Thursday, August 24, 2017

Lembah Sekalabrak : Bening Air 7 Pancuran dan Hamparan Padi di sisi Tebing Runtuh

Lembah sekalabrak Lampung Barat
Menjalang siang group trip kita, turun dari bukit Bawang Bakung. Bukit yang meyimpan sejuta eksotik selimut butir halus telaga angin, disingkatnya kabut pagi.. Bahasa kerennya misty morning. hehe.. 

Setelah subuh hingga sampai matahari naik kita habiskan di bukit yang fenomenal tersebut, bukit yang menyimpan sejuta keindahan  dibalik kabut nan putih bak kapas disela-sela pepohonan. Awan putih terjulur turun dari Puncak Pesagi, turun terbawa angin menuju arah tak tentu, semua memberikan warna kesejukan di indera umat yang menginjakan kaki di bawah bukit Geredai tersebut.

Terasa cukup puas kita di Bukit saksi selimut kabut tersebut, kita diunjal dengan motor seadanya untuk turun ke perkampungan tempat menitipkan mobil, setelah lengkap, dengan dibawah sang sopir kita menuju ke kerajaan Sekalabrak kepaksian Buay Pernong yang ada di Pekon Kota Besi Kecamatan Batu Brak Lampung Barat.

Namun ada catatan sedikit, sebelum keluar dari pekon Kembahang, group trip berhenti sebentar di areal persawahan, dimana saat itu para warga sedang mengadakan menanam / cocok tanam padi. Kesempatan tersebut ternyata langsung dimanfaatkan oleh para anggota trip untuk mengabadikan kegiatan para petani tersebut. Namun saat itu yang menjadi perhatian saya bukan para petani yang sibuk menanam padi, akan tetapi melihat tanah di sawah tersebut begitu hitam dan gembur tanahnya. Di kota Metro kegiatan petani seperti ini adalah pemandangan saya setiap saat, sehingga saya tidak begitu antusias untuk mengambil gambar kegiatan petani tersebut. Satu yang menjadi terpana mata saya, yaitu disana sisa pohon padi yang sebelumnya sudah dipanen, ternyata masih lengkap di sawah ini. Hingga munculah obrolan saya dengan sesama teman trip "kok sawahnya tidak diluku / dibajak atau dicangkul, langsung ditanam begitu"  ternyata obrolan saya tersebut didengar oleh salah satu petani, dia menyambut pertanyaan saya tersebut "iya mas disini sawahnya sangat subur dan tanah sangat empuk jadi tidak perlu dicangkul lagi, sudah tinggal tanam aja lagi" waw luar biasa dalam hatiku, jadi petani disini tidak perlu kerja estra untuk menggemburkan sawahnya lagi, seperti pada sawah-sawah umumnya yang menggunakan bajak sawah, kerbau atau sapi, sekarang modern menggunakan traktor. Begitu beruntungnya pemilik sawah di daerah ini, diaanugrahi tanah yang subur dan gembur.
Petani bercocok tanam pada lahan yang subur

Setelah cukup setengah jam-an para teman-teman mendokumentasikan kegiatan petani di sawah tersebut, kita lanjut ke kerajaan Sekalabrak Kepaksian Pernong. Sesampainya di Istana atau Gedong Dalom Kerajaan Kepaksian Pernong, kita langsung berhambur dengan kesibukan masing-masing yaitu mendokumentasikan keadaan di istana ini, dan ada juga sibuk foto-foto narsis / selfie serta kegiatan lainnya. Berselang waktu ternyata kita diizinkan untuk masuk ke dalam istana kerajaan kepaksian Buay Pernong.

Gedong Dalom Kepaksian Pernong
Kondisi dalam Gedong Dalom kepaksian Pernong 

So yang membuat kita sangat excited adalah sang putra pangeran sedang pulang dan berada di dalam istana ini. Putra Sultan / Raja Kepaksian Pernong ; Pangeran  Edward Syah Pernong yang bernama : Alprinse Syah Pernong. Setelah minta izin dengan para anggota keluarga istana, kita diizinkan untuk mendokumetasikan kegiatan pangeran di pagi itu, pangeran setelah mandi pagi lanjut sarapan pagi di singgahsana.
Pengaran Kepaksian Pernong : Alprinse Syah Pernong
Setelah sekian waktu sang pangeran sarapan, kita diizinkan untuk ngobrol dengan sang pangeran, dengan dimotori mas @duniaindra, obrolan cukup singkat, dengan menggunakan bahasa inggris pangeran menjawab pertanyaan dari mas Indra,  dari obrolan tersebut bahwa pangeran sekolah di Jakarta dan memiliki 2 orang teman akrab, dan pangeran dia sudah diajarkan bahwa dia adalah pangeran keluarga kerajaan, sehingga dia sudah harus terbiasa dan tidak menjadi beban baginya. pangeran suka dengan lagu Despacito yang lagi hit, dan diapun bercita-cita menjadi tentara, Selanjutnya pangeran biasa menggunakan bahasa inggris dan bahasa indonesia, terkadang juga diajari bahasa lampung walau sedikit.  Demikian obrolan dengan pangeran selanjutnya kita berfoto bersama hingga kitapun bergegas menuju ke alam persawahan Lembah Sekalabrak.
foto bersama pangeran Alprinse Syah Pernong
sumber foto : @duniaindra

EKSOTISME LEMBAH SEKALABRAK
Setelah melewat dua rumah dari sebelah kiri istana kepaksian pernong, kita mengikuti jalan ke belakang rumah tersebut hingga sampai ke tangga menurun, ditangga ini sudah nampak pemadangan hamparan sawah di lembah nan asri. Yang inilah yang disebut sebut lembah Sekalabrak. Di tangga ini memang belum nampak secara keseluruhan tetapi dengan berjalan menurun pemandanganpun makin luas  Disela sela rumpun bambu menjadi daya eksotik tersendiri di lembah ini, pemandangan lebuh seakan sembunyi manjah. Hehehe.
tangga 12 kelokan untuk menuju ke lembah sekala brak

Sambil terus menuruni tangga, dengan bentuk khas berkelok, dimana kalau tidak salah di tangga ini terdapat 12 kelokan. Jadi kita harus mempersiapkan tenaga untuk menaiki tangga kelok 12 ini nanti saat naik ke atas.
pemandian tujuh pancuran di lembah sekalabrak 
Bening dan sejuk air Pancuran tujuh

Lanjut pas dibawah akhir tangga ini terdapat pemandingan yang khas dimana disini disebut pemandingan tujuh pancuran atau bahasa setempat "salui pitu". Dari info masyarakat sekitar, mata air tujuh pancuran ini tidak perna kering walupun musim kemarau. Pemandian ini adalah tempat masyarakat sekitar mandi. Air pancuran yang begitu sejuk dan bening, sehingga kitapun berlama lama minum dan main air tersebut.
duniaindra lagi menikmati segernya pancuran di lembah sekalabrak 
Jika pengunjung ke lembah ini harus siapkan diri untuk mandi dan menikmati sejuknya mata air tujuh pancuran. Sensasi dan awet muda akan pengunjung rasakan.. Ayoo dicoba ya..

Setelah puas main air kita lanjutkan berjalan menyusuri sawah di lembah ini, saat itu juga saya kembali takjub dengan keadaan air disawah ini, selain begitu benibg ternyata banyak sekali ikan-ikan kecil yaitu ikan mujair dan ikan wader /seluang. Saya pun berdiskusi dengan Alan "wah ini ikan banyak banget, kalau di kampungku ini sudah diambilin, ikan seluang sangat gurih" Alan juga menyahut juga ya bang, "tempatku juga gitu", menjadi tanda tanya kita berdua saat itu, mengapa ya kok ikannya bisa banyak, apa masyarakat sekitar tidak suka ikan seluang atau alasan yang lain, hal ini belum terjawab.
banyak ikan seluang di lembah sekalabrak 
Sambil melanjutkan perjalanan kita menyusuri sawah di lembah itu, terdapat beberapa bukit kecil di lembah ini, bukit bukitnya cukup khas dan ditumbuhi ilalang. Sembari melihat lihat pemandangan hamparan sawah dan bukit bukit kecil di lembah ini, hingg tercetuslah dari Alan : "bang, dinding memutih itu batu atau apa ya? Saya jawab : "itu adalah pasir dek, yuk kita dekati biar lebih tau" hingga kitapun terus berjalan mendekati dinding memutih yang bak sisa runtuhan tersebut, ternyata itu dinding benar adalah dinding pasir yang masih rawah runtuh.
dinding di lembah sekalabrak 
Narsis dengan latar belakang runtuhan pasir di Lembah sekalabrak
Setelah mendekati dinding pasir yang runtuh tersebut, kita melihat teman teman yang lain sudah berada di salah satu bukit tertinggi di lembah ini, sehingga saya dan Alanpun bergegas untuk ikut mendaki bukit tersebut. Dalam selang waktu beberapa menit, ksmipun sudah berada diatas bukit tersebut.. Waw ternyata pemandangan di atas bukit ini lebih indah dan spektakuler.. Seluruh badan lembah lengkap dengan pondok- pondok sawah sangat memanjahkan mata.
asiknya di bukit Lembah sekalabrak 
Cukup lama kami mendokumentasikan diatas bukit ini, foto dan video lengkap silahkan simak ya..

Dari cerita teman teman asli Liwa, bahwa cerita bukit tetinggi dan panjang di tengah-tengah lembah ini dahulu adalah ular besar yang sekarang menjadi cerita legenda sendiri dan menjadi bukit pasir yang dipenuhi semak ilalang. Namun pemadangan diatas bukit ini luar biasa indahnya.. Di Lembah Sekalabrak..
di batas bukit di Lembah sekalabrak
Jika teman teman berkunjung ke Lampung Barat tidak lengkap jika tidak bernarsis ria di bukit yang ada di lembah Sekalabrak ini.. Nikmati sensasi keindah dan kesejukan alam sebuah lembah.
asik nih foto-foto 
nikmati pemandangan di bukit di Lembah Sekalabrak
Setelah dirasa cukup, ketika itu kita turun dari bukit dan beristirahat di salah satu pondok panggung di lembah tersebut, karena kondisi sudah cukup siang dan terik kitapun bergegas untuk naik kembali ke istana Kepaksian Pernong. Tentunya melewati tangga kelok 12 dipencuran tujuh tersebut.

Setelah mejelang juhur kita kembali ke penginapan Piknikliwa guna mempersiapkan untuk menyaksikan karnaval kemilau negeri Sekalabrak yang diadakan di Tugu Ara, pusat kota Liwa.

Foto semarak karnaval sekalabrak ke 4 Silahkan simak di link berikut ini.
Load disqus comments

0 komentar