Monday, May 29, 2017

Cerita Mistis Ketika Mendaki Di Gunung Semeru

Pengalaman cerita mistis atau misteri sudah tidak asing lagi, apalgi sudah banyak cerita bertebaran di akun sosial media, berikut ini saya coba tampung cerita mistik group kami yang baru saja melakukan pendakian di gunung tertinggi di pulau Jawa, yaitu Mahameru. Gunung yang sebut-sebut tempatnya para dewa. 

Kami dalam trip ini bersepuluh semuanya berasal dari Lampung, bersama-sama dari Lampung menyeberang ke pulau Jawa hingga berhasil melakukan pendakian dan pulang ke Lampung kembali dengan selamat serta membawa sejuta pengalaman, kenangan dan cerita. 

Berikut ini akan saya ulas cerita yang berbau misteri atau ada hantu-hantunya alias angker gitu.. Hehehe.. 
Cerita mistis pertama diceritakan oleh cewek tercantik dalam trip ini, yaitu Amelia, yang sering disapa dengan Amel. 

Amel menceritakan sebagai berikut: 

Halo sahabat baper, jadi gua mau share nih, karena semalem gua dibikin baper, gara-gara coba searching cerita mistis di gunung Semeru, sebab memang gua sama sekali tidak tau tentang mistis-mistisnya gunung, dan gua cocokin tuh dengan kejadian yang gua alamin waktu disana. Sebenernya gua mengalami beberapa kejadian cuma ya bisa diem aja, mungkin juga karena waktu itu gua lagi faktor gk bersih (bulanan). Kejadian pertama gua diganggu nenek-nenek waktu tidur di camp kalimati, dia sampai bangunin gua dari tidur neneknya pake baju putih rambut putih, tidak lama dari kebangun tiba-tiba gua denger suara gamelan dong di malam itu, suaranya jelas banget alus tapi kedengeran, sampe gua tutup kuping terus gua buka lagi dan suaranya masih ada, dan gua bangunin Nata/team leader trip ini, tapi nata tidak bangun jadi gua tidurin lagi aja. 

Sewaktu gua liat di postingan orang yang pernah mengalami hal mistis ternyata ada juga yang pernah denger suara gamelan tapi dia ngecamp di Archopodo dan suara gamelan berasal dari blank 75 dan gak lama dari itu teman mereka kesurupan, gua langsung baper untung gua nggak mengalami kejadian itu alhamdulillah. Kejadian yang kedua ini yg paling mengerikan waktu kita tidur di Ranupani di aula, dari perjalanan turun ke Ranupani yang gua jatoh cantik itu, sepanjang perjalanan emang gua banyak diem, gua bengong sepanjang jalan, dan efeknya pas kita tidur nunggu jeep, tiba2 gua kebangun jam 12an hati gua gelisah banget tidak tenang, kayak ada sesuatu hal yang gua rasain, tiba-tiba gua denger suara kereta kencana dengan suara kerincingannya yang khas, tidak lama dari suara kereta kencana, suara anjing ngaung kan katanya kalo anjing begitu dia liat sesuatu makhluk alus, gua berusaha aja buat tidur lagi, tapi malah gua makin tidak tenang, setiap gua pejamin mata yang gua liat Kalimati dan jalan-jalan di gunung tadi.  Seperti ada perasaan yang nyuruh gua balik kesana, sempet gua bangun sampe duduk aja belum berdiri, tapi gua lawan aja perasaan itu ngapain kan gua tengah malem mau balik ke gunung lagi sendirian. Tapi sumpah malem itu benar-benar  seperti ada yg nunggu gua terus nyuruh gua masuk kegunung lagi, untung gua masih sadar dan gua baca ayat kursi dalam hati, tapi masih aja gua tidak tenang dan masih pengen bangun buat balik ke gunung lagi sendiri. Akhirnya gua bangunin Nata, gua suruh dia bacain ayat kursi juga, mungkin Nata masih inget kalo tidak Nata ya antara sadar dan enggak saat itu, karena gua perhatiin kalian semua lelap banget, termasuk tim yang lain. Ya memang sih gunung dan laut itu tempat tinggalnya jin, di al-qur'an juga bilang gitu. Bersyukur kita tidak ngalamin hal yg lebih parah dari itu, semenjak gua ngalamin hal itu, gua malah mikir salah gua dimana ya sampe bisa kayak gitu, apa ada salah ngomongan, atau karena faktor bulanan yang gua alami, bener2 kalo ke gunung harus jaga sikap, karena kita tamu disana dan itu tempat mereka. Memang mereka itu ada, Allah kan memang ciptain jin dan manusia. Semoga bisa jadi pelajaran buat gua kalo di gunung jangan pikiran kosong ngelamun bengong. 

Yang paling serem itu kalimati ke atas ya, apalagi di Archopodo sama kelik pas ada batu2 prasasti itu berasa banget suasananya, trus batu besar yg di Archopodo  seperti kentung itu serem ya, dan kayaknya kerjaan mereka ada di sumber mata air itu, itu memang tempat jin buang anak, yang katanya deket lurus2 aja landai itu tempatnya

Oke guys just share itu pengalaman gaib yg gua alamin waktu kemaren disana, ternyata gunung bukan cuma tempatnya yg indah tapi mistis nya jg meninggalkan kisah.


Demikian cerita mistis dari Amel, 

selanjutnya saya cerita mistis yang saya alami sendiri. 

Sejak masuk kalimati sudah banyak yang gangguin tapi saya selalu dilogikakan. Ketika selesai mendirikan tenda di Kalimati, saya melihat ke atas kok ada 3 orang berjalan ke atas, saya bingung mereka mau kemana? Sampai saya mempertajam penglihatan ternyata yang saya lihat hanya pepohonan, saya sempat bingung, apa saya berhalusinasi. Saya kembali berlogika, ahh ini efek mata minus.. Daun dikira orang, saya kembali membereskan sekitar tenda agar tendanya kuat. 

Waktu itu di Kalimati saya tidur sendiri, karena teman-teman bersembilan muncak ke Mahameru, sedangkan saya tinggal di Kalimati. Alasan saya tidak muncak pertama memang dari awal saya tidak begitu obsesi ke puncak/sumit, kedua karena saya harus simpan energi untuk turun karena saya harus segera pulang ke Lampung, ada faktor penting yang harus kerjakan demi karir saya. Selanjutnya selama semalaman di Kalimati saya sulit sekali untuk tidur, padahal badan susah lelah sekali. Ketika teman dan para pendaki sudah naik dari jam 10 hingga jam 1 malam. Suasana jadi sepi hanya rintikan hujan yanh terus berjatuhan tidak henti, desiran angin terus menambah semakin pekatnya malam.

Saya berusaha memejamkan mata dan menenangkan diri untuk terbawa larut lelap tidur tetapi berat sekali, seakan-akan saya harus selalu terjaga. Dinginpun semakin menusuk tulang, saya sudah menggunakan dua lapis jaket gunung, terus sleeping bag. Tapi masih saja menusuk tulang, akhirnya saya ambil matras teman dan sleeping bag teman yang sedang sumit tersebut. Hingga saya menggunakan matras dan sleeping bag berlapis-lapis. Suasana hujan rintik dan desiran angin terus melarutkan malam, beberapa kali saya mendengar ada langkah-langkah mendekati tenda kami, saya langsung terjaga dan bangun, mengarahkan headlamp ke sekitar tenda. Asumsi saya takut ada binatang yang mendekat tercium bau makanan yang kami bawa. Tetapi semua nihil, saya merapikan semua bahan makanan dan menutupnya di tenda teman. Saya kembali berusaha untuk tidur. Masih kondisi hujan dan angin. Dari kejauhan saya mendengar suara obrolan yang asik, ada canda tawa dalam obrolan tersebut. Saya selalu melogikan bahwa yang sedang ngobrol itu adalah teman-teman pendaki di tenda lain. Tapi suara itu makin mendekat ke tendaku, anehnya lagi, sumber suara dari hutan yang notabene kok bisa ngobrol di tengah hutan. Bukan dari kerumunan tenda disebelah belakang tenda kami, saat itu tenda kami di bangun dibawah pohon samping hutan. Yang ternyata kami mendirikan tenda pas dibawah pohon yang di beri tanda kain putih, padahal itu dilarang, tapi itu baru saya sadari setelah pagi. Sepanjang malam itu banyak pengganggu dari suara suara aneh, setelah suara orang ngobrol, lanjut suara musik, lanjut suara gamelan, tapi saya selalu melawan dengan logika bahwa di sebelah sana ada group pendaki lagi senang senang dan happy happy. Hingga akhirnya saya terlelap dan sadar ketika menjelang subuh .. 

Cerita paling bikin merinding sendiri ketika menjelang subuh sekitar jam 4an, ada suara bayi.. Gila aja kan bayi nangis ditengah2 padang rumput kalimati.. Tapi saya tidak mau ngikuti tak cuekin aja. Saya asumsikan itu adalah musang yang lagi berebut makanan sesama musang. Saya segera ambil wudhu dan menunaikan sholat subuh.. Saat itu pengalaman Gilee bener berwudhu dengan air es, dingin sampai ke tulang. 
Setelah shalat subuh saya kembali menarik sleeping bag, karena suhu sangat dingin dan menunggu matahari muncul. Kemudian beberapa saat saya mendengar suara obrolan dari atas, dan bahasanya terkesan asing karena bukan bahasa Indonesia. Saya segera keluar tenda, hingga suara itu semakin mendekat dan munculah 4 orang berbadan tinggi besar dan wajah bule. Yaaa ternyata mereka adalah turis yang baru saja melakukan pendakian. Setelah berselang 15 menit muncul 2 orang lagi, asli orang indo. Saat itu saya berpikir alangkah cepatnya mereka turun, atau mereka tidak jadi mucak? Itu jadi tanda tanya sendiri dibenakku.  

Saya pagi itu mencoba memasak air untuk minum madu anget, agar tubuh ikut hangat.. Berselang beberapa menit, munculah 4 burung yang terbang dan hinggap di atas tenda dan yang 2 di depanku. Saya langsung kaget dan coba sapa burung tersebut "hai burung salam kenal, saya Raswan dari Lampung sedang bertamu di sini, kalian kok datangnya tiba2 serta langsung berempat? Apa kalian mau makanan? " Saya tawarkan roti ke burung tersebut sentak keempat burung tersebut terbang dan hilang entah kemana. 

Saat itu saya coba untuk masak nasi, belum lama saya meletakan nesting di atas kompor, terdengar suara lagi dari atas orang turun dan ngobrol, betapa senangnya teryata teman temanku sudah tiba lagi di camp, saya langsung sapa "Kok cepat sekali apa kalian tidak sampai ke puncak" mereka menjawab "iya sudah turun, cepat sekali mereka turun, belum sampai 7 pagi, mereka sudah di Kalimati lagi. Luar biasa ternyata teamku adalah anak muda yang tangguh. 

Selanjutnya cerita mistis dari Agus, dia bercerita : 

Agus mencerikan kalau dia cuman dipanggil pas ambil air, yang manggil suara wanita kayak suara ibu2 gitu di Ranukumbolo,  dan Sama denger kereta kuda pas tidur di Ranupani.

Sedangkan teman Taufiq dia menyatakan tidak ada perasaan mistik sama sekali waktu mendaki ke Semeru. 

Demikian cerita serem yang kami alami, bagaimana dengan anda ketika mendaki gunung?..



Berikut ini rekaman saya dalam video 



Ini Video ketika bersama team Hore dari lampung 
Read more

Menembus Virgin Air terjun Penantian 1

Perjalanan trip kami pada minggu kedua bulan februari ini, bersama-sama memecahkan rasa penasaran terhadap keberadaan air terjun Pencarian yang disinyalir memiliki 5 tingkat. dari itulah kami Team Pecinta Alam Adventure Lampung (T3ampaal) ingin membuktikan bangaimanakan keindahan surga di bumi Andan Jejama yang masih terpendam.  

Satu hari sebelum berangkat ke air terjun tersebut, kami berkumpul di basecamp untuk mendiskusikan segala sesuatu yang perlu disiapkan untuk menembus air terjun yang masih belum terjamah oleh para kekinian Lampung. Hasil diskusi kami seperti trip biasa untuk meeting point di basecamp dan sudah siap dengan segala sesuatunya. 

Pada hari H, kami yang terdiri dari : Aril, Busmi, Deri, Risky, Wanda, Dahri, Apri dan Erwin, kami memulai trip dari kota Bandar Lampung, menuju ke Kecamatan Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran via jalan utama untuk menuju ke arah destinasi-destinasi wisata yang sudah terkenal di Teluk Lampung, seperti melewati pantai Mutun, Pantai Sari Ringgung, Ketapang, pantai Klara, hingga melewati pangakalan TNI angkatan laut. setelah sampai di Padang Cermin, tepat di Kantor Polisi Sektor (Polsek) Padang Cermin, setelah 50 meter dari kantor ini, terdapat jalan sebelah kanan dengan tanda plank yayasan pendidikan Nurul Islam Padang Cermin. terus ikutin jalan sebelah kanan tersebut hingga sebelum menemukan pertigaan sebelum jembatan, (pertigaan tersebut merupakan arah jalan ke air terjun pencarian 1 dan arah jalan air terjun Tanah Longsor). kita untuk ke air terjun pencarian / penantian mengambil ke arah kiri, disana juga terdapat jalan untuk menuju ke air terjun Sinar Tiga. di sini jika ingin tujuan ke air terjun yang dikehendaki sebaiknya tanya ke warga setempat agar tidak salah tujuan air terjunnya. untuk rute ke air penantian jalannya masih dalam bentuk cor semen,  dengan rute agak menanjak. setelah itu bertemu dengan pertigaan, disana ambil ke arah kanan, lanjut ikuti jalan hingga menemukan sungai kecil, jika kendaraan motor yang bukan adventure untuk disarankan dititpkan di rumah warga setelah sungai kecil, setelah itu ambil jalan sebelum sungai dengan rute kearah kanan (jalan kecil setapak) sebaiknya tanya warga agar tidak tersesat, selanjut perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. 

Setelah akan menemukan perkampungan kecil yang disana sudah dipersiapkan untuk menitipkan motor, dari perumahan itu tinggal menuju ke air terjun dengan jarak tempuh sekitar 15 menit, disana menemukan surga alam yang tersembunyi. disana kami menikmati sejuk air yang jernih. tetapi perlu catatan untuk mencapai air terjun harus turun ke bawah dengan melewati jalan yang terjal dan jurang sehingga untuk turun dengan bantuan akar akar pohon yang ada disana, jadi harus ekstra hati-hati, sebaiknya membawa tambang, selain itu tidak dianjurkan untuk berenang disana karena belum banyak tentang keadaan air disana. disini kami tidak sendiri tetapi dibantu oleh Mas Iwan selaku ketua pemuda di daerah tersebut. 

Dari cerita mas Iwan, air terjun ini banyak di sebut dengan nama air terjun pencarian, yang sekarang sudah diremikan dengan nama air terjun Penantian. air terjun tersebut memiliki 5 tingkat dengan jarak bervariasi. 



Read more

Sunday, May 28, 2017

Pulau Wayang, dapat Dicapai Via Darat Pantai Kalimantara: Pengalaman Trip 100 Peserta

Start  Trip Menuju Pantai Kalimantara
Pukul 7 kita sudah tiba di pom bensin Umbul Kunci Teluk Betung, Bandar Lampung. Personil Team adventure dan Pecinta Alam Lampung disingkat T3ampal datang tepat waktu sesuai kesepakatan ketika dishare pada akun sosmed. Kali ini team t3ampall bergabung dengan group atau komunitas Tripacker Lampung, dimana komunitas ini mengajak melalui sosmed untuk mengeksplore Pulau Wayang, pulau yang sekatang sedang naik daun atau kekinian di anak muda Lampung. 

Setelah sekian lama menunggu di pom bensin tersebut, kita mulaban i merasa jenuh dimana, sudah hampir sejam belum ada tanda tanda datangnya anggota tripacker, kemudian yang datang justru dari komunitas yang lain, yang ternyata menyatakan ikut bergabung juga dalam mengekplore pulau Wayang via darat. Kamipun kenalan dan saling sera obrol, walau diantara mereka juga sudah ada yang sudah kenal. Komunitas tersebut meliputi MTMA Lampung, Kawan Piknik, CTA (cukup tau aja) setelah hampir pukul sembilan, peserta trip makin banyak. jumlah peserta trip tidak nanggng-nanggung hingga mencapai 100 orang. 

Perjalanan Menuju Pulau Wayang 
Hingga sekitar pukul 9 tersebut langsung berangkat menuju Punduh Pidada, kab. pesawaran. Melewati jalan utama ke arah Teluk Kiluan dengan menggunakan sepeda motor, istilah lain konvoi motoran. Beberapa kali kita berhenti untuk memastikan semua anggota sudah terkumpul dan menghindari salah arah. Di pertigaan Padang Cermin, kitapun berhenti dan menunggu teman-teman yang tertinggal dibelakang. Setelah berkumpul kembali, lanjut menuju ke arah Punduh Pidada. Terus jalan beriringan hingga di pertigaan Punduh Pidada berhenti kembali. Setelah teman terkumpul kembali, lanjut menuju ke arah Pasar Bawang. Setelah sampai di pasar Bawang, jika ke arah kanan akan menuju ke Teluk Kiluan sedangkan jika ke lurus menuju ke Desa Pagar Jaya, pada pertigaan ini kita ambil ke arah luruh atau arah desa Pagar Jaya. Di beberapa tempat kita berhenti karena ada teman yang motornya gembos atau ban bocor, sehingga kita berhenti kembali dan menunggu teman-teman tersebut. Selanjutnya berhenti sholat juhur. Hingga petualangan dengan jalan underla dan berlumpur mulai memacu adrenalin. 

Saya bersama sekitar 5 motor berjalan didepan. Tapi apa daya ternyata kita salah jalan karena teman yang paling depan ternyata bukan yang tau lokasi, dia hanya menerka saja. Alhasil kita harus putar balik dan mengikuti teman yang benar jalannya. Untuk menuju ke Pulau ini setelah melewati desa Bawang, banyak sekali pertigaan atau percabangan jalan. Sebaik teman teman yang akan mengekplore pulau wayang via darat, sering bertanya ke pada warga arah jalan ke desa Pagar Jaya atau ke arah pulau botak atau ke arah pantai Karang Menyingok. Sehingga warga akan paham dan menunjukan jalan.

Jika bertanya ke warga masyarakat sekitar arah pulau Wayang?  banyak warga tidak mengerti dimana pulau Wayang tersebut. Mungkin nama Pulau Wayang tercetus oleh anak muda kekinian yang memberi nama baru, karena pulaunya berjejer mirip seperti pulau Wayag, di Raja Ampat Papua, ini terkaan loh.. Hehehe.. Jadi jangan tanya pulau Wayang, tanyalah arah Pulau Batok atau ke Karang Menyingok.
Keadaan pantai di depan Pulau Wayang 

Pulau Wayang 
Setelah melewati jalan dengan adventure dengan jalan yang berlumpur, berbatu, turunan dan tanjakan serta jalan setapak, hingga sampai di rumah warga, Di rumah warga ini kami putuskan untuk menitipkan motor karena jakanan sangat licin sekali, kamipun disini istirahat serta makan siang. setelah itu kami rombongan berjalan kaki menurun hingga tiba di tambak udang lanjut ke tepi pantai. disini kami disajikan pemandangan yang indah, pantai dengan pasir putih dan ombak yang besar serta didepan berdiri tegak 5 pulau yang berjejer. ternyata inilah yang dinamakan pulau Wayang. di depan panti ini terdapat sebuah vila yang sudah cukup lama dan bersentuhan langsung dengan tambak udang.  

Pulau wayang warga setempat ada yang menyebutnya pulau Batok ada juga Pulau Wayang, lalu mengapa dinamakan pulau Wayang, ternyata pulau ini terlihat dari kejauhan berjejer empat seperti Wayang. 

Keindahan pantai Kalimantara dan Pulau Wayang via darat, Silahkan simak foto-foto berikut ini








  

Kami tiba di pantai ini tepat pukul empat, selama satu jam kami habiskan untuk bermain di pantai yang didepannya pulau Wayang: berselfie ria, foto-foto, video dan lainnya dilakoni para peserta trip. untuk lengkapnya kondisi disini dapat disimak pada video yang telah saya rekam, selamat menonton. 

untuk mencapai pulau ini yang lagi trend adalah memalui jalur laut yaitu dengan menyewa kapal atau boat dari dermaga Ketapang / pantai Klara. namun kami berhasil mencapai melalui darat. pengalaman dari teman Tour Leader yang sering membuka open trip ke Pulau Wayang ini, sering menyatakan jika ombok besar sulit seklai untuk mencapai pantai ataupun mencapai pulau Wayang ini, tapi jika pada saat cuaca bersahabat bia mencapai pulau dan berfoto-foto diatas pulau Wayang ini. 

Setelah lebih kurang 1 jam kami di pantai ini, kami kembali berjalan menuju ke rumah warga tempat menitipkan motor, saya berjalan lebih dulu daripada teman-teman yang lain karena mengejar janji dengan teman yang sedang berkunjung ke Lampung, besokknya tenam tersebut sudah kembali ke Kotanya. sehingga saya izin untuk pulang terlebih dahulu, tepat jam 9 malam saya sampai di kota Bandar Lampung.  dari cerita teman yang belakangan pulang ada yang mencapai rumah sudah jam 12 malam. ini trip yang luar biasa dengan para peserta trip paling banyak. 

Video di pantai depan Pulau Wayang.
Read more

Kegiatan pengabdian Masyarakat IBdM di desa Srimananti, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat

Kegiatan yang diadakan selama sehari pada tanggal 14 mei 2017 di desa Srimenanti, Kecamatan Way Tenong kabupaten Lampung Barat. Kegiatan yang bertujuan untuk menampung semua harapan dan keinginan bagi para petani kopi dan kelompok wanita tani (KWT) dalam meningkatkan.....











Read more

Wednesday, May 24, 2017

Nikmatnya Perjananan Adventure Ke Air Terjun Talang Ramban

Air terjun Talang Ramban yang sering disebut juga oleh kekinian air terjun Twin, ternyata membutuhkan perjuangan ekstra untuk mencapai dan keluar dari lokasi ini.. tetapi semua terbayar dengan keindahan dan kebersamaan kita. 

Berikut ini dokumentasi selama perjalanan adventure ke air terjun Talang Ramban / Twin 
Read more

Tuesday, May 23, 2017

Air Terjun yang Terdapat di Tanggamus

H1. Air Terjun Way Lalaan
2. Air Terjun Lembah Pelangi
3. Air Terjun Gunung batu  Talang Ogan
4. Air Terjun Way Jelay
5. Air Terjun Jarum Talang Curup

6. Air Terjun Talang Ramban / Twin Arter

7. Air Terjun Tirai / Misteri

8. Air Terjun Sukamarga
9. Air Terjun Tangga
10. Air Terjun Bengkok
11. Air Terjun Lamuran
12. Air terjun Bakoman











Read more

Monday, May 22, 2017

Mengerikan Air Terjun Sukamarga Datar Lebuay seperti di Goa Hantu


Trip kita kali ini ke air terjun  Sukamarga yang terletak di dusun Suka Marga desa Datar Lebuay kecamatan Air Naningan, Tanggamus. Lampung.  Trip perjalanan kita kali ini waw.. sangat spektakuler dimana ketika kita bisa mencapai air terjun ini, dengn pengalaman yang tidak kalah seru dengan trip trip sebelumnya. Air Terjun Sukamarga Datar Lebuay  belum banyak tau tentang air terjun ini, air terjun in terletak masih satu aliran dengan air terjun Jarum atau air terjun Talangcurup Lebuay, yaitu aliran sungai Sang Arus. sungai berarus deras dengan warna kuning ini bagian hulunya terdapat air terjun ini.  


Bersama teman yang sudah beberapa kali mengantar kita menjelajah air terjun di wilayah Datar Lebuay yaitu Wawan dan Hakim. Wawan dan Hakim adalah anak muda asli desa Datar Lebuay dan rumahnya tiak begitu jauh dengan air terjun jarum, jika teman-teman ingin minta bantuan saat akan atau ingin berkunjung ke air terjun di daerah Datar Lebuay dapat menghubungi teman tersebut dengan no kontak ( Hp .....) pada saat menghantarkan mereka dengan senang hati dapat menhantarkan kita menembus indahnya air terjun ini. bahkan kita bagai mendapatkan keluarga baru didaerah ini. kita menginap dan akrab dengan keluarga mereka. 


Pada trip ini niat sebelumnya untuk berkunjung ke air terjun Tirai/misteri yang ada pada jalur lain di Desa Datar Lebuay tersebut. setelah hasil dari diskusi dan kesepakatan kita menuju ke air terjun Air Terjun Sukamarga. rute untuk menuju  Air Terjun Sukamarga Datar Lebuay, 
satu arah ke air terjun Jarum, selanjutnya setelah di jembatan air sungai Sang Arus, ada jalan menanjak, dimana ke arah kiri menuju ke dusun talang curup sedangkan ke arah kanan menuju ke dusun Sukamarga, terus menanjak akan tiba di dusun pertama, terus lanjut jalan ke arah dusun ke dua. di dusun Sukamarga ini tanya ke warga arah jalan menuju ke air terjun, karena jalannya pas di belakang rumah warga di dusun ini, merupakan jalan setapak. setelah masuk jalan setapak tersebut motor dapat dititpkan di rumah awaarga atau diparkirkan di kebun warga pas di atas air terjun. 

Setelah parkir motor di kebun warga, kita menyusuri jalan turunan, disini suasana misteri dan mengerikan sudah mulai terasa, dimana masih banyak pohon yang besar serta suara binatang hutang sangat kental sekali. setelah terus turunan curum akan menemukan sungai Sang Arus, terus turun hingga di bibir sungai, setelah di tepi sungai, kita berjalan ditepi - tepi sungai yang ternyata licin dan sempit, suasana yang unik dan misteri ini menambah suasana menjadi lebih seru, setelah melewati dinding-dinding yang licin tepat di tepi sungai ini, alhasil saya mendapatkan kejadian dimana kurang kuat berpegang pada batu dinding, hingga saya tercebur di air sungai, alhamdulillah saya bisa menepi dengan baik, akan tetapi seluruh tubuh dan perlengkapanku basah semua.  Perjalan terus dilanjutkan, dan kami menemukan air terjun yang besar bagai di dalam goa dan terdapat sinar matahari yang pas diatas air terjun, suasana disana bercampur baur, antara, serem, angker, eksotik dan indah.. pokoknya seru aja deh, tapai karena kita ramean jadi suasana jadi indah aja.. tapi seandainya berjalan sendiri, saya pribadi tidak akan mau lama lama di air terjun ini.. 

Ayo teman teman adventure buktikan kalau anda bisa survive di sini.. selamat berpetualang. 

Read more

Thursday, May 18, 2017

Pengalaman Turun dari Ranukumbolo ke Bandara Abdul Rahman Saleh Malang

Siang itu setelah membereskan peralatan camping dan perlengkapan pribadi, menjelang jam 12 kami isi berfoto -foto terakhir, di tepi danau suci Ranukumbolo, tidak lupa dengan latar tanjakan cinta. Kondisi yang tidak begitu ramai sehingga sangat puas sekali foto foto sendiri di danau ini.


 


Setelah cukup banyak foto-foto di area camping ground di bawah tanjakan cinta, kami lanjut berdoa dan terus lanjut pacu perjalanan menuju Ranupane, perjalanan menanjak dan menurun yang mengucur keringat, sekali kali saya abadikan alam sekitar dengan kamera. Sekitar beberapa jarak kami istirahat dalam hitungan detik. Post 4 kami istirahat dan menikmati pemandangan kebawah hamparan danau Ranukumbolo, di post ini juga kami pesta belanja buah semangka dan gorengan yang satu potongnya dengan harga 2.500 rupiah. Setelah cukup kami lanjutkan perjalanan menanjak dan menurun ke post 3. Di post 3 kami tidak berhenti tapi lanjut menuju ke post 2 dan terus ke post 1. Di post 1, hujanpun mulai turun, kami kembali menikmati jualan penduduk di post ini.

Setelah sedikit diskusi, akhirnya kami sepakat, kalau saya turun dulu karena saya memburu tebengan untuk turun ke pasar Tumpang. Jam 2an saya start dari post 1 turun ke menuju Ranupane, kondisi hujan saya berpacu turun, tentunya dengan ponco tetap terjaga kering perlengkapan. Di perjalanan saya susurun jalan setapak dan ada yang sudah dipaping, dengan sedikit memperkencang jalan kaki serta berlari kecil saya pacu agar cepat sampai dibawah. Saat itu karena kondisi hujan sepanjang perjalanan saya tidak berpapasan dengan siapapun, barulah tepat dibatas perkebunan sayuran baru bertemu 1 group yang akan mendaki,. Itupun hujan sudah reda.  Menjelang jam 3 akhirnya saya tiba di shalter Ranupane, kondisi tidak begitu rame karena pendakipun lagi sepi. Saya membersihkan diri dan berganti pakaian, saya lanjut ke parkiran.
Di parkiran saya hanya melihat 3 mobil jip dan 1 truk yang parkir, saya disapa oleh masyarakat, tujuan kemana,  ditawari ojek, karena biaya ojek 150 ribu, saya tetap memilih untuk menunggu dan menebeng dengan rombongan yang akan turun. Cukup laman saya menunggu diparkiran, suhu dinginpun mulai menerpa, saya gunakan jaket gunung dan berdiang di perapian yang dinyalakan warga di parkiran tersebut. hingga 1 jaman menunggu tidak ada tanda para pendaki yang turun, setelah lewat jam 5an baru ada, rombongan cukup banyak sekitar 18 orang, saya langsung menyamperi rombongan tersebut dan diizikan untuk gabung turun ke pasar tumpang menggunakan mobil truck, sedangkan 3 mobil jip yang tersisa akan menuju bromo.  Akhirnya saya turun naik truk dengan ongkos 50 ribu berhenti di alun-alun pasar tumpang.

Pasar tumpang, saat itu menunjukan pukul 8malam, akhirnya saya berdiskusi dengan group pendaki dari bakasi bahwa mereka menyewa mobil angkot menuju ke stasiun kota malang. Akhirnya saya ikut gabung dengan mereka naik angkot menuju bandara, karena angkotnya melewati jalan utama menuju bandara. Saat itu saya berhenti dipertigaan tugu patung pesawat yang menuju bandara Abdul Rahman Shaleh Malang, pas didepan pom bensin, saat istirahat di moshola pom bensin tersebut, sambil bertanya-tanya jarak dari pertigaan tersebut ke bandara, ternyata cukup jauh, harus ditempuh dengan kendaraan, dan juga dari info orang orang di pom bensin tersebut bahwa jika malam bandara tutup. Akhirnya saya segera menghubungi keluarga yang di kota Batu, untuk meminta bantuan beliau, ternyata beliau tidak sibuk, dan menjemput saya di Pom Bensin tersebut.

Karena jarak batu ke pom bensin depan tugu pesawat jauh akhirnya saya mencari makanan hingga saya tertuju ke pedagang jajan daging tusuk yang semacam sosis goreng gitu, saya abiskan dengan ngobrol dengan tukang  jajan daging tusuk, saya banyak bertanya tanya tentang jarak pertigaan tugu patung pesawat ke bandara, tentang penginapan terdekat dan lainnya, yang hingga akhirnya  saya ditawari untuk menginap di rumahnya, karena cukup jauh jika harus ke batu. Tapi saya tetap menunggu saudara tersebut karena sudah menuju ke tempat saya saat itu.

Setelah cukup lama ngobrol dan menikmati jajan daging tusuk tersebut. Saudarakupun tiba, akhirnya saya bermalam di rumahnya. Baru keesokan paginya saja menuju bandara Abdul Rahman Saleh Malang, selanjutnya terbang menuju Lampung.

Sewa motor RPM Malang.
Bagi teman-teman traveler dan backpakers yang ingin keliling kota malang, dapat menggunakan sewa motor, dengan biaya murah dapat menjangkau pelosok pelosok wisata Malang, dengan sewa motor RPM. Biaya terjangkau dan murah, dapat menghubungi nomor ini  085764153381 / 082306550681 atau di website sewamotorku .com

Berikut ini dokumentasi video selama di Ranukumbolo.
Read more

Monday, May 1, 2017

Tips Memilih Teman Trip di Sosial Media

Kekecewaan saat trip atau jalan-jalan ke tempat distinasi wisata sering sekali dialami oleh para traveler atau backpaker, diantara kecewa karena agen wisatanya kurang profesional, tempat wisatanya tidak sesuai dengan foto, jadwal tidal sesuai rencana, kurang aman dan nyamannya tempat wisata, biaya yang tambahan atau terlalu mahal, fasilitas kurang mendukung dan alasan alasan lain atas kekecewaan dalam ngetrip. Berikut ini salah satunya yang  akan saya kupas adalah lantaran kurang cocok dengan teman atau group tripnya, sehingga perlu trip memilih teman ngetrip atau teman jelong jelong.

Unek-unek atau rasa ketidakpuaskan tersebut menjadi viral disosial media,  dimana sang kecewa mengepost status yang sangat menimbulkan simpati bahkan empaty teman teman sosmed, sehingga ada pihak merasa dirugikan dan ada pihak juga yang terkesan kurang tanggung jawab.

Dalam menikmati wisata atau ngetrip akan lebih semangat jika kita dikeliling oleh orang orang yang satu ide dan pikiran sehingga semua membuat terlengkapi, tentunya jika orang orang tersebut adalah teman teman akrab kita. Namun terkadang saat kita ngetrip sering sekali waktunya tidak berbarengan dengan sahabat sahabat kita sehingga kita berusaha mencari teman ngetrip di luar sana. Jalur cepat dalam mencari teman ngetrip yaitu melalu dunia maya atau sosial media yaitu dengan bergabung di komunitas traveling atau backpacker, dari sana  kita mendapatkan banyak informasi dan teman teman baru.

Banyak komunitas di sosmed seperti facebook, twitter, website, instagram, linkdln, dan sosmed lainnya. Dari member komunitas tersebut tentukan akan menambah teman, akan tetapi kita tidak mengenali siapa-siapa mereka di group komunitas tersebut, Nah berikut ini   ada  tips tips dalam mencari teman ngetrip yang baik agar kita tidak kecewa saat ngetrip bersama mereka

Yuk kita simak:

1. Jangan dipikir orang satu grup itu sama pikiran dan sama selera. Satu grup cuma sama-sama klik grup yg sama dan gabung. Ada tujuan bergabung di group untuk mendapatkan informasi saja, ada hanya ingin tau saja, ada hanya murni pecinta dan hobby traveling sehingga akan menambah link wisatanya.

2. Lebih pilih pilih. Terutama memilih kepada yang identitasnya jelas, di profil sosmednya jelas, foto dan biodata dia. jika nama dan bioadatanya dia tidak jelas, foto profilnya tidak ada, mending cari yang sudah jelas jelas aja. Akan lebih bagus jika di akun sosmednya pasti, sudah banyak pengalaman atau foto dia di tempat2 distinasi wisata yg relevan sehingga dia benar2 seorang traveler atau  backpacker

3. Biasakan kenalin lebih dalam orang yang akan jalan ngetrip bersama kita.  minmal ketemu ngopi-ngopi dulu.  Orang yang kelihatan akrab, suka becanda di dunia maya  belum tentu seperti itu adanya di dunia nyata. Jika jaraknya tidak satu kota/berjauhan dengan saling komunikasi via phone akan terbaca juga sifat dan karakternya tutur sapa dalam menanggapi pembicaraan kita.  Ditambah lagi kita ajak ngobrol inten by phone sehingga jelas karakter dan sifat. Dari ngobrol sudah sejalan Ketika dalam trip akan lebih sejalan.

4. Biasakan terbuka dan sampaikan semua yang menyangkut trip, sampaikan semua kepada calon teman ngetrip tersebut misalnya semua biaya perjalanan, waktu, tempat, penginapan dan semuanya. Jadi semua akan ditanggung bersama dan cara pembayaran serta lainnya harus disampaikan dibahas bersama.  Resiko ditanggung bersama.

5. Membuat group diskusi kecil. Jika sudah ada yang akan berangkat ngetrip siapa saja, buatlah group kecil di akun whatapps, bbm,  line, fb dll.. Sehingga semuanya didiskusikan bersama di group kecil tersebut.

6. Ngobrol yang berhubungan dengan wisata / trip saja. Kalau ingin temen jalan ngetrip atau hobi tertentu. Usahakan ngobrol hal yg berhubungan itu aja. Jangan masalah/soal pribadi karena mungkin bisa menyinggung salah satu. Jangan bicara politik atau pendapat politik.  Meskipun dipancing. Saat panas seperti ini lebih baik gak usah ngomong politik. banyak orang yang gak dewasa dan menganggap politiknya lebih dr agama bahkan Bicara politik di forum nya aja.

7. Sadar bahwa 2 atau lebih orang itu gak ada yg sama persis karakternya. Saling memahami dan  kudu saling mengalah mengalah.

8. Tiap perjalanan sebenarnya pelajaran. Kita jadi bisa belajar macam-macam karakter orang dari teman ngetrip dan akan menjadikan kita lebih dewasa.

9. Ketika mau backpackeran dengan orang baru,  jika yang pemula cenderung kita harus banyak mengelus dada, terkadang mereka banyak tidak tau jadi kita harus mengayomi.

semoga artikelnya membantu dan dapat meningkatkan kewaspadaan serta menghindari kekecewaan dalam melakukan trip dengan orang baru.. 
Terima kasih, jangan lupa komentarnya..
Read more