loading...

Thursday, April 6, 2017

Ringan Masuk Susah Keluar Jelajah Air Terjun Talang Rambang, Lebuay

Trip kali ini menuju curup / air terjun Talang Ramban di desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Air terjun ini sering disebut sebut di media sosial yaitu air terjun Twin, karena bentuknya yang dua tingkat. 

Pada perjalanan ini sangat melelahkan yang menguras tenaga dan perasaan, bagaimana tidak kami diterpa hujan deras, jalan setapak yang menanjak dan menurun serta licin tanah merah, ditambah lagi sudah kemalaman, badan basah kuyup, dan kejadian mistik yang merasuki peserta trip kami. Saya bilang ini adalah perjalanan yang luar biasa diatas luar biasa. Perjalanan dalam petualangan ini sungguh menjadi pengalaman kami yang akan sulit dilupakan, kami diberikan rute yang sulit diluar dugaan, kami berdelapan berangkat dengan kendaraan motor dari kota Bandar Lampung jam 8.30, tiba di rumah Hakim : kawan /sekaligus guide dalam trip ini, Hakim bersama saudara sepupunya Wawan yang merupakan leader penunjuk jalan ke air terjun ini. Sebelumnya Sela (princess Bolang) sudah berkomunikasi dengan Wawan melalui sosmed. mereka sepakat bahwa kita diantarkan  hingga mencapai lokasi air terjun Talang Ramban / Twin ini. Selanjutnya dari lokasi rumah Hakim yang tidak jauh dari lokasi curug ini sekitar 1 jam perjalanan motor. Selanjutnya pukul 11. 45 kami tancap gas dengan motor masing-masing tanpa perlengkapan untuk adventure menuju distinasi yang diincar, kami terus melewati jalanan yang masih tanah dan sedikit berbatu underla, Dari rumah Hakim, kami start pukul 12 tiba di curug pukul 13.02, hmhmhm cukup cepatlah.. 

Sampai di curup ternyata kami mendapatkan hadiah yang sangat menakjubkan. pemandangan air terjun 2 tingkat yang mempesona, kami segera berselfie tapiii.. "Oh my god hujan deras !!!!. but Kami masih enjoy menikmati curup ini seakan akan makin seru ditemani hujan deras. Hihii.. walaupun dalam benak sedikit memikirkan bagaimana ini pulangnya???.. Agh sudah lah, nikmati saja dulu main-main disini"  

Di air terjun kami berselfie ria, video dan selanjutnya membuka bontot lalu makan bersama hingga sampai pukul 15.00 kita menuju pulang ke rumah Hakim kembali. Dalam perjalanan kita benar-benar diuji nyali dan ditemukan medan yang exstream, bagaimana tidak, abis hujan deras, kondisi tubuh yang lembab, jalanan yang licin plus menanjak dan turunan, berjam jam kita masih di tengah-tengah kawasan perkebunan kopi yang terkadang ada yang masih rindang ada yang rumput ilalang.  "Ok kita mulai perjalanan dari jam 15.00 tidak mau tau pokoknya kita harus keluar kawasan ini jam berapapun" seru dalam hati dan tekad bersama.  Jika melewati jalanan ini dengan membawa diri saja, mungkin kita tidak akan banyak keluhan dan lelah, tetapi kita harus berpacu mendaratkan kuda besi dijalanan yang seharusnya bukan jalanan untuk kuda besi jenis yang kami bawa ini. slih berganti kami saling membantu untuk menjalani rute yang sangat sulit ini, kekompakan dan keuletan masing-masing peserta trip menjadi daya dorong kami untuk segera mencapai tempat yang aman. Pengalaman Wawan dan Hakim, saya apresiasi dengan sanjungan setinggi-tingginya karena berkat mereka berdua kami meter demi meter bisa melewati jalanan lincin ini. setelah lemewati tanjakan atau medan lincin, kami terus membuang dan membersihkan tanah-tanah yang sangat menempel pada spakbor /ban motor. karena tanah ini menambah kesulitan kami untuk mengerakkan motor. 

Hingga tiba pada puncak dramatisirnya, atas kesepakatan agar Wawan segera membawa motor Honda besar megapro itu keluar di kawasan ini, karena wawan cukup lihat mengendalikan motornya, sementara Hakim terus jalan mengiringi wawan sambil membawa Sela. (motor Hakim adalah motor treal yang seusai dengan medannya). Merekapun telah berlalu, tertinggal 3 motor di belakang dengan masing-masing personil boncengannya. Malampun maulai tiba, gelap menerpa. saya segera keluarkan headlamp agar mempermudah para boncengan berjalan dan membantu mendorong motor yang selalu slip dan terparter di lumpur. Saat itu tanpa disadari sayapun sudah bertukar motor Gandha, dia yang memabwa motor beat, akhirnya membawa motorku Honda Revo. saya terus berjuang memacu gas, hakan harus mengangkat, mendorong motor dari licin dan tumpukan lumpur. Saat itu saya lebih terdahulu daripada 2 motor dibelakang. Saya sampai disalah satu rumah tepat diatas tanjakan, saya berhenti sejenak di depan rumah tersebut sambil menunggu motor yang belakang datang, hampir 15 menit saya menunggu tapi belum juga ada tanda-tanda tiba, saat itu saya di sapa oleh pemilik rumah untuk beristirahat masuk di rumah tersebut, saya hanya menolak dengan ringan, ingin melanjutkan perjalanan saja. saat itu ternyata anggota rumah tersebut akan menunaikan sholat magrib, dengan sapaan khas suku setempat saya izin untuk melanjutkan perjalanan kebawah. 

Saat saya menyusuri turunan, oh tuhan motorku terparter dalam di daerah turunan, sehingga saya sulit sekali tuk menarik atau mengangkat motor tersebut. saya berusaha keras tetapi sulit sekali, hingga dari belakang munculnya salah satu teman trip yang mengikuti saya. pada kondisi ini ternyata beliau banyak mengeluh dan menyesal, hingga saat itu juga emosi sayapun keluar. "kamu seharusnya bukan mengeluh dan menyesal tetapi harus teruse semangat walau medan sulit dan gelap!!!!" ternyata dia langsung down dengan sentakan ucapan emosi saya yang bernada tinggi tersebut, sayapun terus berjuang mengangkat dan menuruni tanjakan tersebut, ternyata teman trip tadi,  dia mash tetapi banyak keluh kesah dan emosi kedua saya kembali muncul yang kali ini membuat dia langsung berhalusinasi dengan banyak ratapan mahluk gaip disekelilingnya, hingga akhirnya sayapun berusaha menguatkan dia dan terus membaca ayat-ayat suci. hingga teman-teman trip yang belakang sampai disana, sentak mereka kaget dan sayapun meminta agar membawa beliau kerumah penduduk seketemunya. dengan dipandu headlamp saya, mereka bertiga berjalan terus kedepan, sedangkan kami berempat masih berjuang membawa motor, tidak tau berapa energi yang terkuras, berpuluh puluh kali terjatuh di malam itu hingga akhirnya, sampailah  hingga akhirnya sampai di jembatan kecil tapi ada atapnya. di jembatan ini saya sentak dikagetkan oleh dua cahaya kecil yang sentak saya berpikir apakah itu mata binatang buas: harimau atau semacamnya, hingga saya terus berjuang memapah motor melewati jembatan tersebut, saya berkali-kali terjatuh di sekitar jembatan itu, alhamdulillah ternyata cahaya kecil itu adalah kunang-kunang. hingga 3 teman dan 2 motornya menyusul saya juga melewati jembatan tersebut. karena sudah lelah sekali kami putuskan untuk istirahat sebentar di seberang jembatan ini. saat itu kami berempat, ternyata satu teman kita kembali berhalusinasi, ketakutan muncul pada dia, langsung sentak kami segera mendorong motor untuk terus berjalan. hingga akhirnya kali sepakat untuk meninggalkan motor dan segera membawa satu teman yang mulai lemas tersebut. 

Perjalanan setengah jam, kami menemukan cahaya lampu, kami yakin bahwa kita tidak jauh lagi dari rumah penduduk, dengan memeluk erat teman tersebut dengan terus dipopong hingga sampai di rumah  penduduk, disana saya segera mengetuk pintu rumah penduduk untuk minta bantuan, awalnya penduduk tersebut enggan membantu, mungkin rasa takut atau curiga karena kami adalah orang tidak dikenal, akhirnya dengan penjelasan saya dan menyakinkannya hingga kami dizinkan untuk beristirahat dan menenangkan teman kami yang masih dirasuki ketakutan. setelah agak tenang, akhirnya saya meminta kepada bapak tuan rumah untuk membantu kami mengambil motor yang kami tinggalkan di jalan. akhirnya bapak tersebut meminta kepada anak bujangnya dan temannya untuk membantu kami. akhirnya dengan pengalaman kedua anak muda itu motor kami bisa sampai di rumah warga tersebut. 

Saat itu sayapun tidak memperhatikan jam lagi, kami berencana akan memulihkan tenaga  dan istirahat di rumah warga tersebut, tapi kami mendapatkan berita dari warga yang lewat malam itu bahwa teman kami yang telah jalan mendahului kami, "ternyata kesurupan makin menjadi tetapi sudah dibantu warga", saat itu jantungku makin berdegup kencang, dan saya melihat teman satu itu makin down, tetapi karena sudah di rumah warga dia berusaha untuk reliex. Akhirnya saya meminta bantuan kepada anak muda itu untuk mengantarkan saya ke tempat teman kami yang sudah dahuluan tersebut. sayapun dibonceng dan  sekitar 15 menit  tiba di rumah warga tempat istirahatnya teman-teman tersebut, ketika tiba disana mereka langsung memeluk saya dan haru  serta menanyakan kabar kami berempat, saya berusaha menenangkan mereka dan menyatakan bahwa kami aman di rumah warga sebelumnya. syukurlah teman kami yang dikatakan kesurupan sudah sadar dan dalam kondisi tenang. Akhirnya dengan bantuan anak muda dar dusun tersebut alhasil jam 21.45 menit kita baru bisa mencapai rumah Hakim. 

Di rumah kami dijamu oleh ornag tuanya membuat kami sangat tersanjung dan begitu baik mereka kepada kami, kami mandi, makan dan istirahat di sana. Kelelah dan kegalaun kami dalam melalui jalan tanah yang basah, becek, naik turun tanah merah. Motor ngepot ngepot, jatuh, terpleset semua lengkap,. Akhirnya kita bermalam di rumah Hakim. Alhamdulillah keluarga mereka baik banget, kita sangat dijamu, dikasih alas tidur, makan malam, tapi sampai sarapan kami disiapkan. terimakasih banget bu. yang paling berat itu motor megapro  pokoknya itu sangat melelahkan 

Rute untuk mencapai air terjun Talang rambang atau disebut anak kekinian air terjun twin di desa Datar Lebuay Naningan kabupaten Tanggamus

Untuk mencapai air terjun Talang rambang dari Kota Bandar Lampung melalui rute jalan utama yaitu jalan raya menuju Kota Agung-Tanggamus,   melewati Gedung Tataan dan Prengsewu, setelah tiba di Kabupaten Tanggamus, cari simpang menuju Bendungan BatuTegi, simpang ini terletak di kecamatan Talang Padang. setelah masuk dari persimpangan Batutegi terus lurus ikuti jalan menuju bendungan Batutegi. bertemu simpangan ke bendungan batu tegi dan ke ulu belu, terus ke kanan ke arah bendungan batutegi, setelah sampai di Pertigaan Batutegi dan Naningan, terus ambil jalan lurus ke ujung dari kecamatan Naningan, dari ujung jalan Naningan akan bertemu jalan tanah merah. terus ikuti jalan merah ini hingga bertemu jembatan kuning, lewati jembatan kuning hingga ke desa Datar Lebuay. setelah dari sana tanya ke warga arah ke talang rambang atau air terjun talang rambang. dari desa Datar Lebuay ke air terjun ditempuh dengan kendaraan motor selama 1 jam jika jalan tanah tersebut kering, jika dalam keadaan licin sulit sekali dilewati.

Berikut dokumentasi foto-foto kami selama trip ke air terjun Talang Ramban, datar Lebuay, 


Lihat kondisi motor kami ketika sampai di rumah Hakim di Lebuay

Kami bermalam dan mendapatkan keluarga baru di sini

Jmebatan kuning Air naningan

Air terjun / curup Twin Talang ramban

ini dia air terjun talang ramban 

Berikut ini rekaman video kami bagaimana sulitnya menaklukan jalanan yang sangat licin menanjak serta menurun 

thumbnail
Judul: Ringan Masuk Susah Keluar Jelajah Air Terjun Talang Rambang, Lebuay
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Catatanku, Foto, tempat wisata, Video dan youtube :

0 komentar:

 
Copyright © 2015. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz