Wednesday, August 16, 2017

Festival Skalabrak : Mengenal Lampung Barat Lebih Dalam

Festival Skalabrak
Dalam rangka untuk menghadiri kegiatan Festival Sekala brak ke IV, saya yang tergabung dalam tapis blogger berangkat menuju Liwa Kabupaten Lampung Barat. Festival Skala brak adalah salah satu hajat besar dari dinas pariwisata Kabupaten Lampung Barat dalam menggali dan mempromosikan wisata budaya yang ada di Lampung Barat. Pada kegiatan ini terdiri dari banyak rangkaian kegiatan yang berangsung dari tanggal 31 juni hingga 6 agustus 2017. Rangkaian kegiatan Festival Sekala brak ke 4 tahun 2017 ini meliputi : grand opening festival sekala brak 4 dan liwa fair 2017, lomba lagu pop Lampung dan Lomba renang merathon, Hippun adat saibatin Paksi pak sekala brak, Semalam di bumi sekala brak, Karnaval kemilau budaya  bumi sekela brak, lomba tari kreasi lampung , lomba nyamabai, lomba fasion show dan festival band, lomba jelajah alam kawasan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan), Grand closing dan pameran foto "eksotisme sepotong surga".

Perjalanan Menuju Liwa
Hari pertama kita berangkat dari kota Bandar Lampung menuju Kota Liwa, Ibu kota kabupaten Lampung Barat, dengan menumpak mobil travel kita meluncur dari jam 11.30 WIB hingga tiba di Kota Liwa Pukul 17.00 WIB.  Diantarkan mobil Inova dengan pak sopir travel yang ramah dan akrab membuat kita menjadi lebih nyaman menikmati perjalanan menuju pegunungan Bukit Barisan Selatan. Obrolan dan candaan mengisi suasana akrab kami di mobil yang akhirnya kami terlena dalam buay tidur di perjalanan, setelah santap siang di Kota Bumi, kami kembali jengar, obrolan dan candaan kamipun berlanjut, sepanjang perjalanan mendaki dan berkelok di pegunungan serta sajian indahnya pemandangan menjadi kenikmati tersendiri bagi kami.
Diperjalanan kami sempatkan berhenti di mesjid indah kawasan Rest Area Sumberjaya, kami sempat berfoto - foto di depan masjid tersebut, selanjutnya kami lanjutkan perjalanan hingga tiba di Kota Liwa kita disajikan pemandangan pegunungan dan sejuknya hawa pegunungan. 
Sebelum kami didrop di penginapan /homestay piknik Liwa, kami diantarkan oleh sang sopir ke taman HamTubiu serta ke gapura Kebun Raya Liwa. Disana kami sempatkan menikmati jajanan buah duren dan kami berfoto ria. Setelah itu kami baru menuju penginapan. 
Gapura Kebun Raya Liwa
Sumber foto :Rasuane Noor


Shoot udara Penginapan piknik Liwa di Seranggas Kota Liwa
Sumber Photo: Adien Rohyanudin ( AerotteamLla
Teman Baru Bertemu tapi Mengikat
Sajian Menu makan malam kita di Piknik Liwa Homestay
Sumber foto :Rasuane Noor
Kita yang terdiri dari para blogger Lampung, traveler, fotographer, dan Videografer yaitu  pada kesempatan ini kami dari Tapis Blogger, Traveler : ZaQi Hidayat, Lency dan MC kondang lampung yang sekaligus travelblogger mas @duniaindra, serta tim aeromodeling lampung: Adien, Alan,  dan Jona. Kita tinggal satu penginapan yaitu di penginapan @piknikliwa milik mas Eka Fandiasfara. Mas Eka seorang guru yang menekuni dunia photography, jam terbangnya pun sudah tidak diragukan lagi di Lampung. Keramahan dan kesejukan di homestay ini membuat kami dibuay di Kota dengan selogan "Liwa kota berbunga", serta yang lagi trend "Sekala Brak  Negeri Berselimut Kabut".  Selain tempat tidurnya sudah mupuni juga kita disajikan makanan khas Lampung Barat, seperti sambal ghandak, sambal tempoyak, gulai krece/liling (lupa bahasa Lampungnya), dan gulai taboh, tidak ketinggalan lalapan, waw nikmat temon..hehe.. 

Selanjut malam pertama kita isi dengan ngobrolan asik bersama mas Eka dan sesama teman team lain, disela sela obrolan sajian makanan khas Lampung Barat yaitu kue TAT dan Kue cucur Serta nikmatnya kopi  Lampung membawa kita hingga larut malam sampai terbuay didalam selimut karena dukungan sejuknya dingin pegunungan. 

Kearaban kita antara sesama trip dan tuan rumah seakan membawa suatu chemistry sendiri, walaupun kita baru bertemu pada saat acara ini dan baru menginap di penginapan piknik liwa ini tapi memberikan suasana kekeluarga yang kental, seakan akan ada sesuatu yang mengikat sehingga kita bisa jadi padu. Semoga silahturahmi kita selalu terjaga.. Aamiin

Acara Hippun Agung di Gedong Dalom Kepaksian Bejalan di Way
Keesokan harinya kami setelah sarapan pagi, kami menuju ke Gedong Dalom di Kembahang tepatnya di Kepaksian Bejalan Diway. Di sini diadakan acara Hippun Agung yang merupakan rangkaian dari acara Festival Skalabrak ke 4 ini. Sedikit obroloan dengan bapak Marzuk SIP, kabid pemasaran pariwisata Lampung Barat, beliau menyampaikan bahwa Hippun agung anodalah suatu acara berhimpun atau bermusyawah bersama yang berhubungan dengan adat saibatin khususnya di Negeri Skalabrak, dalam hippun ini ada beberapa kesepakan dari hasil musyawarah tersebut. 
Tangga lengkap dengan ornamen hand made untuk masuk ke Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

kondisi di dalam Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway ebelum acara di mulai

sajian menu makanan di ruang Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

Sempat berfoto bersama dengan  Sultan Jaya Kesuma IV di Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

atraksi silat selalu ditampilkan dalam menyambut tamu yang datang pada acara hippun adat di Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

tamu disambut dengan singgahsanah yang penung dengan ornamen seni dengan warna merah dominan di sam[ing warnai lain.

setiap tamu yang datang disambut dengan ramanh dan alunan musik khas Lampung Saibatin

tamu dipersilahkan untuk memasuki Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway
Acara hippun ini berlangsung dari pagi hingga siang. Dimana pagi-pagi pihak tuan rumah Kepaksian Bejalan Di Way, yang dipimpin sultan Selayar Akbar, gelar Sultan Jaya Kesuma ke 4. Mempersiapkan semua untuk menyambut seluruh tamu yang datang. Selanjutnya penyambutan para tamu yang datang, selanjutnya ke acara inti, pada acara inti dibuka dengan adanya tampilan seni tari. Sebelum tarian tampil saya sempat ngobrol dengan salah satu penari yang bernama Tamara, gadis belia siswi MAN 1 Liwa Lampung Barat. Disela sela sebelum tampil, gadis cantik ini bercerita tentang tari yang akan mereka bawakan.  Tema tarian adalah Campai mak bejunjungan yang artinya daun sirih ada patokannya, tarian yang dipimpin oleh Delta gautama  dengan nama sanggar Buay Berjalan Diway. Penampilan gemolek para penari begitu anggung dengan personil Penarinya 4 pengawal, dayang 11, satu ratu. 
group sanggar tari yang dipimpin oleh Delta gautama  dengan nama sanggar Buay Berjalan Diway
Pada saat acara inti disampaikan hasil kesepakan dari Hippun Agung tersebut, berikutnya yang sempat kami catat : mempertahankan Tugu Ara, dari  bentuknya tapi  dapat diganti namanya: monumen paksi pak. Diberi taman dan pilosofi : bhw paksi pak segala pak sekala brak berdiri, tumbuh dan berkembang ke berbagai daerah namun tetap berpegang teguh pada norma adat paksi pak skala brak. Selanjutnya, pejabat memberikan petunjuk dan bimbingan kepada pejabat baru terkait kearifan lokal. Keberadaan gedung dalom, lamban dalom, dll diberi rambu dan petunjuk keberadaan bangunan tsb untuk memudahkan pengunjung/wisatawan, Begitupula dg wisata2 lainnya. Begitu juga membudayakan bahasa Lampung Saibatin yang asli tanpa ada unsur serapan ke bahasa lain, sehingga akan menjaga keaslinya bahasanya baik pengucapan maupun tulisannya. 

Berikut ini acara Hippun adat dalam video, selamat menyimak. 


Setelah acara inti selesai ditutup dengan penampilan tarian dari anak-anak yang masih tergabung dari sanggar Buay Berjalan Diway pimpinan Delta Gautama. Tarian yang mencerptakan tentang masa anak belia yang asik diwarnai masa belajar dan bermain. 
Selanjutnya setelah selesai kegiatan Hippun adat di Kepaksian Bejalan di Way, kami lanjutkan kegiatan untuk berkunjung ke situ peninggalan sejarah yaitu situs Batu Tulis dan Candi Jepara (candi Kebayan). 

Situs Batu Tulis
Setelah setengah hari full mengikuti acara hippun adat di kepaksian Bejalan Di Way. Kami berembuk untuk ngisi acara siang sampe sore, kira kira kemana? Hingga tecetulah dari kita berkunjung ke peninggalan sejarah di Lampung Barat. Mas Eka (owner homstay piknik liwa) mengajak kita ke situs Batu Tulis dan Candi Jepara (candi Kebayan). 
Situs Batu ketulis di Liwa Lampung Barat
Beristrahat sebentar, selasai sholat langsung cus ke situs Batu ketulis, situs ini terletak pekon Kabupaten Lampung Barat. Setika tiba di situs ini ternyata terletak di tengah-tengah kebun sayuran. Saat itu lagi penuh dengan tanaman wartel. Di tengah kebun wartel yang menghijau kami langsung masuk pondok tempat situs tersebut berada. Di situs ini terdapat beberapa batu yang mana satu batu lebar ukuran bulat dengan beraturan dengan deameter sekitar 1 meter. dan satu batu tinggi tegak ukuran sekitar 1 meter, di samping batu batu tersebut banyak kecil yang waktu tidak sempat saya hitung.

Pada batu besar tersebut terdapat tulisan hurip palawa dengan adanya gambar hewan bermoncong agak panjang, sekilas mirip babi atau tapir. Di batu ini rangkaian hurup hurup sayang sekali saya tidak dapat menterjemakan isi tulisan tersebut, mungkin para ahli arkiolog dan purbakala lah yang menguasai peninggalan ini. Sementara batu tegak terdapat tulisan palawa dengan adanya gambar seperti keris. 
Setelah itu kami kembali ke parkiran mobil, namun sebelumnya kami isi dengan foto dikebun wartel tersebut. 


Singgah di Persiapan Pesta / Nayuh di OKU Selatan 

Melewati step by step tujuan distinasi yang kita kunjungi, saat itu langsung meluncur menuju danau Ranau untuk visit ke Candi Jepara (candi Kebayan), pada saat perjalanan kita disajikan pemandangan perbukitan, persawahan dan perkebunan serta perkampungan-perkampungan. hingga sampailah kita di sebuah kampung/ desa dimana saya tidak tau nama desa tersebut karena tidak sempat mengobrol lama. Di desa ini sedang ada kegiatan yang dalam bahasa Lampungnya "Nayuh" = Pesta. disini unik karena para ibu-bu dengan memasak untuk pesta tersebut di depan rumah, dengan membuat bangsal yang besar dan alat masak kulai / belangah. ini pemandangan yang unik dimana akan sulit sekali mencari kegiatan seperti ini di dearah lain. Ibu ibu tersebut sangat menerima kami, malah mereka senang difoto yang mereka kerjakan itu. tidak begitu lama kami di sana, karena tujuan kita harus diutamakan yaitu ke Candi Jepara (candi Kebayan). perjalananpun dilanjutkan.

Berikut ini video ibu ibu lagi masak di acara nayuh..


Candi Jepara (candi Kebayan)
tidak begitu lama kami di situs batu ketulis, kami lanjutkan ke situs yang lebih besar lagi yaitu: Candi Jepara (candi Kebayan). Situs ini termasuk tidak termasuk kedalam adminstrasi Provinsi Lampung tetapi sudah masuk wilayah Ogan Komering Ulu Selatan propinsi Sumsel, situs ini masuk di wilayah danau Ranau. Situsnya terlatak di desa jepara.... 
Setelah di lokasi ternyata candi ini terletak di dalam perkebunan kopi, tetapi candi ini sangat jauh dikatanya berbentuk karena semua tersisa batu puing di sekitar lokasi ini yang tidak tersusun rapi., Akan tetapi dari jenis batu dan desain candinya mirip seperti candi - candi  ada di pulau Jawa. kemudian saya coba mengamati tanah disekitar candi, dimana tanahnya sangat hitam, gembur dan subur sekali, sampai saya berasumsi, apakan candi yang tersisa sekarang adalah puncak segi empat diri sebuah candi yang besar, yang inti mungkin badan candi ini terkubur di dalam tanah. Karena melihat bentuk tanahnya yang subur dan gembur. Ya mungkin para peneliti sejarah bisa mengungkap semua ini. 


yuk simak video candi jepara batu kebayan berikut ini: 


setelah segala sesuatunya cukup akhirnya kita bergegas menuju Danau Ranau kembali.


Memandang Seminung Dari Seberang 
Danau Ranau adalah danau terbesar di pulau Sumatera, dimana danau ini terletak di perbatasan anatar provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. dimana hampir sebagian besar wilayah danau ini masuk dalam propinsi Sumsel, namun kebalikannya masyarakat banyak menyebutnya kkalau danau Ranau terletak di Lampung Barat.  Di tepi danau ini terdapat gunung yang menjulang sangat indah sekali jika pandang pada kondisi cerah, gunung tersebut adalah gunung Seminung. jikapun kita berada dipuncak Seminung maka pemandangan sebaliknya tidak indah dimana di puncak tersebut kita melihat danau Ranau ini berbentuk seperti hurup 'U' Simakan Artikel ............
JIka kita berada di bagian seberang atau tepatnya di kawasan resort PUSRI, maka kita akan Memandang Seminung Dari Seberang, nampak indah gunung yang megah di tepi danau yang jernih.
Kegiatan kami di tepi danau Ranau tidak begitu lama, dimana kita hanya duduk-duduk menyaksikan anak anak lagi mandi, terus sebagian teman-teman asik berfoto ria. sebgian yang lain sibuk memainkan video mereka. 
Menjelang magrib kitapun tancap gas menuju ke penginapan kembali karena esok hari kegiatan masih full dari serangkain Festival Skalabrak ke 4 tersebut. 

Saksikan keseruan kami di bukit bawang bakung Geredai Pada artikel berikutnya: 

Bukit Bawang Bakung : Menikmati Selimut Embun di Kaki Pesagi

Load disqus comments

0 komentar