Wednesday, September 21, 2016

Pelatihan Teknologi Pembuatan Pakan Alternatif dari Bahan Baku Onggok bagi Peternak Bebek

Kegiatan pelatihan yang telah diadakan pada hari rabu tanggal 21 September 2016 lalu  merupakan rangkaian pengabdian masyarakat dalam program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) yang ketuai oleh Yateno, S.E. M.M dan Widya Sartika  Sulistiani, M.Sc. dari Universitas MUhamamdiyah Metro.
 
Pada kegiatan ini dengan sasaran utama adalah masyarakat peternak dimana yang hadir dar Kota Metro, Lampung Tengah, lampung Timur dan bahkan Lampung Selatan, kegiatan pelatihan ini diadakan di kediaman Indarto di jalan Ambon No18 Banjar Sari Metro Utara.   
Pada pelatihan dengan serangkain acara  dengan materi yang diisi oleh beberapa pakar dibidang peternakan yaitu : pertama dari pak Benhard Purba S.Pt. dari dinas pertenakan Metro, dengan materi tentang budidaya ternak. selanjutnya materi dari bapak Indarto sebagai praktisi di bidang budidaya bebek yang sudah sukses di Lampung. dan terakhir dari bapak Yateno, S.E. M.M dan Widya Sartika  Sulistiani, M.Sc. dimana materinya tentang hasil analisis laboratorium tentang kandungan gizi bahan sebelum dan sesudah permentasi. 

Dari hasil pelatihan ini banyak sekali manfaat yang didapat dimana: Lampung adalah penghasil ubi kayu terbesar di Indonesia. Sisa atau limbah padat hasil pembuatan tepung tapioka yang berasal dari umbi singkong adalah onggok.  Onggok merupakan material yang kaya akan karbohidrat dan rendah protein. Oleh karena itu onggok perlu diproses terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan gizinya. Teknologi fermentasi merupakan teknologi yang tepat digunakan untuk meningkatkan kandungan gizi dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai karbohidrat yang terkandung pada onggok. 

Penerapan pakan alternatif dari bahan baku onggok pada proses budidaya bebek dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
  • Dapat mengoptimalkan pemanfaatan onggok yang jumlahnya melimpah di sekitar lokasi budidaya, khususnya di Provinsi Lampung
  • Dapat mengganti pembelian dedak dengan pembelian onggok dengan harga beli yang lebih rendah, sehingga dapat menghemat biaya pembelian pakan
  • Dapat mempersingkat masa budidaya bebek, dengan masa budidaya 45 -47 hari bobot bebek bisa mencapai 1,2 – 1,3 kg dan siap panen
  • Melalui penghematan biaya pembelian pakan dan pengurangan masa budidaya sehingga dapat mengurangi biaya operasional peternak dari kondisi sebelum penerapan pakan alternatif
  • Penghematan (reduce cost) sebanyak 37,11% dari sebelum penggunakan pakan alternatif dan dapat mempersingkat masa budidaya bebek (itik) hingga ± 13 hari. 
Adapun berikut ini cara membuat pakan deari bahan baku onggok :
  1. Pencampuran bahan baku (Onggok dan Dedak) Perbandingan  7 : 3,  Onggok  7 bagian Dedak 3 bagian.
  2. Penyiapan ragi tape jerami dan bahan baku Perbandingan  0,5 gr ragi tape jerami dengan 1 Kg total bahan baku
  3. Ragi tape jerami dilarutkan dalam air secukupnya kemudian dicampur dengan bahan baku secara merata
  4. Penyimpanan hasil pencampuran bahan baku dengan Ragi tape jerami ke dalam karung plastik  selama 3 sd 4 hari tersebut
  5. Ciri-ciri proses fermentasi sudah berhasil, jika dipegang terasa hangat dan sedikit berbau haru dan berbau Catatan: harus terlindung dari cahaya matahari 
  6. Setelah proses fermentasi sudah selesai karung dibuka, siap untuk diberikan pada ternak bebek, jika untuk persediaan harus dijemur dibawah sinar matahari langsung agar tidak terjadi tumbuhnya jamur.

Berikut beberapa foto selama kegiatan pelatihan:

Sumber Referensi 

Widya Sartika Sulistiani dan Yateno. 2016. Upaya Penyediaan Pakan Alternatif Dari Fermentasi Onggok Bagi Bebek Pedaging Di Kota Metro
Harjono, Yulvianus, 2013, 4 Februari, Lampung Penghasil Ubi Kayu Terbesar di Tanah Air. Kompas Online.
http://regional.kompas.com/read/2013/02/04/20192019/Lampung.Penghasil.Ubi.Kayu.Terbesar.di.Tanah.Air
Read more

14 hari Eksplore Fores - Komodo : Jala Mana Nusantara

"Jala Mana Nusantara" Itulah nama group kita yang terbentuk secara senaja, setelah melakukan diskusi singkat melalui WhatsApp : Apa nama  group kita selama kegiatan tersebut?,  pada saat sebelum melakukan kegiatan darmawisata mengekflore Pulau Flores dan  Taman Nasional Komodo, yang dimotorisasi oleh mas Emanuel Ndelu Wele, yang merupakan seorang putra asli Flores yang sudah cukup lama menjelajah Nusantara serta sudah berdomisi di luar Flores, beliau mencetuskan untuk melakukan kegiatan backpacker jelajah Flores dan Komodo. Saat itu saya mendapatkan pesan langsung dari beliau melalui akun Whatsapp: mohon izin bergabung di group Backpackers Indonesia Chapter Lampung (BPI Lampung) (kunjungi group KLIK SINI), Tentu dengan senang hati saya setujui dan saya add menjadi anggota group, untuk menjadi anggota group tersebut gratis bagi semua orang yang ingin berpetualang dan suka jalan-jalan. Sebelumnya saya belum perna tau bagaimana sosok beliau. 

Setelah masuk anggota group BPI Lampung, Bang Nuel (panggilan Emanuel) memposting suatu rencana akan mengadakan kegiatan jelajah overland Flores dan Komodo. mengajak para anggota untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Saat itu saya belum begitu tertarik walaupun saya sudah cukup lama ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo karena terkendala biaya keseluruhan yang cukup mahal. tetapi setelah saya amati dan cermati apa yang dibagikan bang Nuel tersebut sangat menjanjikan, disana tertekan dengan kata BACKPACKERAN dan  SHARE COST, lanjut berjalanan hari, saya pikir ini adalah kesempatan yang langkah karena untuk melakukan perjalanan kesana mahal dan belum cukup banyak dikenal. maka dari itu keinganan saya makin kuat untuk bergabung diperjanan itu. Sudah rahasia umum perjalanan wisata dengan solo atau agen wisata lebih mahal dibandingkan sharecost (Biaya berbagi bersama). Pemikiran saya semakin kuat dengan disuport oleh mas Zaki Hidayat (anggota aktif BPI Lampung) dia akan ikut serta dalam trip tersebut, dan dia menyampaikan bahwa itu sangat murah serta jarang yang mengadakan kegiatan tersebut apalagi didukung leadernya putra asli daerah sana. Maka saat itu melalui mas Zaki, saya daftar masuk list teman yang akan bergabung di trip tersebut. 

3 bulan sebelum keberangkatan,  Persiapan perjalanan  mengekflore Pulau Flores dan  Taman Nasional Komodo, sudah dipersiapkan matang oleh Bang Nuel, dari rentetan lokasi atau distinasi yang akan dikunjungi, hingga perhitungan waktu dan biaya cukup lengkap. sehingga hal tersebut menambah keyakinan saya bahwa trip ini bukan sekedar mencari keuntungan pribadi belakang, Karena sekian banyak saya ikut trip, banyak diantara mereka (istilah motoris/ pengajak atau Tour Leader, dll) dengan berdalih sharecost yang ujung-ujungnya cari keuntungan pribadi. kali ini benar-benar murni sharecost yang kesemuanya kita tanggung bersama. 

Beriring waktu hingga intent kita dalam suatu group whatsapp, dengan awal nama group "Jelajah Flores" anggota grup cukup banyak mencapai 20 orangan. diskusi dan masukan dibahas di group tersebut: perubahan waktu, lokasi distinasi, biaya, dan lainya menjadi obrolan dalam chat satu dan yang lainya. Hingga akhirnya juga tercetus adanya pembuatan kaos group jelajah ini. sebelumnya diskusi lucu dan alot dalam menentukan nama group membuat group tersebut cukup ramai, dari ide teman teman di group tersebut tercetuslah nama group trip jelajah ini berasal dari daerah asli Flores, walaupun di Flores terdapat banyak suku budaya yang berbeda-beda, dengan percakapan yang sengit sampailah pada akhirnya group berganti menjadi "Jala Mana Nusantara" (jalan benar menjelajah nusantara) dengan slogan "Katong Semua Basodara" (kita semua bersuadara).
Bersambung.........................

Berikut Video Pribadi yang saya buat dengan merekam menggunakan action cam: Xiaomi 
Read more

Dengan MyJNE, Kirim Mengirim lebih Cepat dan Terpantau

JNE, sudah tidak asing lagi di masyarakat indonesia, JNE merupakan salah satu perusahan yang berkecimpung di bidang  kurir kirim mengirim surat dan barang.  Berdasarkan website resminya perusahaan ini sudah berdiri sejak  tanggal 26 November tahun 1990. Dengan nama perusahaaan  PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE awalnya kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan/impor kiriman barang/dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia. Sekarang sudah menjadi salah satu perusahaan pengiriman terbesar di Indonesia.

Sayapun sudah sering sekali menggunakan agen pengiriman barang dengan JNE ini, pengalaman yang saya alami selama menggunakan agen ini, belum perna ada masalah atau komplen semoga kedepannya tetap bagus dan lebih baik lagi.

Saya merupakan salah satu peminat online shop dan Bisnis Online (BO), untuk sekarang saya lebih banyak sebagai konsumen produk-produk retail dan rumah tanggal yang saya beli secara online dan saya sering mendapatkan kiriman melalui jasa kurir JNE.  Namun terkadang saya beberapa kali mengirim produk home indistri yaitu bubuk kopi ke teman-teman di luar kota juga menggunakan kurir pengiriman barang.  Sejalan dengan berkembangannya jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat sehingga layanan serba cepat dan praktis adalah tuntutan utama untuk tetap eksis, termasuk dalam jasa pengiriman.  salah satu berkembangnya online shop, dengan banyak belanja secara online tersebut otomotis akan menuntut jasa pengiriman yang serba cepat dan layanan yang sempurna. Sehingga konsumen dan pedagang akan puas. Salah satu solusi itu adalah adanya layanan aplikasi berbasis tehnologi yaitu adanya aplikasi MyJNE.

 Saya mendapatkan informasi tentang layanan MyJNE setelah tergabung bersama teman-teman tapis blogger (blogger Lampung) dalam #kopdarJNE, disana saya sangat antusias untuk mendapatkan pengetahuan tentang layanan berbasis ondaroid tersebut. 
MyJNE adalah salah satu aplikasi yang dikeluarkan oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE dengan tujuan:
  • Mengecek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia
  • Mengecek status pengiriman JNE
  • Mengecek lokasi JNE terdekat
  • Melakukan transaksi jual beli antara penjual dan pembeli individual
Layanan ini sangat mudah dan praktis sehingga saya tidak perlu repot-repot datang ke kantor layanan JNE, dengan adanya ini saya tinggal buka hp dan mencari apa yang saya butuhkan. 
Untuk mendapatkan aplikasi dan cara penggunaan aplikasi yaitu bisa langsung download di aplikasi google playstore, sama seperti kita mendowload aplikasi adroid lain di HP (twitter, Fb, Line, WA dll) selain di google playstore dapat diambil di link berikut ini  https://goo.gl/Hy4DrD  setelah itu dilengkapi informasi yang diminta.  MY JNE akan mengirimkan email konfirmasi dan pelanggan harus klik link yang terdapat pada email tersebut. Akun pelanggan akan aktif setelah mengisi seluruh kolom yang diminta dan nomor telepon pelanggan langsung terhubung dengan kiriman JNE miliknya.

Di dalam aplikasi ini terdapat beberapa fitur meliputi :

Fitur My Shipment pada fitur ini pelanggan JNE akan dimudahkan dalam melihat riwayat pengiriman, fasilitas ini hanya diperuntukkan bagi pengguna yang terdaftar (Registered User).

Fitur Check Tariff merupakan fasilitas layanan pengecekan tarif atau ongkos kirim ini dapat digunakan baik pengguna yang telah terdaftar (registrasi) maupun sebagai pengguna tanpa login (Guest User).  Pengguna  dapat memasukkan kota asal di kolom From, dan kota tujuan di kolom tujuan/destinasi (To), dan aplikasi akan menginformasikan tariff pengiriman sesuai dengan kota yang diinginkan.

Fitur JNE Nearby  yaitu fasilitas layanan untuk mencari lokasi gerai/titik layanan JNE terdekat dengan Anda ini dapat diakses baik pengguna yang terdaftar (Registered User) maupun pengguna tanpa login (sebagai Guest User).  Fasilitas layanan ini terdapat di menu JNE Nearby. Pastikan Anda telah mengaktifkan fitur GPS pada smartphone Anda untuk menggunakan fasilitas layanan ini.

Fitur My COD, My COD (Cash On Digital) adalah fitur dalam aplikasi MY JNE yang memberikan layanan pembayaran belanja online dengan sistem escrow. MY COD Berperan sebagai pihak mediator transaksi yang netral untuk meminimalisir resiko  kerugian yang dapat dialami oleh penjual atau pembeli. Fasilitas layanan COD ini diperuntukkan bagi pengguna yang terdaftar (Registered User) dan Fasilitas layanan ini terdapat di menu My COD. Setelah mengunduh aplikasi MYJNE, customer dapat melakukan transaksi dengan melakukan REGISTRASI sebagai user di aplikasi MYJNE. Ketika REGISTRASI, maka customer dapat melakukan transaksi  MYCOD. Tanpa REGISTRASI MY COD akan dalam kondisi INACTIVE. Dengan menggunakan MYCOD, data penjual dan pembeli langsung terekam di sistem MYJNE dan terhubung dengan nomor telepon keduanya. MYCOD juga menginformasikan jumlah transaksi termasuk ongkos kirim yang harus dibayar menggunakan virtual account JNE atau e-wallet JNE.


Fitur My COD Wallet, Anda dapat menekan tombol bulat merah yang bergambar kubus di bagian bawah halaman MY COD WALLET untuk memulainya. Fasilitas yang tersedia di MY COD WALLET ini antara lain melakukan pelimpahan dana sesama pengguna wallet MY COD (TRANSFER), pengisian atau penambahan dana di virtual account (TOP UP), pencairan dana ke rekening yang ditunjuk (CASH OUT), dan melihat riwayat transaksi yang telah dilakukan di MY COD WALLET (HISTORY). Fasilitas layanan MY COD WALLET ini diperuntukkan bagi pengguna yang terdaftar (Registered User) dan Fasilitas layanan ini terdapat di menu My COD WALLET.

Sumber :   www.jne.co.id








Read more

Wednesday, September 7, 2016

Tanjung Kajowulu : Emas Berkilau di Barat Maumere

Masih trip di hari ke dua, setelah pagi hingga siang kita berkunjung ke pulau Kojadoi dan pulau Pangabatang, kita kembali ke pelabuhan Nanghale, selepas siang kita berangkat menuju bagian barat kota Maumere, yaitu objek wisata Tanjung Kajowulu.

Setelah melewati kota yang terkenal dengan goyang gemu famere, kami melewati pemukiman dan lahan-lahan hingga sampai di daerah tepi laut, dana sepajang jalan pemandangan laut dan pantai yang sangat memanjakan mata, di atas mobil pickup bak terbuka kami menyaksikan keindahan alam Maumere, kondisi kontur yang khas dengan pantai dan bukit yang menguning karena serta beberapa bagian dari bukit-bulit menghitam karena abis terbakar. Kondisi terik menjelang sore itu, kami sangat tersanjung dengan indahnya alam. 

Dari cerita teman teman UNIPA yang bersama sama trip ini, menyatakan bahwa bukit bukit yang ditumbuhi rerumputan tersebut jika musim kemarau akan menguning dan terbakar terkadang saking teriknya mentari dapat menyebabkan terbakar. Maka dari dari itu kami menyaksikan keadaan alam di sini menguning dan ada lah yang bekas terbakar. Akan tetapi jika  hujan, bukit bukit tersebut akan nampak menghijau. 

Setelah perjalanan berkelok menanjak di area tersebut kami sampai di tempat yang sudah di buat khusus dengan adanya tangga, di atas puncak terlihat bangunan berbentuk akan plus /salip. Kami selanjutnya turun dari mobil dan meniti tangga naik ke atas. Diatas kami dapat menikmati indahnya pemandangan di Tanjung Kajowulu dengan bukit bukiy, pulau dan laut yang eksotik. Apalagi suasana sudah menjelang magrib, matahari mulai menyelinap diupuk barat. Ya suasana sunset di tanjung ini sangat indah. Bak kilauan cahaya kuning emas kemerahan memberikan kenikmati mata tersendiri di sore itu. 

Matahari menghilang di ufuk timur, kamipun bergegas turun ke jalan raya dan menuju kembali ke sekret MAPALA UNIPA di kota Maumere, sepanjanh perjalanan pulang kamibdisajikan surga bintang, di langit kondisi cerah sehingga kami menikmati indahnya binta bintang yang berkelipan di langit, amat banyak moment tersebut sangat cocok sekali untuk hounting foto milky way tapi karena kondisi diatas mobil, tidak terlaksana keinginan tersebut. 

Simak keindahan lokasi wisata di sekitar Maumere berikut ini


Trip selanjutnya kita ke pantai Koka. Silahkan simak 
Read more

Saturday, September 3, 2016

Hari pertama di Maumare yang Membuatku Ingin Ber Gemu Famire

Di penginapan dekat bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, bertemu dengan 3 personil group Jala Mana Nusantara : Zaqi, Noel dan Ririn. Setelah mendapatkan pengalaman yang harus menurunkan naik darah dalam cerita Pengalaman Disesatkan di Bandara Bali yang akhirnya bermalam di penginapan dengan istilah singkat numpang ke kamar teman, jam 02.00 di penginapan tesebut dengan sera obrol singkat terus kita istirahat.

Jam 5 kita sudah bangun dengan kondisi hawa ruangan kamar hotel keadaan panas karena sejak awal kami tidur, listrik padam, sampai subuh belum menyala juga, selain gelap, ac tidak beroperasi juga akibatnya air di kamar mandi tidak mengalir, kita yang pagi-pagi selalu melaksanakan pagilan pagi, terpaksa kekurangan air. Pagi itu mas Zaqi meminta ke pihak hotel bagaimana air tidak menyala, saat itu juga pihak hotel meyarankan untuk mengambil air dari kolam renang. Pagi itu pun mas zaqi mengangkut air kolam renang ke dalam kamar hotel. Mungkin jarang jarang ya pengunjung menimba air dari kolam renang dibawa ke dalam kamar hotel untuk mandi. Ya pengalaman yang asik buat kita traveler khususnya mas Zaqi. Saya pagi itu memilih tidak mandi dan hanya menggunakan parfum agar tidak bau.. Ckckckck.. 

Lanjut menjelang jam 8 kami dari penginapan menuju bandara Ngurah Rai, untuk melanjutkan penerbangan ke Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di ruang tunggu bandara kami bertemu 2 teman lagi : Koh Alung dan bang Erwin keduanya berasal dari Jakarta. Perkenal dan sera obrol terjadi di menjelang  siang itu. Satu jam awal, ririn, zaqi dan nuel terbang terlebih dahulu menuju Maumere. Saya bersama Koh Alung dan bang Erwin bersama-sama 1 maskapai dan 1  jam setelah mereka. 

Siang jam 1-an sampai di kota Maumere di bandara Fran Seda kami dijemput oleh teman UNIPALA, Universitas Nusa Nipa. Saat itu saya secara spesial menaiki motor, motor rusa milik mas Chen. Motornya yang di modif dengan banyak pernak pernik ala backpacker. 
Selesai santap siang di kota Maumere
Bang chen, duduk paling depan, Ririn lagi ngapain itu
dengan  tongsisnya?

Selanjutnya kami di jemput menuju rumah makan yang tidak begitu jauh dengan bandara, kami mendapatakan sajian makan siang, dengan makan besar harga yang murah. Setelah itu kami lanjut ke Sekret Unipala.
sampai di Sekret Unipala, bertemu dengan teman mahasiswa UNIPALA dan 2 teman yang sudah terlebih dahulu : Akbar dan Sriyanto. 

Sembil menunggu 3 teman yang lain yang belum tiba di Maumere kami isi dengan ngobrol dengan banyak canda tawa simak video. 

Selang beberapa jam kami bertemu dengan 3 teman yang baru datang yaitu Ibu Suilii, mas Ibnu, dan Kurnia. Mereka menuju Kota Maumere via Kota Kupang. Setelah kumpul semua kami kumpul berdiskusi dengan serius trip dan dll. 

Sore jalan-jalan ke pasar, sebagian membeli kain ikat kepala khas Maumere dan ada hanya jalan jalan sore. Selanjutnya jalan santai keliling kota terus hingga ke pelabuhan Kota Maumere. Setelah jalan sore hingga malam kami lanjut makan malam kemudian tidur dan istirahat di Sekret Unipala Unipa. 
Bang Noel lagi membeli kain ikat khas Maumere
Saat di kota Maumere, saya rasakan keramahan masyarakat setempat dan tidak terlupakan disini terkenal dengan goyang yang sudah menasional yaitu goyang gemu famere, setelah melihat teman dan bercerita tentang goyang ini, saya sangat berkeinginan dapat belajar goyang ini. Yukk goyang.. 
Pagi pagi kita senam di depan sekret MAPALA UNIPA,
goyang gemu famere

Foto keluarga di dermaga  tempat pelelang ikan Kota Maumere

setelah keliling jalan kaki di kota Maumere
kita singga sebentar di Radio Suara SIKKA. 

mini bus elf banyak digunakan di kota Maumere

salah satu di pojok kota Maumere
Terima kasih spesial kepada teman-teman Unipala /Mapala Universitas Nusan Nipa. 
Kami bisa berkenalan, menyambung silahturahmi, dan diizinkan bermalam serta merepotkan kalian selama di Maumere. Terima kasih banyak. Semoga kita bertemu lagi di trip selanjutnya. 
simak artikel yang lain tentang : 
Read more

Thursday, September 1, 2016

Kumpul Perdana Tapis Blogger Lampung bersama JNE

Tapis blogger merupakan salah satu komunitas para penulis online yang berada atau berdomisili di Provinsi Lampung. ADART komunitas ini saya belum begitu banyak tau tapi dengan harapan suatu komunitas terbentuk untuk tujuan tertentu begitu juga dengan komunitas ini, diharapkan group ini menjadi satu wadah perkenalan, silahturahmi, saling berbagi yang tentunya memiliki hoby yang sama yaitu penulis. 
inilah kalau para penulis, langsung bekerja telinga, tangan, mulut dan mata. luar biasa. 
Saya bergabung di group ini bisa dibilang newbie (pendatang baaru), masih hitungan hari, pertama kali mendapatkan informasi komunitas ini dari partisipasi saya dalam kegiatan Festival Krakatau 2016 yaitu mengikuti lomba blog. Dari penasaran saya siapa kah pemenang lomba blog tersebut?, sehingga saya jelajah di media sosial yaitu di facebook dan instagram, Saya tidak jua mendapatkan infonya akhirnya salah menuliskan komentar di akun Instagram lampungkrakataufest, akhirnya mendapatkan balasan, bahwa pemenang lomba sudah diumumkan di akun twitter, dari sana saya sempat membaca blog para pemenang lomba tersebut. hingga akhirnya sampai akun kelilinglampung_, diakun tersebut ada foto bersama yang keterangannya adalah foto bersama blogger lampung, yang di foto tersebut para ibu-ibu penulis dan mas Yopie Pangkey.  sejak itulah dalam benak ternyata di Lampung ada komunitas blogger yang aktif, wah harus segera bergabung nih, biar menambah ilmu. telusur hingga telusur hingga sampai ke akun mb Naqiyah Syam. Kemudian Saya mengirim via FB messsenger agar disetujui bergabung di komunitas Tapis Blogger (Blogger Lampung). Akhirnya disetujui dan secara langsung dapat membaca semua posting dan notifikasi yang ada di group komunitas tersebut. Ternyata mb Naqiyah Syam adalah inisiator sekaligus founder group ini. mbaknya rama dan sangat keibuan bangett.. hehehe..

Selanjutnya berjalannya waktu mba Naqiyah Syam memposting di group komunitas Tapis Blogger, ada lomba blog yang diadakan oleh perusahan pengiriman barang "JNE", postingan yang lain yang masih ada kaitannya dengan lomba itu, mb Naqiyah Syam memposting akan mengadakan pertemuan tapis blogger dengan tim JNE sekaligus pertemuan perdana Tapis Blogger. Saat itu karena peserta dibatasi sehingga mb Naqiyah Syam melakukan pembatasan jumlah peserta hanya 20 blogger saja. Dengan kreteria yang sudah valid menurut mb Naqiyah Syam dkk, akhirnya Saya termasuk ke dalam 20 anggota tapis blogger yang diundang untuk melakukan pertemuan di Hotel Horison Bandar Lampung pada hari rabu jam 16.00 WIB.

Pada acara pertemuan yang diadakan tanggal 31 agustus 2015, saya bersua nyata dengan teman di komunitas Blogger Lampung /Tapis Blogger dan pihak JNE. dengan mengusung teman #kopdarJNE acara berlangsung sekitar 2 jam ini dimulai awal datang satu persatu perkenalan, selanjutnya diskusi santai dab tanya jawab dengan teman-teman JNE, doorprize, Foto Bersama, makan sore dan pulang. 

Mayland Hendar Prasetyo
 (Marketing Communication Devisi) JNE
Menarik sekali dari pertemuan ini, ringan tapi pasti, dari awal pemaparan tentang JNE sendiri oleh Mayland Hendar Prasetyo (Marketing Communication Devisi) selanjutnya disambung oleh Fikri Kepala JNE cabang Lampung, pada intinya beliau menyampaikan bahwa JNE adalah salah satu perusahan pengiriman yang ada di Indonesia dan asli pruduk dalam  negeri serta tanpa ada investasi dari asing, selain itu capaian dan target dari JNE sendiri dipaparkan dipertemuan ini.yang tidak kalah penting adanya aplikasi di hp JNE yaitu MyJNE 

Hingga diskusi tanya jawab: beberapa pertanyaan dari teman-teman blogger, yaitu pertama dari Yoga Pratama: Diharapkan JNE mampu memberi space yang akan mempermudah para penulis untuk mempromosikan hasil tulisannya seperti buku, sehingga para kostumer dapat mendapatkan buku serta pengirimannya. Selanjutnya mb Naqiyah Syam dan Rinda: dengan adanya harapan kerja sama antara blogger dan JNE, bahkan dalam bidang akademik. semua ditanggapi dengan hangat oleh mas Mayland dan tim. acara berakhir sampai magrib. 

Selanjutnya hari minggu ini akan ada pertemuan lagi dari Tapis Blogger di Malahayati.

yukkk kita narsis dulu

Read more