Monday, February 27, 2017

Kenangan Sendal Kuningku dan Wanita Seksi

seksi di way brak 
Sendal yang berwarna kuning, disebut sendal jepit, sendal ini sekilas ataupun dari namanya tidaklah begitu spesial, namun yang spesialnya adalah dibalik dalam memakai sendal ini, terbesit suatu kenangan kebersamaan ketika menggunakan sendal ini, selama perjalananku tentunya sangat terlindung sekali dari duri, benda tajam ataupun lainnya, sehingga ketika melangkah telapak kaki tetap aman dan terus melangkah lebih enjoy. 

Awal cerita Saya membeli sendal ini saat saya dalam perjalanan menuju ke Situ Gunung pada acara Kopdarnas BPI (Backpackers Indonesia). Saat itu sekitaran Kota Bogor, kami berhenti membeli snack, namun saya baru ingat kalau saya lupa membawa sendal jepit, karena dalam keadaan santai dan pergi ke tempat mandi akan lebih praktis menggunakan sendal jepit, pada saat itu saya hanya menggunakan sepatu, dan akhirnya saya membeli di warung tempat kami singgah membeli cemilan itu, harga sendal itu adalah Rp 10.000. Di sendal tersebut tertulis brand sendal/sepatu terkenal di indonesia ya itu Bata, pada saat itu beberapa pilihan, namun pilihan tertuju pada warna kuning. 
Selama kegiatan kopi darat nasional /Kopdarnas BPI (Backpackers Indonesia) di Situ Gunung, sendal kuning ini sangat membantu contohnya ketika mandi atau berjalan jalan sekitar lokasi perkemahan.  alhasil kegiatan selama 2 hari 2 malam tersebut selesai dengan sukses. Setelah selesai acara di Sukabumi tersebut sendal kembali saya bawa ke pulang ke Lampung.
Selanjutnya sendal tersebut saya simpan di rumah karena sendal jepit yang lain banyak. selanjutnya sendal kuning ini turut menemani ketika trip ke air terjun Gunung Batu di kabupaten Tanggamus. Pada saat trip ini saya baru mengenal 2 sahabat trip yang luar biasa, ya seorang ganteng yang dipanggil Derry, dan mbak yang cantik dengan sapaan Yuli.

Sebelumnya awal perkenalan dengan mereka diakun instagram, Derry menanyakan tentang rute trip tempat lokasi wisata yang perna saya kunjungi. Dari sana akhirnya kita berteman di Ig dan selanjutnya merencanakan untuk trip bersama. Hingga pada akhirnya sepakat ke tujuan Air Terjun Gunung Batu di Tanggamus. 

Kita bertemu di depan alfamart di depan pintu perumahan Kemiling Permai, saat itu janjian jam 7 pagi ontime di depan toko tersebut, akan tetapi ada miss komunikasi, saya yang saat itu sendiri malah menunggu di alfamart dekat terminal Kemiling, sedangkan Derry dan Mb Yuli menunggu di depan alfamart di depan pintu perumahan Kemiling Permai. Mungkin sekitaran setengah jam kita saling menunggu di tempat yang berbeda, dan akhirnya kita saling telepon, yang ternyata kita menunggu tempat yang berbeda. Namun akhirnya perjalananpun tetap terlaksana menuju Tanggamus. 

Sekitar 3 jam tiba di daerah, tepatnya setelah persimpangan Batu tegi, karena kita satupun  belum perna ke air terjun ini, akhirnya kita banyak bertanya ke warga rute lokasi ke air terjun tersebut. Selanjutnya kita setelah di daerah Gunung Batu malah dibantu oleh bapak-bapak untuk diantarkan ke air terjun tersebut. dengan latar belakang sama-sama satu suku Semende, komunikasi jadi cair dengan bapak tersebut hingga kita diantarkan ke jalan menuju air terjun tersebut. Kita sangat berterima kasih sekali kepada bapak yang telah mengantarkan kita ke rute menuju air Terjun Gunung Batu Talang Ogan . Mb yuli saat itu berusaha memberikan uang tanda terima kasih kepada bapak tersebut tetap bapaknya menolak, bapak tersebut akan berangkat ke kebunnya yang berada di Ulu Belu. 

Saat itu kita menitipkan sepeda motor kita ke rumah warga yang paling ujung di daerah tersebut, lalu kemudian kita berjalan kaki menuju air terjun. saat itu saya menggunakan sepatu, saya lepas dan saya ganti dengan sendal jepit warna kuning itu, saat itu mb Yuli dan Derry, belum ada komentar saat saya menggunakan sandal jepit kuning tersebut, dan lebih uniknya ternyata mb Yuli memakai sendal cantik yang biasa banyak dipakai ke mall dengan ada bunga-bunganya, tapi ini malah dipakai ke hutan, saya pun tidak berani juga berkomentar, karena kita baru berteman dan baru bertemu saat itu sedangkan Derry ternyata memilih dengan tidak memakai apa-apa alias nyeker.. hehe lucu juga, tiga orang ngetrip dengan penampilan kaki yang berbeda. LIHAT FOTO.. hehe
inilah bentuk kaki dan sendal kita

Selanjutnya ketika diperjalanan hingga pulang kesereuan dan candaan mewarnaan trip kita bertiga saat itu, mb Yuli dengan tingkah dan banyolannya membuat suasana cair dan akrab. lengkapnya simak videonya diakhir artikel ini. 
air terjun Gunung Batu Talang ogan Tanggamus

sisi lain air terjun gunung Batu Talang ogan  Kabupaten Tanggamus


Sejak trip itu ternyata kearaban dan persahabatan kita makin menjadi-jadi sehingga beberapa kali trip kita jalani bersama, sekarang kita lanjutkan trip-trip berikutnya.. 

selanjutnya cerita sendal kuningku sering sekali saat trip atau bersama menjadi candaan sendiri dari mb Yuli dan Derry, dimana saat pertama trip mereka tidak perna mengomentari sendal kuningku itu..

Kemudian nasib sendal kuningku berakhir di Pulau Komodo. saat trip oversea Flores-Komodo, sendal kuning dibawa ke Flores, selama di Flores sendanya baik baik saja dan selalu menemati kakiku, dari Maumere - Kojadoi - Tanjung Kajuwulu - Pantai Koka - Ola Ngari - Kelimutu - Riung - cancar - waerebo - kampung Bena - hingga Labuhan Bajo dengan setia menemani,  tapi sayang saat trip sailing Komodo sendalnya putus, jadi sendalnya  ditinggal di kapal yang kamu tumpaki saat sailing Komodo. itulah kisah sendal kuningku itu .... 

simak video selama kita trip di air terjun gunung batu 

Load disqus comments

0 komentar