Friday, April 14, 2017

Jumat Berkah Di Atas Laut, Mesjid Terapung Pantai Sari Ringgung

Hari jumat di libur nasional  wafatnya yesus kristus, saya bersama keluarga jalan jalan ke pantai Sariringgung yang terletak di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.
Pantai ini terkenal sebagai pantai wisata  keluarga karena ombaknya tenang, bersih dan terdapat wahana bermain keluarga. Pantai yang pasirnya putih berseri dan terdapat pondok pondok di tepi pantai menambah suasana ingin berlama lama di pantai ini.

Rute untuk menuju pantai Sariringgung
Jika dari kota Bandar Lampung : kearah teluk betung - gudang garam, ke arah lempasing lanjut ke jalan ke pantai Mutun terus ke  Hanura hingga nanti tiba di plank besar pantai Sariringgung. Ya semoga mudah untuk mencapai lokasi pantai ini.

Sejak awal berangkat dari rumah semula ragu untuk ke pantai ini karena selain sudah sering kesini, juga tepat hari jumat, yang mempet waktunya siang hari harus sholat jum'at,  kawatir sulit untuk persiapan dan telat ke Mesjid.  Dari obrolan dengan paman beliau menyampaikan agar sholat jumatnya di mesjid terapung di pantai sari ringgung. Kembali saya berpikir, wah saya tau masjid itu tetapi belum perna masuk ke masjid tersebut. Saya jadi semangat untuk ikut ke pantai Sari ringgung.

Sekitar jam 9. Dengan tiket per orang 15.000 Sudah tiba di lokasi kami langsung ke arah ujung yang yangbada tulisan besar pantai Sari Ringgung, kami berfoto foto disana, setelah itu kami menyewa salah satu pondok yang ada di disana dengan harga satu pondok 50 ribu.  Selanjutnya adik-adikku asik bermain di pantai, saya malah habiskan dengan tidur tiduran di pondok kecil itu hingga menjelang jam 11.

Saat itu saya dibangunkan oleh paman, "ayo wan kita segera menuju dermaga, untuk sholat jumat di masjid terapung" akhirnya kami menuju kesana. Jika hari jumat maka naik kapal menuju mesjid digratiskan, sehingga kami naik gratis, setelah kapal penuh baru menuju masjid apung.

Mesjid apung di pantai Sariringgung ini cukup unik selain terapung ternyata dapat menampung cukup banyak jemaah sekitar 300 jemaah, selain itu ketika berwudhu ternyata air wudhu merupakan air  tawar, semakin terasa segar. Ternyata setiap hari jumat masjid ini digunakan untuk sholat jumat, para warga dan nelayan sekitar, awal dan cikal bakal pembuatan masjid ini saya kurang tau karena saat itu hanya sholat jumat saja disaja belum sempat untuk mencari informasi detail tentang mesjid ini. Tetapi jika anda berkunjung ke pantai sari ringgung sempatkanlah untuk sholat di mesjid ini, anda akan merasakan sensasi ibadah diatas laut.. Subhanallah..  



  


Read more

Friday, April 7, 2017

Air Terjun Pencarian atau Penantian yang Mana Aku Pilih

Air terjun satu ini namanya cukup unik, dari kabar teman-teman namanya seakan akan membawa ke baper (bawa Perasaan). Air terjun ini terletak masih dikawasan kabupaten Pesawaran tepatnya di Padang Cermin 

Rute untuk mecapai air terjun Pencarian atau Penantian  yaitu sebagai berikut:
Dari kota Bandar Lampung menuju ke Kecamatan Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran via jalan utama untuk menuju ke arah destinasi-destinasi wisata yang sudah terkenal di Teluk Lampung, seperti melewati pantai Mutun, Pantai Sari Ringgung, Ketapang, pantai Klara, hingga melewati pangakalan TNI angkatan laut. setelah sampai di Padang Cermin, tepat di Kantor Polisi Sektor (Polsek) Padang Cermin, setelah 50 meter dari kantor ini, terdapat jalan sebelah kanan dengan tanda plank yayasan pendidikan Nurul Islam Padang Cermin. terus ikutin jalan sebelah kanan tersebut hingga sebelum menemukan pertigaan sebelum jembatan, (pertigaan tersebut merupakan arah jalan ke air terjun pencarian 1 dan arah jalan air terjun Tanah Longsor). ikuti jalan tersebut sebaiknya tanya ke warga sekitar dimana tepat arah air terjunnya. 

Yuk kita lihat aja gimana bentuk air terjunnya:
Read more

Segarnya Terpercik Air terjun Aglo Pesawaran

Satu lagi air terjun yang terdapat di kabupaten dengan "selogan andan jejama" kabupaten pesawaran. Kabupaten ini memiliki banyak air terjun salah satunya air terjun Anglo. 

Air terjun ini terletak masih di kawasan padang Cermin dan sekitarnya. 

Masih bersama rekan rekan  team pencinta alam dan adventure lampung yang disingkat T3ampal, menjelajah air terjun Anglo, dengan menggunakan motor kita kompoi hingga mandi dan befoto ria di lokasi ini. 

Read more

Thursday, April 6, 2017

Ringan Masuk Susah Keluar Jelajah Air Terjun Talang Rambang, Lebuay

Trip kali ini menuju curup / air terjun Talang Ramban di desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Air terjun ini sering disebut sebut di media sosial yaitu air terjun Twin, karena bentuknya yang dua tingkat. 

Pada perjalanan ini sangat melelahkan yang menguras tenaga dan perasaan, bagaimana tidak kami diterpa hujan deras, jalan setapak yang menanjak dan menurun serta licin tanah merah, ditambah lagi sudah kemalaman, badan basah kuyup, dan kejadian mistik yang merasuki peserta trip kami. Saya bilang ini adalah perjalanan yang luar biasa diatas luar biasa. Perjalanan dalam petualangan ini sungguh menjadi pengalaman kami yang akan sulit dilupakan, kami diberikan rute yang sulit diluar dugaan, kami berdelapan berangkat dengan kendaraan motor dari kota Bandar Lampung jam 8.30, tiba di rumah Hakim : kawan /sekaligus guide dalam trip ini, Hakim bersama saudara sepupunya Wawan yang merupakan leader penunjuk jalan ke air terjun ini. Sebelumnya Sela (princess Bolang) sudah berkomunikasi dengan Wawan melalui sosmed. mereka sepakat bahwa kita diantarkan  hingga mencapai lokasi air terjun Talang Ramban / Twin ini. Selanjutnya dari lokasi rumah Hakim yang tidak jauh dari lokasi curug ini sekitar 1 jam perjalanan motor. Selanjutnya pukul 11. 45 kami tancap gas dengan motor masing-masing tanpa perlengkapan untuk adventure menuju distinasi yang diincar, kami terus melewati jalanan yang masih tanah dan sedikit berbatu underla, Dari rumah Hakim, kami start pukul 12 tiba di curug pukul 13.02, hmhmhm cukup cepatlah.. 

Sampai di curup ternyata kami mendapatkan hadiah yang sangat menakjubkan. pemandangan air terjun 2 tingkat yang mempesona, kami segera berselfie tapiii.. "Oh my god hujan deras !!!!. but Kami masih enjoy menikmati curup ini seakan akan makin seru ditemani hujan deras. Hihii.. walaupun dalam benak sedikit memikirkan bagaimana ini pulangnya???.. Agh sudah lah, nikmati saja dulu main-main disini"  

Di air terjun kami berselfie ria, video dan selanjutnya membuka bontot lalu makan bersama hingga sampai pukul 15.00 kita menuju pulang ke rumah Hakim kembali. Dalam perjalanan kita benar-benar diuji nyali dan ditemukan medan yang exstream, bagaimana tidak, abis hujan deras, kondisi tubuh yang lembab, jalanan yang licin plus menanjak dan turunan, berjam jam kita masih di tengah-tengah kawasan perkebunan kopi yang terkadang ada yang masih rindang ada yang rumput ilalang.  "Ok kita mulai perjalanan dari jam 15.00 tidak mau tau pokoknya kita harus keluar kawasan ini jam berapapun" seru dalam hati dan tekad bersama.  Jika melewati jalanan ini dengan membawa diri saja, mungkin kita tidak akan banyak keluhan dan lelah, tetapi kita harus berpacu mendaratkan kuda besi dijalanan yang seharusnya bukan jalanan untuk kuda besi jenis yang kami bawa ini. slih berganti kami saling membantu untuk menjalani rute yang sangat sulit ini, kekompakan dan keuletan masing-masing peserta trip menjadi daya dorong kami untuk segera mencapai tempat yang aman. Pengalaman Wawan dan Hakim, saya apresiasi dengan sanjungan setinggi-tingginya karena berkat mereka berdua kami meter demi meter bisa melewati jalanan lincin ini. setelah lemewati tanjakan atau medan lincin, kami terus membuang dan membersihkan tanah-tanah yang sangat menempel pada spakbor /ban motor. karena tanah ini menambah kesulitan kami untuk mengerakkan motor. 

Hingga tiba pada puncak dramatisirnya, atas kesepakatan agar Wawan segera membawa motor Honda besar megapro itu keluar di kawasan ini, karena wawan cukup lihat mengendalikan motornya, sementara Hakim terus jalan mengiringi wawan sambil membawa Sela. (motor Hakim adalah motor treal yang seusai dengan medannya). Merekapun telah berlalu, tertinggal 3 motor di belakang dengan masing-masing personil boncengannya. Malampun maulai tiba, gelap menerpa. saya segera keluarkan headlamp agar mempermudah para boncengan berjalan dan membantu mendorong motor yang selalu slip dan terparter di lumpur. Saat itu tanpa disadari sayapun sudah bertukar motor Gandha, dia yang memabwa motor beat, akhirnya membawa motorku Honda Revo. saya terus berjuang memacu gas, hakan harus mengangkat, mendorong motor dari licin dan tumpukan lumpur. Saat itu saya lebih terdahulu daripada 2 motor dibelakang. Saya sampai disalah satu rumah tepat diatas tanjakan, saya berhenti sejenak di depan rumah tersebut sambil menunggu motor yang belakang datang, hampir 15 menit saya menunggu tapi belum juga ada tanda-tanda tiba, saat itu saya di sapa oleh pemilik rumah untuk beristirahat masuk di rumah tersebut, saya hanya menolak dengan ringan, ingin melanjutkan perjalanan saja. saat itu ternyata anggota rumah tersebut akan menunaikan sholat magrib, dengan sapaan khas suku setempat saya izin untuk melanjutkan perjalanan kebawah. 

Saat saya menyusuri turunan, oh tuhan motorku terparter dalam di daerah turunan, sehingga saya sulit sekali tuk menarik atau mengangkat motor tersebut. saya berusaha keras tetapi sulit sekali, hingga dari belakang munculnya salah satu teman trip yang mengikuti saya. pada kondisi ini ternyata beliau banyak mengeluh dan menyesal, hingga saat itu juga emosi sayapun keluar. "kamu seharusnya bukan mengeluh dan menyesal tetapi harus teruse semangat walau medan sulit dan gelap!!!!" ternyata dia langsung down dengan sentakan ucapan emosi saya yang bernada tinggi tersebut, sayapun terus berjuang mengangkat dan menuruni tanjakan tersebut, ternyata teman trip tadi,  dia mash tetapi banyak keluh kesah dan emosi kedua saya kembali muncul yang kali ini membuat dia langsung berhalusinasi dengan banyak ratapan mahluk gaip disekelilingnya, hingga akhirnya sayapun berusaha menguatkan dia dan terus membaca ayat-ayat suci. hingga teman-teman trip yang belakang sampai disana, sentak mereka kaget dan sayapun meminta agar membawa beliau kerumah penduduk seketemunya. dengan dipandu headlamp saya, mereka bertiga berjalan terus kedepan, sedangkan kami berempat masih berjuang membawa motor, tidak tau berapa energi yang terkuras, berpuluh puluh kali terjatuh di malam itu hingga akhirnya, sampailah  hingga akhirnya sampai di jembatan kecil tapi ada atapnya. di jembatan ini saya sentak dikagetkan oleh dua cahaya kecil yang sentak saya berpikir apakah itu mata binatang buas: harimau atau semacamnya, hingga saya terus berjuang memapah motor melewati jembatan tersebut, saya berkali-kali terjatuh di sekitar jembatan itu, alhamdulillah ternyata cahaya kecil itu adalah kunang-kunang. hingga 3 teman dan 2 motornya menyusul saya juga melewati jembatan tersebut. karena sudah lelah sekali kami putuskan untuk istirahat sebentar di seberang jembatan ini. saat itu kami berempat, ternyata satu teman kita kembali berhalusinasi, ketakutan muncul pada dia, langsung sentak kami segera mendorong motor untuk terus berjalan. hingga akhirnya kali sepakat untuk meninggalkan motor dan segera membawa satu teman yang mulai lemas tersebut. 

Perjalanan setengah jam, kami menemukan cahaya lampu, kami yakin bahwa kita tidak jauh lagi dari rumah penduduk, dengan memeluk erat teman tersebut dengan terus dipopong hingga sampai di rumah  penduduk, disana saya segera mengetuk pintu rumah penduduk untuk minta bantuan, awalnya penduduk tersebut enggan membantu, mungkin rasa takut atau curiga karena kami adalah orang tidak dikenal, akhirnya dengan penjelasan saya dan menyakinkannya hingga kami dizinkan untuk beristirahat dan menenangkan teman kami yang masih dirasuki ketakutan. setelah agak tenang, akhirnya saya meminta kepada bapak tuan rumah untuk membantu kami mengambil motor yang kami tinggalkan di jalan. akhirnya bapak tersebut meminta kepada anak bujangnya dan temannya untuk membantu kami. akhirnya dengan pengalaman kedua anak muda itu motor kami bisa sampai di rumah warga tersebut. 

Saat itu sayapun tidak memperhatikan jam lagi, kami berencana akan memulihkan tenaga  dan istirahat di rumah warga tersebut, tapi kami mendapatkan berita dari warga yang lewat malam itu bahwa teman kami yang telah jalan mendahului kami, "ternyata kesurupan makin menjadi tetapi sudah dibantu warga", saat itu jantungku makin berdegup kencang, dan saya melihat teman satu itu makin down, tetapi karena sudah di rumah warga dia berusaha untuk reliex. Akhirnya saya meminta bantuan kepada anak muda itu untuk mengantarkan saya ke tempat teman kami yang sudah dahuluan tersebut. sayapun dibonceng dan  sekitar 15 menit  tiba di rumah warga tempat istirahatnya teman-teman tersebut, ketika tiba disana mereka langsung memeluk saya dan haru  serta menanyakan kabar kami berempat, saya berusaha menenangkan mereka dan menyatakan bahwa kami aman di rumah warga sebelumnya. syukurlah teman kami yang dikatakan kesurupan sudah sadar dan dalam kondisi tenang. Akhirnya dengan bantuan anak muda dar dusun tersebut alhasil jam 21.45 menit kita baru bisa mencapai rumah Hakim. 

Di rumah kami dijamu oleh ornag tuanya membuat kami sangat tersanjung dan begitu baik mereka kepada kami, kami mandi, makan dan istirahat di sana. Kelelah dan kegalaun kami dalam melalui jalan tanah yang basah, becek, naik turun tanah merah. Motor ngepot ngepot, jatuh, terpleset semua lengkap,. Akhirnya kita bermalam di rumah Hakim. Alhamdulillah keluarga mereka baik banget, kita sangat dijamu, dikasih alas tidur, makan malam, tapi sampai sarapan kami disiapkan. terimakasih banget bu. yang paling berat itu motor megapro  pokoknya itu sangat melelahkan 

Rute untuk mencapai air terjun Talang rambang atau disebut anak kekinian air terjun twin di desa Datar Lebuay Naningan kabupaten Tanggamus

Untuk mencapai air terjun Talang rambang dari Kota Bandar Lampung melalui rute jalan utama yaitu jalan raya menuju Kota Agung-Tanggamus,   melewati Gedung Tataan dan Prengsewu, setelah tiba di Kabupaten Tanggamus, cari simpang menuju Bendungan BatuTegi, simpang ini terletak di kecamatan Talang Padang. setelah masuk dari persimpangan Batutegi terus lurus ikuti jalan menuju bendungan Batutegi. bertemu simpangan ke bendungan batu tegi dan ke ulu belu, terus ke kanan ke arah bendungan batutegi, setelah sampai di Pertigaan Batutegi dan Naningan, terus ambil jalan lurus ke ujung dari kecamatan Naningan, dari ujung jalan Naningan akan bertemu jalan tanah merah. terus ikuti jalan merah ini hingga bertemu jembatan kuning, lewati jembatan kuning hingga ke desa Datar Lebuay. setelah dari sana tanya ke warga arah ke talang rambang atau air terjun talang rambang. dari desa Datar Lebuay ke air terjun ditempuh dengan kendaraan motor selama 1 jam jika jalan tanah tersebut kering, jika dalam keadaan licin sulit sekali dilewati.

Berikut dokumentasi foto-foto kami selama trip ke air terjun Talang Ramban, datar Lebuay, 


Lihat kondisi motor kami ketika sampai di rumah Hakim di Lebuay

Kami bermalam dan mendapatkan keluarga baru di sini

Jmebatan kuning Air naningan

Air terjun / curup Twin Talang ramban

ini dia air terjun talang ramban 

Berikut ini rekaman video kami bagaimana sulitnya menaklukan jalanan yang sangat licin menanjak serta menurun 

Read more

Saturday, April 1, 2017

Misteri atau Eksotik di Air Terjun Tirai Lebuay

Air terjun yang terdapat di desa Lebuay, Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung ini memiliki daya tarik yang beda. Masyarakat sekitar menyebutnya air terjun Tirai, sedangkan oleh anak muda yang pertama mengekplorasi menyebutnya sebagai air terjun Misteri. Menyebut nama air terjun ini dengan kedua nama tersebut ada alasan tersendiri. Jika disebut tirai, mungkin karena bentuknya yang tercurah air yang menyebar sehingga mirip tirai, oleh karena itu disebut air terjun tirai. Sedangkan disebut air terjun misteri, mungkin karena bentuk dan lokasinya yang terbawa ke unsur mistik, ya ada misteri misterinya gitu tapi itu merupakan daya tarik yang eksotik.  Tapi kalau saranku sih, ndak usah pada diganti ganti nama baru, biarkan nama yang disebutkan oleh masyarakat sekitar menjadi nama tetap, daripada diganti dengan nama baru.

Rute untuk menuju ke air terjun Tirai atau misteri ini adalah jika dari kota Bandar Lampung menuju ke arah kabupaten tanggamus yang melewati Gedung tataan, pringsewu, setelah mencapai kabupaten Tanggamus tepatnya di Talang Padang, masuk ke arah kanan tepatnya ke arah ke bendungan Batu tegi hingga ke pasar Air Naningan. Terus ikuti jalan hingga abis jalan aspal, setelah jalan merah terus melewati jembatan kuning yang hanya bisa dilewati sepeda motor, lanjut ke desa lebuay.  Selanjutnya setelah melewati pasar lebuay teeus ke arah talang ramban. 

Arahkan menuju jalan ke arter talang ramban, melewati 2 dusun ada pertigaaan, ambil arah kanan kearah bawah  dan ketemu jembatan yang ada atapnya terus aja ketemu jalan tanjakan rusak nah setelah itu ketemu pertigaan yg ada rumah 1 di kiri dan 1 di kanan. arahkan jalan ke kanan terus. nanti ketemu rumah nah disitu tempat menitipkan motor. Dibelakang rumah itu 50 meter lah turun lembah ketemu curup tirai.
Ini foto air terjun Tirai atau Misteri di Lebuay, Tanggamus

Adi sedang eksis di bawah air terjun ini

Begitu juga dengan Aril, tidak mau kalah untuk eksis
dibawah air terjun tirai di Lebuay ini

Read more