Berisi tentang cerita, foto, video, hoby, Aktivitas, dalam perjalanan petualang dan pencari pengalaman

10/13/15

Berkunjung Singkat Ke Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung

8:53 AM 0
Kali ini saya berkunjung ke Gunung Betung Peawaran Lampung. Objek yang saya kunjungi adalah Air Terjun Gunung Betung. Saya berkunjung ke gunung ini bersama teman teman  Couchsurfing (CS) Lampung yang di komado'i oleh mas Delta Rahwanda, teman-teman yang tergabung adalah mas Tri Irawan, dan mas Habi. kita berkunjung ke sini di mulai dari Kota Bandar Lampung hingga sampai di daerah perkemahan di Gunung Betung. 

Berkunjung ke  Air Terjun / Curup yang ada di kaki Gunung Betung Kabupaten Pesawaran Lampung dimulai dari Kota Bandar Lampung hingga ke lokasi ditempuh selama kurang dari 1 jam dengan kendaraan roda 2. Kondisi jalan yang menanjak serta setelah mendekati lokasi menjadi jalan setapak. Jalan setapak ini pada saat musim hujan akan licin sekali. Karena pada saat kita turun pulang kondisi hujan turun, hingga kita menemukan jalan yang sangat licin. 

Di kaki Gunung Betung ini terdapat 2 air terjun. Warga setempat menyebutnya air terjun Atas dan air terjun Bawah. Pada saat saya berkunjung ke Gunung Betung tersebut hanya bisa ke air terjun bawah karena waktu yang tidak memungkinkan.

Berikut Foto-Foto yang saya abadikan selama berkunjung ke Air terjun Gunung Betung tersebut :
 Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung






 Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung

 Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung

 Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung



 Air Terjun Gunung Betung Pesawaran Lampung

10/11/15

Model : Hijab, Biru dan Hitam yang sangat Mempesona

4:54 PM 0
Sudah lama tidak jepret model, kali dalam waktu singkat mampu merekap pesona diri yang terbalut raga. Tema foto model kali ini adalah masih berhubungan dengan hijab, Model : Hijab,  Biru dan Hitam yang sangat Mempesona. Ya saya pilih temanya tersebut karena saya sebagai tenaga pendidik di salah satu kuliahan di Lampung tidak mau mendapatkan fitnah karena hal yang kurang berkenan di masyarakat yaitu menampilkan para wanita yang berpakaian minim atau dengan istilah tertutup tapi telanjang. Nilai kesopanan masih harus selalu dijunjung tinggi dan dikembangkan di negeri kita apalagi kita sudah terkenal dengan budaya timur. budaya timur memiliki norma-norma yang harus selalu dijaga oleh segenap masyarakat, baik itu yang muda dan tua. 

Yuk kita simak hasil jepretan saya yang salah bagikan di blog ini, semoga berkenan dan mohon masukannya yang bersifat membangun. Model : Hijab,  Biru dan Hitam yang sangat Mempesona. Terima kasih salam jepret dan salam blogger... 

Talen : Fatona nur
Lokasi : Jembatan Gantung 28, Dam Raman Metro Utara, Kota Metro











10/10/15

Trip Kuala Lumpur - Bangkok : Pengalaman Tak Terduga dengan Ma Lie Gadis Tiongkok

10:50 AM 0
Cerita perjalanan kami kali ini berjudul: Trip Kuala Lumpur - Bangkok : Pengalaman Tak Terduga dengan Ma Lie Gadis Tiongkok. Bagaimana ceritanya, simak sampai abis ya. 

Malam pukul 8.00 di KLCC Kuala Lumpur Malaysia. Kita bertiga memasuki gerbong kereta, sambil memegang tiket, satu persatu nomor bangku kami amati dan mencocokan dengan nomor yang tertera di tiket kami. Hingga sampailah di nomor bangku yang kami cari, segera saya letakan tas diatas bangku. Kami keluarkan sebagian makanan untuk cemilan selama perjalanan menuju kota Hatyai Thailand. 

Sambil menunggu kereta berangkat tidak ketinggalan kami berfoto silfie ria.  Seriring berjalanan waktu satu persatu para penumpang memasuki gerbong yang kami tempati. Hingga munculah sekitar 6 orang bertubuh tinggi dengan kulit khas albino. Ya tidak asing lagi di negeri kita sering kita sebut bule. Mereka tediri dari 5 cowok dan 1 cewek serta duduk di bangku pas di depan kami. Sehingga gerak tingkah mereka sering teramati oleh kami. Apalagi tingkat mereka yang saling bercanda dan mengerja’i sesama mereka dengan bahasa mereka (yang saya dengar bukan bahasa Inggris).  Tak kalahnya mereka dengan tongsis bercanda dan berselfie ria seperti anak-anak muda di Indonesia.  
Foto terakhir kali bertemu dengan Ma Lie di Cousan Road Bangkok 
Lucky, salah satu temanku dalam trip ini berkata. "Kok salah satu dari bule itu mirip aktor film yang lagi digandrungi oleh para anak muda sekarang ini". Tapi saya tidak begitu memperhatikan siapa nama dan wajah aktor yang disebutkan temanku tersebut. Karena perhatianku tertuju pada pada sosok Gadis Tiongkok yang baru masuk gerbong dengan berwajah putih dengan mata sipit khas etnik di negeriku yaitu Tionghoa. Dia dengan membawa tas ransen yang ukuran besar, dia dengan terburu-buru menunjukan tiketnya kepada salah satu penumpang yang lain di gerbong itu. Hingga dia melewati bangku tempat dudukku sambil dia bergumam dengan bahasa khas cina. Gadis Tiongkok itu memperlihatkan suatu kekesalan. 

Seiring lewatnya sang gadis Tiongkok itu, keretapun berjalan, sayapun sempat menoleh kebelakang memperhatikan wanita Tiongkok tersebut. Dia ternyata langsung rebah dan meletakan tas besarnya di sampingnya. Sedangkan bangku duduk yang lain masih kosong. Selanjutnya saya kembali bercengkrama dengan kedua teman tripku bercerita tentang perjalanan dan pengalaman yang perna kami alami hingga akupun tertidur. Perjalanan malam itu kami penuhi dengan tidur di Kereta api menuju kota Hatyai Thailand.

Pagipun sudah tiba, kami masih di dalam kereta menuju kota terbesar di Thailand selatan itu. Hingga tibalah kami diperbatasan 2 negara makmur di Asean itu. Kami diperintahkan untuk turun dan mengecek pasport di Imigrasi. Saat masuk ruang administrasi kami diberi form yang harus diisi. Saat saya sibuk mengisi form formulir, terdengarlah suara dalam bahasa Indonesia “ehhh dapat form seperti itu darimana” lalu saya menoleh ke belakang, seorang gadis dengan wajah khas Indo tapi lebih dominan ke wajah Tionghoa. Lalu Lucky, menjawab “minta ke petugas disana” sambil dia menunjuk ke arah ruang. Lalu Wenny (teman tripku) “lah itu orang Indo kan? Dia pakai bahasa Indonesia” beberapa menit, datang lagi wanita tadi, dan kamipun berkenalan dan bersera-obrol. Ternyata dia adalah Nova warga Jakarta. Dia jalan-jalan dari malaysia dan ke Hatyai. Dia seorang wanita muda dan trip sendiri/ solo trip. Sampai saya berpikir, waw berani sekali dia seorang gadis muda jalan-jalan ke negara orang dengan sendiri.
Foto bersama saat bersama Nova 

Dari percakapan kami dengan Nova, tiba-tiba gadis cina yang duduk di belakangku, menghampiri kami dan menunjukan pasport dia (warga negara Tiongkok/ China), yang lebih membingungkan dia mengunakan bahasa mandarin sehingga kami banyak kebingungan, tetapi disela-sela itu ternyata Nova, cukup mengerti bahasa mandarin sehingga dia lebih banyak berbicara dengan gadis cina itu. Ternyata gadis cina itu tidak mengurus VISA sehingga dia harus ditahan dulu oleh pihak Imigrasi. Sehingga Nova menyarankan ke gadis cina itu untuk mengikuti petugas yang ada disana.

Setelah pengecekan selesai, kami diizinkan masuk kembali ke gerbong. Di gerbong kita ngobrol dan makan. Namun kereta tidak kunjung berangkat, setelah cukup lama menunggu, tiba-tiba munculah sang gadis cina itu, dia langsung menghampiri kami dengan bahasa mandarinnya.  Kami sentak kebingungan lagi (si Nova berbeda gerbong dengan kami), ternyata dia tidak bisa berbahasa inggris, akhirnya Lucky melihat pasport dan kwitansi yang dia pegang. Ternyata dia harus membayar pengganti VISA, cukup mahal,  kami hitung dengan kurs rupian sekitar 5 juta rupiah. Setelah si cina itu masuk gerbong kereta berangkat kembali. Penyebab kereta belum berangkat jua ternyata menunggu dia mengurus administrasi tersebut.

Siang hari, kami tiba di stasiun di Kota Hatyai. Kamipun turun dan kami kembali berkumpul : Saya, wenny, Lucky, dan Nova. Sedangkan si gadis cina/ Tiongkok masih mengekor dengan kami. Akhirnya kami kenalan dan bersera obrol, apalagi disana ada Nova yang bisa sebagai perantara bahasa mandarin. Obrol demi obrol ternyata gadis cina itu bernama Ma lie.  Dia dari Malaysia dan berencana ingin ke Bangkok, karena disana dia sudah janjian dengan temannya dari negara dia. 

Saya, Wenny dan Lucky; kami bertiga sempat berdiskusi alangkah beraninya wanita cina ini. Dia pergi ke negara lain dengan modal berani, dari bahasa inggris (bahasa Internasional) dia sama sekali tidak bisa dan pergi tanpa mengurus VISA terlebih dahulu. Tidak tau itu modal berani apa modal nekat... hehehehe,... Lucky juga sempat melihat isi tas dia. “gila duitnya banyak banget dan trus dia pakai handphone samsung yang paling mahall” luar biasa tuhh tajirr gadis cina itu..... serem kalau di rampok gimana?

Manggo Sticky Rice makanan khas Thailand 
Selama di Hatyai kami dari bertiga bertambah menjadi 5 orang, ketambahan Nova dan Ma Lie. Kita dengan mengunakan kendaraan umum (angkot), disana disebut tuk-tuk Kita wisata kuliner menikmati makanan khas Hatyai yaitu sticky monggo rice. Kemudian kita keliling pasar pakaian dan pernak pernik disana. Di Kota ini kita bisa menggunakan 2 mata uang yaitu ringgit (Malaysia) dan bath (Thailand).  Di kota ini juga masih banyak mengunakan bahasa melayu. Selama di Hatyai, Ma lie bercerita melalui Nova, bahwa di negaranya pernak pernik seperti itu banyak, jadi dia tidak mau membeli di negara lain, lebih baik membeli di negara sendiri.. waw pesan moral yang menyentuh banget, Cinta produk dalam negeri. Setelah keliling pasar di Hatyai kita kembali ke stasiun.

tuk tuk adalah angkotnya Negara Thailand
Pada Sore hari kita melanjutkan perjalanan menuju Ibu kota negeri gajah putih tersebut, Bangkok. Pada saat akan tiba di Kota Bangkok, tiba-tiba ada diantara penumpang gerbong menghampiri kami. Seorang bapak warga Malaysia, sebelumnya dia kira kami adalah warga Malaysia, sehingga dia berani menyapa. Setelah ngobrol dia baru tau kalau kami dari Indo, dan dia banyak bercerita kalau dia sempat lama tinggal di Indo. Disela-sela obrolan dia sempat agak kurang senang dengan kebaikan kami atau terlalu welcome dengan orang baru (mengarah ke Ma-Lie) karena banyak kasus penyelundupan barang ilegal mengunakan orang-orang yang kurang berpengetahuan, dia mengarah ke Ma Lie, takut saja dia sebagai sindikat jaringan narkoba internasional, kalau benar bisa-bisa kalian kena juga... saya, Lucky dan Wenny sempat bertatapan mata cemas. Namun melihat kecemasan kami, bapak itu berusaha meleburkan kecemasan kami berkata lagi semoga saja dia tidak.... 

Setelah di Bangkok, dengan bantuan bapak dari Malaysia itu kami bisa menjangkau tujuan kami lebih cepat yaitu menuju kawasan Cousan Road menaiki Bis kota, di  Cousan Road kami berpisah dengan bapak asal Malaysia, dia berpesan tetap waspada dalam berdarmawisata. Sedangkan Ma Lie, masih mengekor dengan kami, kami masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan dia karena bahasa. Selanjutnya ketika kami sampai di penginapan yang sudah kami booking sewaktu di Indo, kami bisa berkomunikasi dengan Ma Lie mengunakan Google translate (atas ide dia kita bisa ngobrol dengan ini), sehingga obrolanpun bisa nyambung. Ma lie akan tinggal di Bangkok sekitar 10 hari karena dia sudah berjanji bertemu dengan temannya yang akan datang ke Bangkok, 10 hari lagi. Ma Lie rencana akan menginap juga di penginapan tempat kami menginap, tetapi  penginapan tersebut sudah full. Akhirnya kami mencarikan penginapan buat Ma lie, yang tidak begitu jauh dari penginapan kami. Selanjutnya kami berpisah dengan Ma Lie dan kembali ke penginapan kami.

Sekian hari kami tinggal di Kota Bangkok, menikmati berbagai sajian pesona wisata di Kota Metropolis itu, kami tiba saatnya pulang, siang hari itu kami akan menuju Bandara. Sebelum naik angkutan arah bandara kami sempat mampir ke mini market. Setelah ke luar minimarket. Wenny dikejutkan dengan adanya seseorang yang menarik tasnya dari belakang, ternyata ada sosok Ma lie, gadis Tiongkok yang kita kenal selama perjalanan menuju Bangkok. Akhirnya kita pamitan dan berpisah hingga sekarang tidak bertemu lagi..

Walau kenal singkat dengan Ma Lie tapi banyak point yang bisa kami pelajari...
Dari Cinta produk dalam negeri, Berani atau nekad, bahasa, teknologi berbicara, perlu perencanaan yang matang dan lain-lainnya..
Stasiun Kereta Api di Hatyai Thailand 

TUK TUK 

Foto bersama Ma Lie di depan Stasiun Kreta Hatyai Thailand yang motoin Nova. 





9/15/15

Pembuatan Tepung Aci Dari Pohon Aren

9:39 AM 1
Disela-sela kegiatan pengabdian masyarakat KKM PPM tahun 2015 di kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, saya sempat mengunjungi tempat pembuatan tepung yang berbahan dasar batang aren. Hal ini baru pertama kali saya menyaksikan langsung pembuatan tepung yang bahan dasarnya dari pohon aren atau enau. Informasi yang saya dapatkan sebelumnya kalau tepung-tepung yang ada di pasaran biasanya berasal dari pohon sagu, dari tepung terigu tapioka, tepung gandung, tepung ketan  dan tepung beras. sehingga serasa ada hal yang baru, yang baru saya dapatkan. ternyata pembuatan tepung ini juga tidaklah mudah, perlu pengolahan yang khas, berikut foto-foto yang dapat saya abadikan untuk berbagi kepada khalayak ramai. 

Berdasarkan sumber yang saya terima tepung ini biasanya banyak digunkan untuk pembuatan bakso, karena paling cocok dicampur dengan daging. sedangkan proses pembuatan tepung tersebut melalui tahapan: 
  1. Persiapan pohon aren, dipotong dengan ukuran sekitar  setengah meter
  2. Pohon aren yang besar tersebut di belah menjadi beberapa bagian 
  3. Setelah dibelah langsung diletakan pada alat penggiling sehingga, tepung dan serabutnya terpisah.
  4. Dalam penggingan tersebut sesekali dialirkan air sehingga akan lebih lunak dan mudah untuk digiling.
  5. Setelah digiling, serabut dipisahkan dan tepung (aci) dikumpulkan lalu dijemur .
  6. Setelah dijemur, tepung yang sudah kering yang sebut aci. 
  7. Aci kemudian disaring sehingga serabut yang masih terbawa benar-benar hilang dan bentuk tepung benar-benar halus. 
  8. Setelah itu tepung dimasukan dalam karung dan siap untuk dijual. 

Silahakan simak foto-foto yang sudah tersaji.. 

Pabrik tempat mengelolah pohon aren atau enau menjadi tepung aci 

Alat yang digunakan untuk memisahkan aci dari pohon enau / aren

sisa serat yang dibakar dari pembuatan aci dari pohon aren 

Pohon enau yang siap untuk diambil aci-nya 

pohon enau yang sudah dipotong yang siap untuk diambil acinya 

sisa kayu pohon enau untuk dijadikan kayu bakar

aci yang masih basah dijemur 

Tepung aci dari pohon enau yang sudah kering

Tepung aci dari pohon enau yang siap digunakan untuk produk lain 




Kegiatan Penanaman Nanas dalam Kegiatan KKN-PPM Desa Tanggul Angin Kec. Punggur Lampung Tengah

9:18 AM 0
Kegiatan Penanaman Nanas dalam Kegiatan KKN-PPM Desa Tanggul Angin Kec. Punggur Lampung Tengah merupakan serangkaian kegiatan dalam PROGRAM RESIT PENGABDIAN MASYARAKAT "PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI PETANI NANAS UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH KOMODITAS NANAS DI LAMPUNG TENGAH"  

Kegiatan Penanaman Nanas dalam Kegiatan KKN-PPM Desa Tanggul Angin Kec. Punggur Lampung Tengah. Pengembangan budidaya nanas di Lampung Tengah memiliki peluang pengembangan yang prospektif, mengingat kondisi geografis yang mendukung untuk pengembangan usaha budidaya tersebut. Adapun usaha budidaya nanas yang dilakukan di Lampung Tengah mayoritas dilaksanakan oleh petani nanas skala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana yaitu memanfaatkan lahan
kebun dan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian. 

Banyak masyarakat di Tanggulangin juga memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam nanasTentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia. Dalam era globalisasi ini, peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng. Adapun target/sasaran yang hendak dicapai dalam rangka pemberdayaan ekonomi petani nanas tersebut adalah terwujudnya budidaya nanas organik yang produktif dan efisien serta berkembangnya rintisan usaha pengolahan nanas menjadi produk industri makanan yang memiliki nilai tambah (added value) seperti nata de pina, keripik nanas, sirup nanas, selai nanas, jelly nanas dll.

Berikut Sebagian kecil rekam dokumentasi saat penanaman Nanas dalam Kegiatan KKN-PPM Desa Tanggul Angin Kec. Punggur Lampung Tengah










 








9/12/15

Video di Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung dan Cerita shock lagi

11:10 PM 2
Lanjut Cerita dari sebelumnya Pulau Pisang Krui Pesisir Barat Bersama Tim My Trip My Shock. Ternyata bukan aku saja yang mengalami shock ternyata anggota group my trip my sharecost juga ada shock. Melengkapi Video di Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung dan Cerita shock lagi. Ada yang bilang shock daster. Shock tas, shock kostum, shock jatuh di kapal, shock kacamata dan shock apalagi ya? 

Nah berikut ini bagian Video di Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung dan Cerita shock lagi Setau aku kalau shock daster, kayaknya itu rahasia para wanita - wanita tim survivor itu. Mungkin si Mawar, Delima, Angrek, Melati, Kamboja, Krisan dan mangga yang bisa menjawab.. (duh makin ndak jelas ya)..

Selanjutnya shock tas, waktu itu siap-siap mau pulang, semua siap-siap packing, tiba-tiba ada yang teriak selow melow gitu, "ihh kok ini ada celana dalam di tas eke"  itulah jerit histeris si Angrek, lalu ane lihat, kayaknya itu celana dalam cowok, lalu si delima menyahut itu kan milik si Mick.. lahh kok bisa ya celana dalam itu nyasar ke tas anggrek... ada sekandal kah.. mungkin skandal jepit kah??  di Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung kami mandi seru yang diselingi rasa shock shock asik hehehe.. lalu setelah pulang dari trip, mulailah para anggota  group my trip my sharecost  atau survivor ala ala, dan merekapun menebar foto foto di sosmed, but it is ... kok pada ribut itu tas, itu tas ku..  dan itu tas ku.. so ini yang difoto adalah tas, bukan para orangnya yg selfie,, keren kan group ini.. shock abis dah... 

Sebelum keseruan video kita di Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung Selanjutnya shock kostum, saat itu pagi2, kita siap-siap menyebrang ke pulau pisang.. aku keluar villa pertama dengan kostum kebangganku, kostum timur raya, (jaga aurat booo.. hahahaha)  lalu si Kumbang menyambangiku.. "ihhhh kok kostum pantai lue gt ama sih" aku langsung  merayap-rayap di pasir... sempat shock juga apa ada yang salah ya dengan kostumku? lalu si tante Kamboja membelaku "KUmbang biarin aja kali,, itu ala kostum dia, nape lu sewot" , si kumbang jawab . "ehh tante ini di pantai, bukan di gunung"  ougghhh aku semakin menjadi-jadi merayap di dalam pasir.. padahal aku pake kostum gitu kan takut hitam.. serba tertutup gitulah.. 

Setelah beberapa saat aku coba tetap pede dengan kostumku, lalu aku tiduran di hammock yang ada di depan villa, sela itu satu persatu para ledies keluar villa, dan kok aku merasa ada yang ganjil dengan kostum para gadis-gadis supervivor  itu, mereka berpakaian ada ala-ala afrika apa amerika latin dengan kepala yang dipelintir pelitir kain gitu, trus kok si Mawar kostumnya kayak gambar di buku sejarah.. yeahh.. mirip pangeran Dipenogoro, hmhmhm.. ya aku sempat enjoy aja.. mereka kan punya khas masing-masing.. kok kayak parade miss miss universe gitu... soo enjoy ajaa.... 

Selanjutnya, shock jatuh: si mawar dengan khas kostum pangeran Dipenogoronya, setelah asik foto-foto di dermaga krui, saat mau naik perahu ehhh kucuk kucuk dia terpeleset.. duhh kasihan bokongnya terkena batu.. syukurlah dia tidak apa-apa, walau beberapa kali selama trip, dia mengeluh sakit pada tulang ekornya... 

Kemudian ada shock kaca mata... duhh mualai darimana ya ceritanya? kaca mata itu loh kayaknya berkesan banget ya.. sepertinya anggota tim group my trip my sharecost, punya kacamata unggulan masing masing. tapi yang satu ini, ehh punya Mawar lagi, warnanya  pingky gimna gitu kayaknya khas banget.. waktu itu dia cari2 kacamata itu, dia pikir ketinggalan.. ternyata kacamatanya masiha da dimobil.. (kayak para wanita2 itu paling ngeri deh gimna serunya kacamata pingky itu).. yukk lihat vedeo aja.. 

Trip saya bersama dengan teman teman yang tergabung di backspeker Indonesia (BPI) ketika di pantai walur Krui Pesisir Barat Lampung saya dokumentasikan dalam video ini, ya bagian dari narsis gitulah..hehehe, uk kita simak videonya..semoga berkesan..