Berisi tentang cerita, foto, video, hoby, Aktivitas, dalam perjalanan petualang dan pencari pengalaman

11/24/19

Tanjung Setia Tak Ingkar Janji

Pantai Tanjung Setia, Matahari terik menghempas cahaya di siang ini, di bawah pohon kelapa dengan semilir angin mengoles wajah, ku pandang jauh ke lautan lepas yang tak berujung. "Tanjung setia adalah pantai yang tak perselingkuh" kalimat itu masih terngiang saat pertama kali aku menapaki kaki di pantai ini. Sewindu sudah perdana aku disini berlalu, kali ini aku sendiri di tepi pantai ini, sambil mengulas kala aku bertamu di pantai ini.

Tanjung setia tak ingkar janji, ini yang terbesit di benakku. Pantai yang fenomenal sebagai surganya para peselancar, menjadikan pantai ini salah satu tempat surfing terbaik di dunia, bahkan diadakannya even tahunan kompetisi surfing International di pantai ini. Namun dibalik pamornya pantai berombak besar ini ada pengalaman yang indah yang aku jalani di pantai ini. 

Tanjung setia kini aku kembali datang. Sejak 8 tahun lalu, setiap tahun aku selalu berdarmawisata ke sini hingga tepatnya 3 tahun lalu terakhir aku menginjakkan kaki di pasir putih berkarang ini. Kala itu di penutup akhir tahun 2016. Disini aku rasakan bak mataku terpejam tapi ku tak tidur. Cita rasa kecewaku masih mengisi relung hati. 

Mengulas kisahku pergantian tahun 2016-2017 di pantai tanjung setia. Ketika itu aku bersama teman trip baru yang notabene mengdaulat diri backpacker dunia. Aku sebagai pecinta petualangan sangat merespon baik dan bergabung dalam trip mereka menaklukan Lampung Bagian Barat. Sekian hari dan beberapa spot yang kita kunjungan. Tanjung Setia salah satunya. 

Kala itu kita bermalam di Tanjung Setia, tapi ini benih kecewaku makin mekar karena kawan trip yang aku ikuti tidak komitmen dengan apa yang disepaki kita sebelum trip. Mereka merubah schdule sepihak dan sekeinganan mereka. Aku sebagai kawan baru bergabung terasa sekali tersisih. Bahkan rencana menikmati tahun baru di Pulau Pisang sirna karena keegoisan mereka. 

Saat itu di pantai Tanjung setia ini, aku berlapang dada dan ikhlas, kucoba halau kekecewaanku dengan menikmati riuhnya ombak besar dan semilirnya angin pantai. Malam berlalu aku gagal dalam nikmat nyenyaknya tidur. Kucoba tuk terpejam tapi ku ta bisa tidur. Entah mengapa dulu aku begitu galau. 

Namun  di tanjung setia ini segala amarahku seakan di redam padam. Aku terhibur dengan suasana yang ada beriteraksi dengan pengelola penginapan, turis dan terlebih pantai yang fenomenal ini. 

Kali ini aku sangat bersyukur sekali dapat kembali ke sini dan menikmati indahnya ciptaan Allah S.W.T., Tanjung Setia adalah bukan tanjung selingkuh. Tanjung setia tak ingkar janji, aku masih bisa menikmati ombok besar yang bergulung, flora dan fauna yang masih beragam serta keramahan pendudukan lokal.  Semoga kesetiaan ini abadi.. 

No comments: