berkunjung ke air terjun ini. 
Salam adventure dan salam lestari... keep green.. jangan buang sampah sembarang ya.. 

Read more