Monday, August 21, 2017

Bukit Bawang Bakung : Menikmati Selimut Embun di Kaki Pesagi

Bukit Bawang Bakung  merupakan sebuah bukit kecil di bawah bukit Gerdai yang terletak di pekon / desa Kembahang kecamatan Batu Brak, kabupaten Lampung Barat.  Bukit ini ini sudah terkenal beberapa tahun ini karena pemandangannya yang begitu indah terutama pada pagi hari dimana pengunjung dimanjakan dengan pemandangan kabut yang menyelimuti pegunungan, hutan dan perkebunan serta perumahan penduduk, dilengkapi lagi pemandangan persawahan. Jika cuaca mendukung pengunjung dapat dimanjakan dengan pemandangan kabut yang memutih bak kapas dilatar belakangi indah menjulang Gunung Pesagi. 

Sejak lama saya berkeinginan berkunjung ke bukit ini, tetapi selalu saja terbatalkan karena ada agenda ataupun situasi dan kondisi tidak mendukung. saya mendapatkan informasi keelokan pemandangan di bukit ini dari foto oleh fotografer kawakan di Liwa / Lampung Barat, ya mas Eka Fandiasfara. melalui akun sosmed beliau saya begitu decak kagum dengan keindahan alam bumi Sekalabrak ini. pada akhirnya sayapun di pagi itu berhasil menginjakan kaki di bukit ini, tapi sangat disayangkan cuaca tidak mendukung sehingga kami tidak mendapatkan pemandangan kabut yang menjadi idaman saya sejak lama tidak tercapai, akan tetapi rasa syukur dan bangga tetap tertanam di jiwa karena sudah bisa melihat langsung dengan mata kepala, dimana lokasi yang menjadi hit di Lampung Barat ini. 


Kami menyempatkan berkunjung ke bukit Bawang Bakung ini, karena merupakan rangkaian trip dari para blogger, traveler dan photografer dalam rangka meliput acara Festival Sekalabrak ke 4 di kota Liwa bersama-sama dari tim lain : @akunrino, @sailiwa, @gunanto,  mas Eka sendiri, dan teman-teman yang lainnya. Kami yang sehari sebelumnya sudah meliput kegiatan Hippun Adat di Kepaksian Bejalan Diway, pada pagi hari selepas subuh, langsung tancap melewati dinginnya hawa pegunungan bukit Barisan Selatan, dari penginapan Piknik Liwa ke arah pekon Kembahang, sekitar 15 menit kami sudah tiba di lokasi perkampungan terakhir, disana juga kami memparkir mobil karena medan jalan yang sempit dan hanya bisa dilewati satu mobil saja, atas kesepakatan kami diunjal dengan motor, alhamdulillah ternyata para teman-teman yang membawa motor cukup sehingga kami cukup sekali jalan menunju puncak bukit Bawang Bakung, ternyata tanjakan ke bukit ini cukup tinggi dan curam, ada teman yang harus turun dari motor karena tidak kuat motor yang dikendarai, Bahkan ada yang terjatuh, tetapi alhamdulillah semua teratasi dengan baik. Bagi yang sudah ahli dengan tanjakan seperti adalah hal yang biasa. Saya saat itu dibonceng oleh Aries (photografer yang bekerja di dinas pariwisata Pesisir Barat), cukup mahir dengan medan seperti ini, sehingga saya bisa enjoy dan tiba lebih awal di puncak bukit ini.  


Setelah tiba di puncak, kami disajikan pemandangan kabut yang memutih, walau ada obrolan dari teman yang sudah beberapa kali ke bukit ini : "wah kita hari ini tidak mendapatkan kabut yang bagus" tetapi bagi saya sudah senang sekali sudah bisa berdiri di bukit ini, bukit yang penuh dengan rumput ilalang yang menghijau. keindahan menjulang gunung Pesagipun tak tampak, semua tenggelam ditutup kabut pekat. namun secara keseluruhan kita tetap bahagia. Selanjutnya cerita tentang Bukit bawang bakung ini Dari cerita mas Eka, "bukit ini adalah lahan milik warga yang dulunya ditanam kopi tetapi karena kurang begitu diurus sehingga bukitnya kembali penuh ilalang malah menjadi objek untuk menikmati kabut" 

Untuk mencapai bukit ini tidaklah sulit karena dengan kendaraan roda empatpun bisa dijangkau (catatan: driver sudah ahli medan tanjakan). Bukit ini adalah  Rute menuju bukit Bawang Bakung  ini adalah dari kota Bandar Lampung tentu menuju ke Kota Liwa, untuk menuju ke bukit ini sebelum memasuki kota Liwa tepatnya setelah tiba di kecamatan Batu Brak, silahkan mencari pekon/desa Kembahang, di pekon  ini masuk ke jalan sebelah kiri jika dari Bandar Lampung, melewati Gedong dalom kepaksian Bejalan diway. terus ikuti jalan masuk hingga ada turunan, melewati sawah, hingga ada mushola, setelah mushola ada kampung terakhir, jika ragu dengan tanjakan tersebut maka bisa parkir di kampung terakhir tersebut. semoga bisa menikmati keindahan negeri berselimut kabut.


Bagi para anak muda kekinian tidak lengkap jika belum berfoto ria di Bukit Ini, dijamin tidak akan kecewa jika sudah berfoto foto di bukit ini. 


Setelah dirasa cukup kami pun turun dan menuju ke Lembah Sekalabrak, simak artikel tentang keindahan lembah yang begitu indah.. 

simak video selama di bawang bakung berikut ini semoga berkenan
Load disqus comments

0 komentar