Monday, August 21, 2017

Bukit Bawang Bakung : Menikmati Selimut Embun di Kaki Pesagi

Bukit Bawang Bakung  merupakan sebuah bukit kecil di bawah bukit Gerdai yang terletak di pekon / desa Kembahang kecamatan Batu Brak, kabupaten Lampung Barat.  Bukit ini ini sudah terkenal beberapa tahun ini karena pemandangannya yang begitu indah terutama pada pagi hari dimana pengunjung dimanjakan dengan pemandangan kabut yang menyelimuti pegunungan, hutan dan perkebunan serta perumahan penduduk, dilengkapi lagi pemandangan persawahan. Jika cuaca mendukung pengunjung dapat dimanjakan dengan pemandangan kabut yang memutih bak kapas dilatar belakangi indah menjulang Gunung Pesagi. 

Sejak lama saya berkeinginan berkunjung ke bukit ini, tetapi selalu saja terbatalkan karena ada agenda ataupun situasi dan kondisi tidak mendukung. saya mendapatkan informasi keelokan pemandangan di bukit ini dari foto oleh fotografer kawakan di Liwa / Lampung Barat, ya mas Eka Fandiasfara. melalui akun sosmed beliau saya begitu decak kagum dengan keindahan alam bumi Sekalabrak ini. pada akhirnya sayapun di pagi itu berhasil menginjakan kaki di bukit ini, tapi sangat disayangkan cuaca tidak mendukung sehingga kami tidak mendapatkan pemandangan kabut yang menjadi idaman saya sejak lama tidak tercapai, akan tetapi rasa syukur dan bangga tetap tertanam di jiwa karena sudah bisa melihat langsung dengan mata kepala, dimana lokasi yang menjadi hit di Lampung Barat ini. 


Kami menyempatkan berkunjung ke bukit Bawang Bakung ini, karena merupakan rangkaian trip dari para blogger, traveler dan photografer dalam rangka meliput acara Festival Sekalabrak ke 4 di kota Liwa bersama-sama dari tim lain : @akunrino, @sailiwa, @gunanto,  mas Eka sendiri, dan teman-teman yang lainnya. Kami yang sehari sebelumnya sudah meliput kegiatan Hippun Adat di Kepaksian Bejalan Diway, pada pagi hari selepas subuh, langsung tancap melewati dinginnya hawa pegunungan bukit Barisan Selatan, dari penginapan Piknik Liwa ke arah pekon Kembahang, sekitar 15 menit kami sudah tiba di lokasi perkampungan terakhir, disana juga kami memparkir mobil karena medan jalan yang sempit dan hanya bisa dilewati satu mobil saja, atas kesepakatan kami diunjal dengan motor, alhamdulillah ternyata para teman-teman yang membawa motor cukup sehingga kami cukup sekali jalan menunju puncak bukit Bawang Bakung, ternyata tanjakan ke bukit ini cukup tinggi dan curam, ada teman yang harus turun dari motor karena tidak kuat motor yang dikendarai, Bahkan ada yang terjatuh, tetapi alhamdulillah semua teratasi dengan baik. Bagi yang sudah ahli dengan tanjakan seperti adalah hal yang biasa. Saya saat itu dibonceng oleh Aries (photografer yang bekerja di dinas pariwisata Pesisir Barat), cukup mahir dengan medan seperti ini, sehingga saya bisa enjoy dan tiba lebih awal di puncak bukit ini.  


Setelah tiba di puncak, kami disajikan pemandangan kabut yang memutih, walau ada obrolan dari teman yang sudah beberapa kali ke bukit ini : "wah kita hari ini tidak mendapatkan kabut yang bagus" tetapi bagi saya sudah senang sekali sudah bisa berdiri di bukit ini, bukit yang penuh dengan rumput ilalang yang menghijau. keindahan menjulang gunung Pesagipun tak tampak, semua tenggelam ditutup kabut pekat. namun secara keseluruhan kita tetap bahagia. Selanjutnya cerita tentang Bukit bawang bakung ini Dari cerita mas Eka, "bukit ini adalah lahan milik warga yang dulunya ditanam kopi tetapi karena kurang begitu diurus sehingga bukitnya kembali penuh ilalang malah menjadi objek untuk menikmati kabut" 

Untuk mencapai bukit ini tidaklah sulit karena dengan kendaraan roda empatpun bisa dijangkau (catatan: driver sudah ahli medan tanjakan). Bukit ini adalah  Rute menuju bukit Bawang Bakung  ini adalah dari kota Bandar Lampung tentu menuju ke Kota Liwa, untuk menuju ke bukit ini sebelum memasuki kota Liwa tepatnya setelah tiba di kecamatan Batu Brak, silahkan mencari pekon/desa Kembahang, di pekon  ini masuk ke jalan sebelah kiri jika dari Bandar Lampung, melewati Gedong dalom kepaksian Bejalan diway. terus ikuti jalan masuk hingga ada turunan, melewati sawah, hingga ada mushola, setelah mushola ada kampung terakhir, jika ragu dengan tanjakan tersebut maka bisa parkir di kampung terakhir tersebut. semoga bisa menikmati keindahan negeri berselimut kabut.


Bagi para anak muda kekinian tidak lengkap jika belum berfoto ria di Bukit Ini, dijamin tidak akan kecewa jika sudah berfoto foto di bukit ini. 


Setelah dirasa cukup kami pun turun dan menuju ke Lembah Sekalabrak, simak artikel tentang keindahan lembah yang begitu indah.. 

simak video selama di bawang bakung berikut ini semoga berkenan
Read more

Sunday, August 20, 2017

Puncak Mas : Sensasi Kemilau Warna Di Malam Hari

Sebagian anak muda sudah tidak asing lagi tempat wisata kekinian yang ada di Kota Bandar Lampung ini. 


Puncak Mas, yang terletak di kawasan wisata perbukitan di Sukadanaham kota Bandar Lampung ini menjadi hit dan menjadi salah satu tempat kekinian yang ada sekarang. Anak muda kekinian tidak lengkap jika belum memajang foto selfie atau welfie di kawasan ini.

Berkunjung ke sini kala siang hari atau pun malam hari ada sensasi sendiri, jika malam hari akan dimanjakan dengan lampu kemerlip dan pemandangan kota kala malam hari. Kala siang hari menikmati keindahan rumah pohon dan sejuknya angin perbukitan.

Tempat wisata ini senaja didesain oleh pengelolanya guna memenuhi tuntutan kekinian dalam tempat berwisata atau bersantai ria.

Ke khasan puncak mas ini yaitu para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan Kota Bandar Lampung dari puncak Bukit, semua akan lebih gemerlap lagi apabila malam hari, sinar lampu kota menjadi penyejuk mata di kala kegelapan, disini dengan view pemandangan kota tentu di lengkapan tempat tempat nongkrong berupa pondok pondokan dan tempat duduk / nongkrong.
Selain itu di sini terdapat banyak pohon besar, oleh pengelolah senaja didesain dalam bentuk rumah rumah pohon, sehingga para pengunjung dapat memandang lebih luas diatas rumah pohon tersebut, ada juga rumah kayak dalam bentuk rumah terbalik sehingga semakin menambah daya tarik sendiri, apalagi yang hoby foto-foto. Sehingga mendapatkan foto profil yang beda.

Tidak kalah serunya disini terdapat sepeda gantung, dimana para pengunjung dapat mengendari sepeda gantung, seolah olah diudara.. Apalagi ditambah dengan cahaya lampu tembak yang mengarah ke pengendara sepeda gantung, ketika di foto memberikan warna tersendiri.

Di puncak mas ini lokasinya tidak begitu luas tetapi kepuasannya anda dapat rasakan sendiri, disini juga sudah lengkap dengan cafe cafe atau warung makannya sehingga tidak begitu sulit untuk mencari makan jika perut kosong.

Adapun biaya masuk ke sini dikenakan biaya 20 rb perorang / jika belum berubah.

Rute untuk masuk ke Puncak Mas adalah jika anda dari Kota Bandar Lampung dapat melalui jalur ke arah jalan jalur dua perum Kemiling Permai, setelah itu nanti ketemu jalur sebelah kiri menuju ke arah Sukadanaham, disana ikuti jalan kearah tugu duren, atau ke arah lembah hijau. Saat bertemu perempatan, ambil tanjakan ke atas kearah bumi perkemahan atau arah petunjuk ke Muncak Mas. terus ikutin tanjakan hingga sampai di Lokasi.  Semoga bermanfaat.

Sumber foto : Rasuane Noor 
Read more

Air Terjun Kukusan : Curup tersembunyi di Hutan Tanggamus

Satu lagi yang berhasil di eksplore para pecinta alam dan adventure, Wawan dan kawan kawan, ya curup atau air terjun Kukusan. Air terjun ini masih terletak di kawasan Datar Lebuay, Air Naningan, Tanggamus, Lampung.

AIr terjun Kukusan memiliki nilai keindahan tersendiri dimana air terjun ini jatuh yang berada di sela sela bebatuan yang penuh dengan lumut dan rumput liar ini masih alami dan belum terjamah oleh para pemburu foto profil. Keindahan terpancar kala sinar matahari menebus diantara sela sela dinding batuan pada air terjun ini. Air jatuh dengan cukup tinggi dan debit air yang cukup deras memiliki nilai keesotikan tersendiri. 


Untuk mencapai air terjun ini butuh perjuangan dimana untuk menuju ke air terjun Kukusan ini melewati jalur ke air terjun Jarum, Talang Curup, terus lanjut ke arah Air Terjun Suka Marga, dari lokasi ini perlu perjuangan lagi sekitar satu jam untuk mencapai air terjun ini.
Rute jalannya pun benar-benar adventure dan butuh tenaga ekstra, tentunya dengan aman menggunakan motor trail atau motor adventure karena jalannya masih jalan tanah, serta tanah merah, jika musim hujan lincinnya luar biasa, sehingga persiapan untuk ke air terjun ini perlu totalitas. Terutama untuk motor persiapkan rantai motornya, serta motornya benar-benar fit.

Bagi pecinta adventure, medan seperti ini mungkin adalah tantangan dan kenikmatan tersendiri. 

oke.. Selamat menjelajah semoga bermanfaat.. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang rute dan air terjun ini dapat menghubungi kontak instagram @wawan_06 yang ada pada gambar berikut:


Berikut ini foto dari air terjun Kukusan yang terletak di pedalaman hutan Tanggamus, desa Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan. 
Sumber foto: Wawan_06
Read more

Wednesday, August 16, 2017

Festival Skalabrak : Mengenal Lampung Barat Lebih Dalam

Festival Skalabrak
Dalam rangka untuk menghadiri kegiatan Festival Sekala brak ke IV, saya yang tergabung dalam tapis blogger berangkat menuju Liwa Kabupaten Lampung Barat. Festival Skala brak adalah salah satu hajat besar dari dinas pariwisata Kabupaten Lampung Barat dalam menggali dan mempromosikan wisata budaya yang ada di Lampung Barat. Pada kegiatan ini terdiri dari banyak rangkaian kegiatan yang berangsung dari tanggal 31 juni hingga 6 agustus 2017. Rangkaian kegiatan Festival Sekala brak ke 4 tahun 2017 ini meliputi : grand opening festival sekala brak 4 dan liwa fair 2017, lomba lagu pop Lampung dan Lomba renang merathon, Hippun adat saibatin Paksi pak sekala brak, Semalam di bumi sekala brak, Karnaval kemilau budaya  bumi sekela brak, lomba tari kreasi lampung , lomba nyamabai, lomba fasion show dan festival band, lomba jelajah alam kawasan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan), Grand closing dan pameran foto "eksotisme sepotong surga".

Perjalanan Menuju Liwa
Hari pertama kita berangkat dari kota Bandar Lampung menuju Kota Liwa, Ibu kota kabupaten Lampung Barat, dengan menumpak mobil travel kita meluncur dari jam 11.30 WIB hingga tiba di Kota Liwa Pukul 17.00 WIB.  Diantarkan mobil Inova dengan pak sopir travel yang ramah dan akrab membuat kita menjadi lebih nyaman menikmati perjalanan menuju pegunungan Bukit Barisan Selatan. Obrolan dan candaan mengisi suasana akrab kami di mobil yang akhirnya kami terlena dalam buay tidur di perjalanan, setelah santap siang di Kota Bumi, kami kembali jengar, obrolan dan candaan kamipun berlanjut, sepanjang perjalanan mendaki dan berkelok di pegunungan serta sajian indahnya pemandangan menjadi kenikmati tersendiri bagi kami.
Diperjalanan kami sempatkan berhenti di mesjid indah kawasan Rest Area Sumberjaya, kami sempat berfoto - foto di depan masjid tersebut, selanjutnya kami lanjutkan perjalanan hingga tiba di Kota Liwa kita disajikan pemandangan pegunungan dan sejuknya hawa pegunungan. 
Sebelum kami didrop di penginapan /homestay piknik Liwa, kami diantarkan oleh sang sopir ke taman HamTubiu serta ke gapura Kebun Raya Liwa. Disana kami sempatkan menikmati jajanan buah duren dan kami berfoto ria. Setelah itu kami baru menuju penginapan. 
Gapura Kebun Raya Liwa
Sumber foto :Rasuane Noor


Shoot udara Penginapan piknik Liwa di Seranggas Kota Liwa
Sumber Photo: Adien Rohyanudin ( AerotteamLla
Teman Baru Bertemu tapi Mengikat
Sajian Menu makan malam kita di Piknik Liwa Homestay
Sumber foto :Rasuane Noor
Kita yang terdiri dari para blogger Lampung, traveler, fotographer, dan Videografer yaitu  pada kesempatan ini kami dari Tapis Blogger, Traveler : ZaQi Hidayat, Lency dan MC kondang lampung yang sekaligus travelblogger mas @duniaindra, serta tim aeromodeling lampung: Adien, Alan,  dan Jona. Kita tinggal satu penginapan yaitu di penginapan @piknikliwa milik mas Eka Fandiasfara. Mas Eka seorang guru yang menekuni dunia photography, jam terbangnya pun sudah tidak diragukan lagi di Lampung. Keramahan dan kesejukan di homestay ini membuat kami dibuay di Kota dengan selogan "Liwa kota berbunga", serta yang lagi trend "Sekala Brak  Negeri Berselimut Kabut".  Selain tempat tidurnya sudah mupuni juga kita disajikan makanan khas Lampung Barat, seperti sambal ghandak, sambal tempoyak, gulai krece/liling (lupa bahasa Lampungnya), dan gulai taboh, tidak ketinggalan lalapan, waw nikmat temon..hehe.. 

Selanjut malam pertama kita isi dengan ngobrolan asik bersama mas Eka dan sesama teman team lain, disela sela obrolan sajian makanan khas Lampung Barat yaitu kue TAT dan Kue cucur Serta nikmatnya kopi  Lampung membawa kita hingga larut malam sampai terbuay didalam selimut karena dukungan sejuknya dingin pegunungan. 

Kearaban kita antara sesama trip dan tuan rumah seakan membawa suatu chemistry sendiri, walaupun kita baru bertemu pada saat acara ini dan baru menginap di penginapan piknik liwa ini tapi memberikan suasana kekeluarga yang kental, seakan akan ada sesuatu yang mengikat sehingga kita bisa jadi padu. Semoga silahturahmi kita selalu terjaga.. Aamiin

Acara Hippun Agung di Gedong Dalom Kepaksian Bejalan di Way
Keesokan harinya kami setelah sarapan pagi, kami menuju ke Gedong Dalom di Kembahang tepatnya di Kepaksian Bejalan Diway. Di sini diadakan acara Hippun Agung yang merupakan rangkaian dari acara Festival Skalabrak ke 4 ini. Sedikit obroloan dengan bapak Marzuk SIP, kabid pemasaran pariwisata Lampung Barat, beliau menyampaikan bahwa Hippun agung anodalah suatu acara berhimpun atau bermusyawah bersama yang berhubungan dengan adat saibatin khususnya di Negeri Skalabrak, dalam hippun ini ada beberapa kesepakan dari hasil musyawarah tersebut. 
Tangga lengkap dengan ornamen hand made untuk masuk ke Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

kondisi di dalam Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway ebelum acara di mulai

sajian menu makanan di ruang Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

Sempat berfoto bersama dengan  Sultan Jaya Kesuma IV di Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

atraksi silat selalu ditampilkan dalam menyambut tamu yang datang pada acara hippun adat di Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway

tamu disambut dengan singgahsanah yang penung dengan ornamen seni dengan warna merah dominan di sam[ing warnai lain.

setiap tamu yang datang disambut dengan ramanh dan alunan musik khas Lampung Saibatin

tamu dipersilahkan untuk memasuki Gedong dalom Kepaksian Bejalan diway
Acara hippun ini berlangsung dari pagi hingga siang. Dimana pagi-pagi pihak tuan rumah Kepaksian Bejalan Di Way, yang dipimpin sultan Selayar Akbar, gelar Sultan Jaya Kesuma ke 4. Mempersiapkan semua untuk menyambut seluruh tamu yang datang. Selanjutnya penyambutan para tamu yang datang, selanjutnya ke acara inti, pada acara inti dibuka dengan adanya tampilan seni tari. Sebelum tarian tampil saya sempat ngobrol dengan salah satu penari yang bernama Tamara, gadis belia siswi MAN 1 Liwa Lampung Barat. Disela sela sebelum tampil, gadis cantik ini bercerita tentang tari yang akan mereka bawakan.  Tema tarian adalah Campai mak bejunjungan yang artinya daun sirih ada patokannya, tarian yang dipimpin oleh Delta gautama  dengan nama sanggar Buay Berjalan Diway. Penampilan gemolek para penari begitu anggung dengan personil Penarinya 4 pengawal, dayang 11, satu ratu. 
group sanggar tari yang dipimpin oleh Delta gautama  dengan nama sanggar Buay Berjalan Diway
Pada saat acara inti disampaikan hasil kesepakan dari Hippun Agung tersebut, berikutnya yang sempat kami catat : mempertahankan Tugu Ara, dari  bentuknya tapi  dapat diganti namanya: monumen paksi pak. Diberi taman dan pilosofi : bhw paksi pak segala pak sekala brak berdiri, tumbuh dan berkembang ke berbagai daerah namun tetap berpegang teguh pada norma adat paksi pak skala brak. Selanjutnya, pejabat memberikan petunjuk dan bimbingan kepada pejabat baru terkait kearifan lokal. Keberadaan gedung dalom, lamban dalom, dll diberi rambu dan petunjuk keberadaan bangunan tsb untuk memudahkan pengunjung/wisatawan, Begitupula dg wisata2 lainnya. Begitu juga membudayakan bahasa Lampung Saibatin yang asli tanpa ada unsur serapan ke bahasa lain, sehingga akan menjaga keaslinya bahasanya baik pengucapan maupun tulisannya. 

Setelah acara inti selesai ditutup dengan penampilan tarian dari anak-anak yang masih tergabung dari sanggar Buay Berjalan Diway pimpinan Delta Gautama. Tarian yang mencerptakan tentang masa anak belia yang asik diwarnai masa belajar dan bermain. 
Selanjutnya setelah selesai kegiatan Hippun adat di Kepaksian Bejalan di Way, kami lanjutkan kegiatan untuk berkunjung ke situ peninggalan sejarah yaitu situs Batu Tulis dan Candi Jepara (candi Kebayan). 

Situs Batu Tulis
Setelah setengah hari full mengikuti acara hippun adat di kepaksian Bejalan Di Way. Kami berembuk untuk ngisi acara siang sampe sore, kira kira kemana? Hingga tecetulah dari kita berkunjung ke peninggalan sejarah di Lampung Barat. Mas Eka (owner homstay piknik liwa) mengajak kita ke situs Batu Tulis dan Candi Jepara (candi Kebayan). 
Situs Batu ketulis di Liwa Lampung Barat
Beristrahat sebentar, selasai sholat langsung cus ke situs Batu ketulis, situs ini terletak pekon Kabupaten Lampung Barat. Setika tiba di situs ini ternyata terletak di tengah-tengah kebun sayuran. Saat itu lagi penuh dengan tanaman wartel. Di tengah kebun wartel yang menghijau kami langsung masuk pondok tempat situs tersebut berada. Di situs ini terdapat beberapa batu yang mana satu batu lebar ukuran bulat dengan beraturan dengan deameter sekitar 1 meter. dan satu batu tinggi tegak ukuran sekitar 1 meter, di samping batu batu tersebut banyak kecil yang waktu tidak sempat saya hitung.

Pada batu besar tersebut terdapat tulisan hurip palawa dengan adanya gambar hewan bermoncong agak panjang, sekilas mirip babi atau tapir. Di batu ini rangkaian hurup hurup sayang sekali saya tidak dapat menterjemakan isi tulisan tersebut, mungkin para ahli arkiolog dan purbakala lah yang menguasai peninggalan ini. Sementara batu tegak terdapat tulisan palawa dengan adanya gambar seperti keris. 
Setelah itu kami kembali ke parkiran mobil, namun sebelumnya kami isi dengan foto dikebun wartel tersebut. 


Singgah di Persiapan Pesta / Nayuh di OKU Selatan 

Melewati step by step tujuan distinasi yang kita kunjungi, saat itu langsung meluncur menuju danau Ranau untuk visit ke Candi Jepara (candi Kebayan), pada saat perjalanan kita disajikan pemandangan perbukitan, persawahan dan perkebunan serta perkampungan-perkampungan. hingga sampailah kita di sebuah kampung/ desa dimana saya tidak tau nama desa tersebut karena tidak sempat mengobrol lama. Di desa ini sedang ada kegiatan yang dalam bahasa Lampungnya "Nayuh" = Pesta. disini unik karena para ibu-bu dengan memasak untuk pesta tersebut di depan rumah, dengan membuat bangsal yang besar dan alat masak kulai / belangah. ini pemandangan yang unik dimana akan sulit sekali mencari kegiatan seperti ini di dearah lain. Ibu ibu tersebut sangat menerima kami, malah mereka senang difoto yang mereka kerjakan itu. tidak begitu lama kami di sana, karena tujuan kita harus diutamakan yaitu ke Candi Jepara (candi Kebayan). perjalananpun dilanjutkan.


Candi Jepara (candi Kebayan)
tidak begitu lama kami di situs batu ketulis, kami lanjutkan ke situs yang lebih besar lagi yaitu: Candi Jepara (candi Kebayan). Situs ini termasuk tidak termasuk kedalam adminstrasi Provinsi Lampung tetapi sudah masuk wilayah Ogan Komering Ulu Selatan propinsi Sumsel, situs ini masuk di wilayah danau Ranau. Situsnya terlatak di desa jepara.... 
Setelah di lokasi ternyata candi ini terletak di dalam perkebunan kopi, tetapi candi ini sangat jauh dikatanya berbentuk karena semua tersisa batu puing di sekitar lokasi ini yang tidak tersusun rapi., Akan tetapi dari jenis batu dan desain candinya mirip seperti candi - candi  ada di pulau Jawa. kemudian saya coba mengamati tanah disekitar candi, dimana tanahnya sangat hitam, gembur dan subur sekali, sampai saya berasumsi, apakan candi yang tersisa sekarang adalah puncak segi empat diri sebuah candi yang besar, yang inti mungkin badan candi ini terkubur di dalam tanah. Karena melihat bentuk tanahnya yang subur dan gembur. Ya mungkin para peneliti sejarah bisa mengungkap semua ini. 
setelah segala sesuatunya cukup akhirnya kita bergegas menuju Danau Ranau kembali.


Memandang Seminung Dari Seberang 
Danau Ranau adalah danau terbesar di pulau Sumatera, dimana danau ini terletak di perbatasan anatar provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. dimana hampir sebagian besar wilayah danau ini masuk dalam propinsi Sumsel, namun kebalikannya masyarakat banyak menyebutnya kkalau danau Ranau terletak di Lampung Barat.  Di tepi danau ini terdapat gunung yang menjulang sangat indah sekali jika pandang pada kondisi cerah, gunung tersebut adalah gunung Seminung. jikapun kita berada dipuncak Seminung maka pemandangan sebaliknya tidak indah dimana di puncak tersebut kita melihat danau Ranau ini berbentuk seperti hurup 'U' Simakan Artikel ............
JIka kita berada di bagian seberang atau tepatnya di kawasan resort PUSRI, maka kita akan Memandang Seminung Dari Seberang, nampak indah gunung yang megah di tepi danau yang jernih.
Kegiatan kami di tepi danau Ranau tidak begitu lama, dimana kita hanya duduk-duduk menyaksikan anak anak lagi mandi, terus sebagian teman-teman asik berfoto ria. sebgian yang lain sibuk memainkan video mereka. 
Menjelang magrib kitapun tancap gas menuju ke penginapan kembali karena esok hari kegiatan masih full dari serangkain Festival Skalabrak ke 4 tersebut. 

Saksikan keseruan kami di bukit bawang bakung Geredai Pada artikel berikutnya: 

Bukit Bawang Bakung : Menikmati Selimut Embun di Kaki Pesagi

Read more

Monday, August 7, 2017

Foto Karnaval Kemilau Budaya Bumi Bumi Sekala Brak

Karnaval yang dilaksanakan pada hari kamis 3 Agustus 2017 dari persiapan jam 1 siang hingga akhir penutup jam 17.30 WIB berlangsung dengan semarak. Kegiatan yang mengusung tema "Kemilau Budaya Bumi Bumi Sekala Brak" berlangsung di Pusat Kota Liwa yaitu di Kawasan Tugu Ara.  adapun rangkaian kegiatannya prosesi penyambutan dari tokoh pemerintah, tokoh adat sai batin paksi pak dan tamu undangan VVIP, selanjutnya penampilan tari sekura, kemudian pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, Laporan ketua pelaksana, kemudian Sekapur sirih Bupati Lampung Barat, Penyerahan  tanda jasa Kepada saibatin paksi Pak Sekala brak Budayawan dan pengiat seni. dan beberapa sambutan  hingga persembahan Kemilau Budaya Bumi Bumi Sekala Brak 

Berikut ini sebagian kecil dokumntasi foto yang saya rekam lewat kamera. 

Para model Muli Meghanai Lampung Barat ikut serta dalam karnaval yang bertemakan Kemilau Budaya Bumi Bumi Sekala Brak 





Parade karnaval yang diikuti oleh seluruh sekolah di Kota Liwa dari SD hingga SMA serta dari wakil masing masing kecamatan. 

Pakaian adat Pengantin tetap menjadi warna dalam karnaval ini. 


Penampilan Sekura betik tidak lepas dalam karnaval ini karena tema utama harus menampilkan sekura dalam setiap regu karnaval






Sekura kamak dengan berbagai macam bentuk topeng yang berbeda dengan bentuk dari sekura bethik.




 

sekura kamak lagi hamil


Penampilan pakaian adat Lampung Barat yang lain turut ditampilkan seperti nguncun paghar 


duh kepanasan nih adik yang lagi nguncun paghar


sekura lagi ngintip..hehehe


Read more